7 Sikap yang Membuatmu Gampang Cemas di Usia Sekarang

Endah Wijayanti diperbarui 09 Feb 2024, 16:15 WIB

Fimela.com, Jakarta Kecemasan adalah sesuatu yang dialami oleh banyak orang pada usia dewasa, dan seringkali, penyebabnya dapat ditemukan dalam sikap dan pola pikir yang kita miliki. Misalnya, jika kita cenderung melihat segala sesuatu dari sudut pandang negatif atau pesimis, hal ini dapat memperkuat kecemasan. Pola pikir negatif seringkali menghasilkan spiral kekhawatiran yang tidak berujung dan membuat kita sulit untuk melihat sisi positif dari situasi.

Berikut ini adalah tujuh sikap yang mungkin membuatmu lebih rentan terhadap kecemasan di usia dewasa ini. Kalau selama ini kamu sering merasa cemas berlebihan, penyebabnya bisa jadi adalah sikap-sikap ini. Selengkapnya, langsung saja simak uraiannya di bawah ini ya Sahabat Fimela.

 

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 8 halaman

1. Membebani Diri dengan Masa Lalu

Ilustrasi perempuan galau/copyrightshutterstock/MAYA LAB

Salah satu sikap yang sering membuat orang gampang cemas adalah membebani diri dengan masa lalu. Merenungkan kesalahan atau kegagalan yang terjadi di masa lalu dapat membuat kita terjebak dalam perasaan bersalah atau penyesalan yang berkepanjangan. Terus-menerus mengulang-ulang peristiwa masa lalu yang tidak menyenangkan bisa menghambat kemampuan kita untuk merasakan kebahagiaan dan ketenangan di masa sekarang.

Untuk mengatasi hal ini, penting untuk menerima bahwa masa lalu tidak dapat diubah dan fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan saat ini. Belajar dari pengalaman masa lalu adalah hal yang baik, tetapi tidak boleh sampai kita terjebak di dalamnya.

 

 

3 dari 8 halaman

2. Menghantui Diri soal Masa Depan

ilustrasi wanita galau / copyright unsplash.com/ Anthony Tan

Kecemasan tentang masa depan adalah hal yang umum, tetapi jika kita terlalu terpaku pada pikiran-pikiran negatif tentang apa yang mungkin terjadi, hal itu bisa membuat kita cemas secara berlebihan. Terlalu banyak merenungkan kemungkinan-kemungkinan buruk dapat menghalangi kita untuk menikmati momen sekarang dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meraih tujuan-tujuan kita.

Untuk mengatasi kecemasan tentang masa depan, penting untuk fokus pada hal-hal yang dapat kita kendalikan di sini dan sekarang, dan buatlah rencana yang realistis untuk mencapai tujuan-tujuan kita.

 

 

 

4 dari 8 halaman

3. Menyalahkan Keadaan

Melepas yang dicintai./Copyright pexels.com/@d-ng-nhan-324384

Sikap menyalahkan keadaan atau menganggap diri kita sebagai korban dari situasi tertentu dapat membuat kita merasa tidak memiliki kendali atas hidup kita. Ini bisa memicu kecemasan karena kita merasa tidak mampu mengubah situasi yang kita hadapi.

Penting untuk diingat bahwa meskipun ada banyak hal di dunia ini yang kita tidak bisa kendalikan, kita selalu memiliki kendali atas bagaimana kita bereaksi terhadap situasi tersebut. Mengubah pola pikir menjadi lebih proaktif dan fokus pada solusi daripada masalah dapat membantu mengurangi kecemasan.

 

 

5 dari 8 halaman

4. Mengeluh Berlebihan

ilustrasi perempuan sedih/metamorworks/Shutterstock

Mengeluh secara berlebihan tentang hal-hal yang tidak berjalan sesuai keinginan kita bisa menjadi sikap yang merugikan. Selain membuat orang di sekitar merasa tidak nyaman, mengeluh terus-menerus juga dapat memperkuat pola pikir negatif dan meningkatkan kecemasan.

Untuk mengatasi kecenderungan untuk mengeluh, penting untuk berlatih rasa syukur dan fokus pada hal-hal yang baik dalam hidup kita. Mengalihkan perhatian dari hal-hal yang tidak menyenangkan kepada hal-hal yang positif dapat membantu mengurangi kecemasan.

 

 

6 dari 8 halaman

5. Memaksakan Kehendak Pribadi

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/sompong+rattanakunchon

Memiliki harapan yang terlalu tinggi atau memaksakan kehendak pribadi tanpa memperhatikan situasi atau perasaan orang lain dapat menjadi sumber kecemasan. Ketika harapan-harapan kita tidak terpenuhi, kita bisa merasa kecewa dan frustrasi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kecemasan.

Penting untuk belajar menerima bahwa tidak semua hal akan berjalan sesuai dengan keinginan kita, dan kadang-kadang kita perlu bersikap fleksibel dan terbuka terhadap kemungkinan-kemungkinan yang tidak terduga.

 

 

7 dari 8 halaman

6. Menutup Diri dari Saran dan Masukan Konstruktif

Ilustrasi./copyright shutterstock/tairome

Terlalu bertahan pada pandangan atau pendapat kita sendiri, dan menutup diri dari masukan atau saran yang konstruktif dari orang lain, dapat membuat kita terjebak dalam sikap yang memperkuat kecemasan. Kita mungkin merasa takut untuk mengakui bahwa kita tidak selalu memiliki jawaban untuk segala sesuatu, atau takut untuk mengubah sudut pandang kita.

Untuk mengatasi hal ini, penting untuk membuka diri terhadap pandangan orang lain dan belajar dari pengalaman dan pengetahuan mereka. Hal ini dapat membantu kita untuk melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan solusi-solusi yang lebih baik.

 

 

8 dari 8 halaman

7. Menyalahkan Diri Sendiri Terus Menerus

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Sevendeman

Sikap menyalahkan diri sendiri secara terus menerus dapat merusak harga diri dan meningkatkan kecemasan. Merasa bahwa kita tidak cukup baik atau bahwa segala kesalahan adalah kesalahan kita sendiri bisa membuat kita merasa cemas dan tidak berharga.

Penting untuk mengingat bahwa kita semua manusia dan kita semua melakukan kesalahan. Menghargai diri sendiri, belajar dari kesalahan, dan berusaha untuk menjadi lebih baik adalah hal yang penting untuk mengatasi sikap menyalahkan diri sendiri ini.

Kecemasan adalah sesuatu yang dialami oleh banyak orang, tetapi sikap-sikap tertentu dapat membuat kita lebih rentan terhadap kecemasan. Dengan mengenali dan mengatasi sikap-sikap tersebut, kita dapat mengurangi tingkat kecemasan dalam hidup kita dan menciptakan kehidupan yang lebih damai dan bahagia. Semoga kamu pun bisa merangkai kehidupanmu yang lebih indah dan penuh kebahagiaan, ya Sahabat Fimela.