9 Tips dan Cara Menabung untuk Pendidikan Anak yang Perlu Orangtua Tahu

Siti Nur ArishaDiterbitkan 23 Maret 2026, 21:00 WIB

Fimela.com, Jakarta Biaya pendidikan dari waktu ke waktu terus mengalami kenaikan. Mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi, orang tua perlu mempersiapkan dana yang tidak sedikit. Tanpa perencanaan yang matang, kebutuhan ini bisa menjadi beban besar di kemudian hari.

Namun, kabar baiknya adalah menabung untuk pendidikan tidak harus dimulai dengan jumlah besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan orang tua secara konsisten jauh lebih berdampak daripada menabung besar tetapi tidak rutin. Menyisihkan dana khusus pendidikan juga memberi ruang bagi uang untuk berkembang melalui instrumen yang tepat.

Dilansir dari Fidelity.com, kebiasaan menabung rutin dan strategi pemilihan instrumen keuangan yang tepat dapat membantu membangun fondasi finansial yang kuat bagi pendidikan anak. Banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan jangka waktu dan tujuan setiap keluarga. Yuk simak penjelasan lengkapnya Sahabat Fimela!

2 dari 3 halaman

1. Tabungan Pendidikan Anak: Langkah Awal yang Sederhana namun Penting

Tabungan pendidikan adalah instrumen paling mudah untuk memulai. Produk ini biasanya berupa tabungan berjangka dengan setoran tetap setiap bulan. Dengan mekanisme yang sederhana, tabungan pendidikan dapat membantu orang tua membangun kebiasaan menabung tanpa tekanan. (foto/dok: freepik)

Tabungan pendidikan adalah instrumen paling mudah untuk memulai. Produk ini biasanya berupa tabungan berjangka dengan setoran tetap setiap bulan. Dengan mekanisme yang sederhana, tabungan pendidikan dapat membantu orang tua membangun kebiasaan menabung tanpa tekanan.

Tabungan ini juga menawarkan keamanan karena dana disimpan pada lembaga keuangan yang diawasi. Beberapa tabungan pendidikan bahkan dilengkapi perlindungan tertentu jika terjadi risiko pada orang tua, sehingga pendidikan anak tetap terjamin. Tabungan jenis ini cocok untuk orang tua yang ingin memulai dengan risiko rendah dan tujuan jangka pendek hingga menengah.

2. Deposito: Cocok untuk Menyimpan Dana yang Sudah Terkumpul

Deposito menjadi pilihan stabil untuk menyimpan dana pendidikan yang tidak akan digunakan dalam waktu dekat. Dengan bunga tetap selama periode tertentu, deposito memberikan kepastian imbal hasil yang lebih jelas dibandingkan tabungan biasa.

Instrumen ini cocok untuk orang tua yang ingin menjaga nilai uang sekaligus mendapatkan keuntungan lebih tinggi dari tabungan. Namun, perlu diingat bahwa deposito memiliki jangka waktu, sehingga dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu tanpa penalti. Karena itu, deposito efektif digunakan untuk dana yang sudah terkumpul dan siap “diistirahatkan” untuk beberapa waktu.

3. Reksa Dana Pasar Uang: Aman untuk Jangka Pendek hingga Menengah

Reksa dana pasar uang (RDPU) dikelola oleh manajer investasi profesional yang menempatkan dana pada instrumen berisiko rendah seperti deposito dan surat berharga jangka pendek. Dengan karakter yang stabil, RDPU cocok untuk orang tua yang ingin menabung pendidikan dalam jangka waktu 1–3 tahun.

Selain mudah dicairkan kapan saja, RDPU juga menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan. Instrumen ini sangat cocok bagi orang tua yang ingin tetap aman tetapi menginginkan pertumbuhan dana yang lebih optimal.

