Cara Membantu Restorasi Terumbu Karang sebagai Langkah Nyata Menjaga Ekosistem Lautan

Fimela Reporter diperbarui 18 Des 2023, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Terumbu karang adalah salah satu bagian dari ekosistem laut yang paling penting untuk kehidupan hewan-hewan lautan. Manfaat utama dari terumbu karang ada menjadi tempat tinggal dan perlindungan untuk hewan-hewan laut dan tumbuhan laut. Bukan hanya memberikan manfaat untuk kehidupan laut, tetapi terumbu karang juga dapat melindungi pantai dari erosi dan dapat membuat pemandangan dalam air terlihat indah. 

Namun, apakah Sahabat FIMELA tahu bahwa terumbu karang ini terancam kurang karen berbagai macam faktor yang disebabkan oleh manusia, seperti penurunan jangkar, penggunaan jaring saat memancing, sampah plastik di lautan, dan banyak lagi. Apalagi terumbu karang pada dasarnya sangat rapuh dan mudah rusak, tersenggol sedikit saja bisa rusak dan dapat melukai mereka. Konsepnya sama seperti manusia, jika terluka, terumbu karang juga akan terluka dan penyembuhannya juga tergantung dengan kualitas air. Jika kualitas air tidak bagus, berarti terumbu karang akan mati.

Terumbu karang pada dasarnya ada karena satu kesatuan dari polip. Polip ini akan melakukan fotosintesis layaknya tumbuhan pada umumnya. Jika polip ini terluka maka area bagian terumbu karang tersebut akan ikut terluka dan mati. Apalagi jika kualitas airnya jelek, bukannya dapat memulih, tetapi akan membuat luka menjadi lebih parah,” ujar Gita Alisa selaku ilmuwan dan peserta SHEBA® Hope Advocate Program.

Maka dari itu cara terbaik untuk mengembalikan kesejahteraannya adalah dengan cara melakukan restorasi terumbu karang. Meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai macam program untuk mengembalikan terumbu karang dengan metode metal frame. Namun, Gita mengungkapkan bukan hanya sekedar merestorasi, bahwa pengawasan dan pemeliharaan juga penting untuk dilakukan.

“Bukan hanya sekedar restorasi, pemeliharaan dan pengawasan juga penting untuk dilakukan demi keberlangsungan ekosistem laut dan membantu melindungi pantai dari erosi,” ujar Gita. 

2 dari 3 halaman

SHEBA Hope Advocate Program

Gita Alisa - Hope Advokat asal Indonesia sedang melakukan restorasi terumbu karang. (Foto: Dokumen/SHEBA)

Ikut turun tangan untuk menjaga keberadaan terumbu karang, SHEBA sebagai brand makanan peliharaan ikut serta dengan menyelenggarakan SHEBA Hope Advocate Program. Program ini adalah program yang menyatukan lima advokat global dari Inggris, Jerman, Amerika, dan Asia Tenggara. 

Lima advokat ini menyelesaikan program restorasi terumbu karang selama 10 hari di Bontosua, sebuah pulau di gugusan Kepulauan Spermonde, lepas pantai Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Para advokat tersebut bekerja sama dengan masyarakat lokal untuk belajar tentang restorasi terumbu karang dan menanam karang menggunakan Reef Stars. Reef Stars adalah struktur baja berbentuk heksagonal yang dapat menstabilkan pecahan karang dan menyediakan landasan yang kuat untuk pertumbuhan karang.

“Tahun lalu kami mengikuti projek dari Sheba, awalnya cuma melakukan penelitian di daerah tersebut. Bukan hanya melakukan penelitian tetapi kami juga mendapatkan pembelajaran tentang cara restorasi terumbu karang. Sekarang kami bisa terjun langsung, jujur ini bisa dikatakan sebagai pencapain tertinggi dan kami merasa bangga,” ujar Rindah Talitha Vida selaku ilmuwan dan peserta SHEBA® Hope Advocate Program. 

Sheba luncurkan SHEBA® Hope Advocate Program sebagai tujuan dan dedikasi Sheba untuk menciptakan dunia yang baik untuk hewan peliharaan. Sheba® bukan hanya perusahaan makanan kuning. Gerakan global mereka, Hope Grows, menginspirasi orang untuk mengambil tindakan untuk melindungi lingkungan, iklim, dan komunitas lokal. Saat ini, tindakan lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi masalah-masalah ini.

3 dari 3 halaman

Cara membantu

Kegiatan pemantauan restorasi Reef Stars di Indonesia oleh Cudo Prasetya.

Bukan hanya pemerintahan atau organisasi, masyarakat umum juga dapat mengurangi kerusakan terumbu karang dengan cara-cara yang bisa dikatakan sederhana, tetapi dapat memberikan dampak.

Sampah menjadi salah satu aspek kenapa terumbu karang bisa rusak. Hal ini dikarenakan sampah plastik dan jenis lainnya dapat dengan mudah terbang ke arah perairan, kemudian akan tenggelam dam tersangkut dalam terumbu karang.

“Cara paling sederhana adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan karena sampah plastik mudah tersangkut di terumbu karang dan menyebabkan kerusakan,” ujar Rindah.

Bukah hanya itu, mengurangi sampah plastik juga penting untuk dilakukan. Setidaknya mulai dengan menggunakan tempat makan atau botol minum dan menggunakan reusable bag untuk membawa barang belanjaan.

“Mulailah dengan hal kecil untuk lindungi terumbu karang dengan cara mengganti beberapa kebiasaan menggunakan plastik demi kesehatan lautan dan seisinya,” ujar Gita.

Khususnya jika menyukai memancing atau aktivitas perairan lainnya yang menggunakan badan dan kapal. Disarankan saat menggunakan kapal tidak menurunkan jangkar, hal ini dikarenakan terumbu karang sangat rapuh dengan penurunan jangkar terumbu karang yang ada di bawah akan rusak. 

Bukan hanya itu, penggunaan jaring pancing saat memancing ikan juga berbahaya untuk keberadaan terumbu karang. Hal ini dikarenakan terumbu karang akan tersangkut pada jaring dan kemudian rusak karena tarikan. Saat melakukan diving juga disarankan untuk tidak memegang, menyentuh, dan menginjak terumbu karang, hal ini dikarenakan terumbu karang sangat rapuh.

 

 

Penulis: Sherly Julia Halim.