Fimela.com, Jakarta Ada hal yang begitu memikat ketika seseorang meninggalkan jejak aroma lembut setelah ia pergi—entah itu wangi floral yang menenangkan atau aroma musky yang elegan. Namun, tidak semua orang bisa membuat parfum mereka bertahan lama. Sering kali, aroma favorit yang semula harum di pagi hari, tiba-tiba menghilang begitu saja sebelum siang datang. Akibatnya, banyak orang menambah semprotan berulang kali tanpa tahu bahwa cara aplikasi justru berpengaruh besar pada ketahanan parfum.
Faktanya, menjaga wangi parfum agar tahan lama bukan sekadar soal memilih merek ternama atau varian dengan klaim “long lasting”. Daya tahan aroma juga bergantung pada teknik penyemprotan, kelembapan kulit, hingga kebiasaan sehari-hari seperti kapan dan di mana kamu mengaplikasikannya. Sama seperti merawat kulit atau rambut, menggunakan parfum juga memiliki “ritual” tersendiri yang perlu dipahami agar hasilnya maksimal.
Dilansir dari Women’s Health, parfum bekerja layaknya perpaduan antara sains dan seni. Setiap molekul aroma memiliki cara tersendiri untuk bereaksi dengan tubuh manusia. Maka, agar parfum bisa menyatu dengan sempurna dan bertahan lebih lama, penting bagi kita untuk memahami karakter parfum, cara kerjanya di kulit, hingga teknik penyemprotan yang benar. Yuk, Sahabat Fimela simak panduan lengkap yang bisa kamu ikuti.
Kenali Dulu Jenis Parfum dan Daya Tahannya
Sebelum membahas cara aplikasi, penting untuk memahami bahwa setiap parfum memiliki tingkat konsentrasi berbeda yang menentukan seberapa lama aromanya bertahan.
- Parfum (Extrait de Parfum) Memiliki konsentrasi tertinggi, yakni sekitar 25–40%. Cukup dengan satu atau dua tetes, aromanya bisa bertahan sepanjang hari.
- Eau de Parfum (EDP) Jenis paling populer dengan konsentrasi 15–25%. Wanginya bisa bertahan 6–8 jam tanpa terasa berlebihan.
- Eau de Toilette (EDT) Lebih ringan dengan konsentrasi 5–15%. Cocok untuk aktivitas siang hari atau suasana kasual.
- Eau de Cologne (EDC) Dengan kadar 2–5%, aromanya cenderung cepat menguap sehingga perlu disemprot ulang beberapa kali.
Body Mist Paling ringan dan segar dengan konsentrasi 1–3%. Ideal untuk menyegarkan tubuh di tengah hari atau setelah berolahraga.Semakin tinggi konsentrasi aroma dalam parfum, semakin lama pula ketahanannya. Namun, konsentrasi bukan satu-satunya faktor, cara pengaplikasian juga berperan besar.
Mengapa Aroma Parfum Cepat Hilang?
Pernah merasa parfum favoritmu cepat pudar padahal kamu sudah menyemprotkannya banyak? Itu bisa jadi karena body chemistry atau kimia alami tubuhmu sendiri. Menurut para ahli fragrance, setiap kulit memiliki tingkat keasaman, kelembapan, dan suhu yang berbeda—semuanya memengaruhi cara parfum “berinteraksi” di kulit.
Kulit yang kering, misalnya, cenderung membuat aroma cepat menguap karena tidak memiliki cukup minyak alami untuk mengunci wangi. Sebaliknya, kulit lembap atau berminyak dapat menahan molekul parfum lebih lama. Selain itu, faktor seperti suhu lingkungan dan pola makan juga berpengaruh. Makanan yang mengandung rempah atau bawang putih, misalnya, bisa sedikit memengaruhi bagaimana aroma parfum tercium di kulit.
Langkah Tepat Mengaplikasikan Parfum agar Tahan Lama
1. Semprot Setelah Mandi
Waktu terbaik untuk memakai parfum adalah setelah mandi, ketika kulit masih sedikit lembap. Menurut perfumer Richard Rochon, kelembapan membantu aroma menempel lebih baik pada kulit. Jadi, pastikan kamu menyemprot parfum sebelum benar-benar kering agar wanginya terkunci sempurna.
2. Gunakan Lotion Sebelum Parfum
Fragrance akan lebih tahan lama di kulit yang lembap. Oleskan lotion tanpa aroma atau dengan wangi yang senada sebelum menyemprot parfum. Ini berfungsi sebagai lapisan dasar yang membuat molekul parfum lebih mudah melekat dan tidak cepat menguap.
3. Semprot dari Jarak yang Tepat
Hindari menyemprot terlalu dekat dengan kulit. Jarak ideal sekitar 15–20 cm membantu aroma menyebar lebih merata dan mencegah parfum terlalu terkonsentrasi di satu area.
4. Fokus pada Titik Nadi
Area seperti pergelangan tangan, leher, bagian dalam siku, dan belakang telinga merupakan titik panas alami tubuh. Panas dari area ini membantu aroma berkembang perlahan sepanjang hari, menciptakan efek wangi alami yang tidak berlebihan.
5. Hindari Menggosok Parfum
Kebiasaan menggosok pergelangan tangan setelah menyemprot justru membuat molekul aroma pecah. Akibatnya, top notes atau aroma awal cepat hilang. Biarkan parfum mengering secara alami agar wanginya lebih stabil dan bertahan lama.
6. Semprotkan Sedikit ke Rambut dan Pakaian
Kain dan rambut dapat menyimpan aroma lebih lama daripada kulit. Kamu bisa menyemprot sedikit parfum dari jarak 20–30 cm ke rambut atau pakaian. Namun, hindari terlalu dekat agar tidak merusak serat kain atau membuat rambut kering.
Simpan Parfum di Tempat yang Tepat
Cara kamu menyimpan parfum juga memengaruhi daya tahannya. Paparan cahaya, panas, dan kelembapan bisa mengubah komposisi kimia parfum. Simpan parfum di tempat sejuk, kering, dan terhindar dari sinar matahari langsung—misalnya di dalam lemari atau meja rias tertutup. Hindari menaruhnya di kamar mandi karena perubahan suhu dan kelembapan bisa mempercepat proses oksidasi aroma.
Sahabat Fimela, memakai parfum bukan hanya soal wangi, tapi juga bagian dari ritual personal yang mencerminkan gaya hidup seseorang. Ketika kamu memahami cara kerja parfum di kulitmu—dari jenis konsentrasi, waktu aplikasi, hingga titik penyemprotan. Setiap semprotan bisa menjadi pengalaman yang lebih berkesan.
Penulis: Siti Nur Arisha