4. Reksa Dana Pendapatan Tetap: Imbal Hasil Lebih Optimal

Reksa dana pendapatan tetap menempatkan sebagian besar dana pada obligasi atau surat utang. Imbal hasilnya cenderung lebih tinggi daripada pasar uang, namun dengan risiko sedikit lebih besar. Ini menjadikan instrumen ini cocok untuk kebutuhan pendidikan jangka menengah, sekitar 3–5 tahun.

Orang tua dapat menyisihkan dana secara rutin dan membiarkan investasi ini berkembang seiring waktu. Dengan pengelolaan profesional, instrumen ini cukup stabil dan menjadi pilihan populer untuk tujuan pendidikan.

3 dari 3 halaman

5. Reksa Dana Campuran atau Saham: Ideal untuk Jangka Panjang

Untuk tujuan pendidikan jangka panjang, seperti persiapan kuliah ketika anak berusia belasan tahun, instrumen berbasis saham atau reksa dana campuran dapat memberikan potensi pertumbuhan terbesar. (foto/dok: freepik/ArthurHidden)

Untuk tujuan pendidikan jangka panjang, seperti persiapan kuliah ketika anak berusia belasan tahun, instrumen berbasis saham atau reksa dana campuran dapat memberikan potensi pertumbuhan terbesar.

Instrumen ini memang memiliki fluktuasi lebih tinggi, namun jika digunakan dalam jangka waktu panjang, risiko tersebut dapat terkelola dengan baik. Orang tua dapat memulai dengan nominal kecil melalui investasi rutin, sehingga manfaat compounding dapat bekerja lebih maksimal.

6. Asuransi Pendidikan: Perlindungan dan Kepastian Dana

Asuransi pendidikan menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin menggabungkan tabungan jangka panjang dengan perlindungan jiwa. Produk ini biasanya menyediakan jadwal pencairan dana sesuai jenjang pendidikan anak, seperti masuk sekolah dasar, menengah, atau perguruan tinggi.

Instrumen ini memberikan ketenangan karena pendidikan anak tetap terjamin meski orang tua mengalami kondisi tidak terduga. Namun, kekurangannya adalah nilai pertumbuhan dana tidak sebesar instrumen investasi dan tidak fleksibel jika ingin menarik dana di luar jadwal yang ditentukan.

7. Menabung Emas: Stabil dan Cocok untuk Lindungi Nilai Uang

Emas dikenal sebagai aset yang tahan terhadap inflasi. Menabung emas untuk dana pendidikan dapat dilakukan melalui pembelian emas batangan atau tabungan emas digital. Dengan menabung emas secara bertahap, orang tua dapat melindungi nilai uang dalam jangka panjang.

Emas sebaiknya digunakan sebagai instrumen pelengkap, bukan satu-satunya sumber dana pendidikan. Dengan diversifikasi yang tepat, emas bisa menjadi penyeimbang di tengah fluktuasi instrumen lain.

8. Pisahkan Rekening Khusus Dana Pendidikan Anak

Salah satu cara paling efektif namun sering dilewatkan adalah memisahkan rekening khusus untuk pendidikan anak. Dengan memiliki rekening terpisah, orang tua dapat memantau pertumbuhan dana lebih mudah dan terhindar dari godaan menggunakan dana tersebut untuk kebutuhan lain.

Rekening terpisah juga membantu orang tua lebih disiplin karena mereka dapat fokus pada satu tujuan finansial yang jelas dan terukur.

9. Manfaatkan Auto-Debit agar Konsisten Menabung

Konsistensi adalah kunci utama dalam menyiapkan dana pendidikan anak. Dengan fitur auto-debit, dana dapat otomatis disimpan setiap bulan tanpa harus mengingat jadwal atau melakukan transfer manual. Ini sangat membantu terutama bagi orang tua dengan rutinitas padat.

Auto-debit memastikan proses menabung berjalan lancar dan teratur, sehingga target dana pendidikan dapat tercapai tepat waktu.

Penulis: Siti Nur Arisha