Kenali Visceral Fat, Lemak Tersembunyi yang Bisa Ganggu Kesehatanmu

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 04 April 2026, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa perut terlihat biasa saja dari luar, tetapi tubuh tetap terasa cepat lelah, mudah lapar, atau sering mengalami masalah kesehatan tertentu? Bisa jadi ada tanpa kamu sadari, visceral fat-mu menumpuk.

Dilansir dari webmd.com, berbeda dengan lemak yang bisa kamu cubit di pinggul atau paha, visceral fat adalah lemak yang bersembunyi jauh di dalam perut dan membungkus organ penting seperti hati, usus, hingga lambung.

Meski semua orang memiliki visceral fat dalam jumlah normal, penumpukan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko diabetes, stroke, penyakit jantung, bahkan demensia. Karena tidak terlihat dari luar, banyak orang baru menyadari keberadaannya lemak ini saat tubuh sudah memberi tanda-tanda tertentu.

Pola Hidup yang Menyebabkan Penumpukan Visceral Fat

1. Terlalu Banyak Konsumsi Gula dan Makanan Olahan

Soda, kue-kue manis, gorengan, makanan deep-fried, hingga produk dengan high-fructose corn syrup dapat memicu penumpukan lemak di perut. Fruktosa berlebih cenderung disimpan tubuh sebagai visceral fat.

2. Jarang Bergerak

Gaya hidup sedentari seperti terlalu lama duduk saat kerja, kuliah online, atau rebahan berjam-jam membuat metabolisme melambat. Tubuh akhirnya menyimpan lebih banyak lemak, termasuk visceral fat.

3. Tingkat Stres Tinggi 

Stres kronis meningkatkan hormon kortisol. Hormon ini memberi sinyal pada tubuh untuk menyimpan energi ekstra… dan sayangnya, energi itu disimpan dalam bentuk lemak perut.

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

4. Kurang Tidur

Kurang tidur memberikan dampak negatif sepeti sulitnya mengontrol nafsu makan. [Dok/freepik.com]

 

Kurang tidur membuat tubuh sulit mengontrol nafsu makan, meningkatkan craving makanan manis, dan mengganggu metabolisme. Kombinasi ini berkontribusi pada penumpukan visceral fat.

5. Konsumsi Alkohol Berlebih

Alkohol dapat meningkatkan penyimpanan lemak di area perut. Tak heran muncul istilah “beer belly”.

6. Tidak Perhatian pada Pola Makan Seimbang

Kurang konsumsi serat, sayuran hijau, protein, dan makanan utuh membuat tubuh lebih mudah menyimpan lemak dibanding membakarnya.

Bahaya Visceral Fat Bagi Kesehatan

Penumpukan visceral fat bukan sekadar soal bentuk tubuh, tetapi menyangkut kesehatan serius. Lemak ini dapat meningkatkan risiko banyak penyakit seperti penyakit jantung, stroke, diabetes tipe 2, kolestrol tinggi, alzheimer dan demensia, kanker tertentu seperti kanker usus, serta hipertensi. Lemak yang satu ini "aktif", artinya ia mempengaruhi hormon, pembuluh darah, dan sistem tubuh lainnya.

 

 

 

 

3 dari 3 halaman

Cara Sederhana Mencegah Visceral Fat

Visceral fat ternyata sangat responsif terhadap perubahan gaya hidup. [Dok/freepik.com/pressfoto]

Kabar baiknya, Sahabat Fimela, visceral fat sangat responsif terhadap perubahan gaya hidup. Berikut beberapa cara yang bisa kamu mulai dari sekarang:

1. Perbanyak Gerak, Minimal 30 Menit Sehari

Tak harus langsung olahraga berat. Jalan cepat, naik-turun tangga, atau yoga ringan sudah cukup membantu mengurangi visceral fat jika dilakukan konsisten.

2. Perkuat Otot

Latihan kekuatan seperti squats, push-up, plank, atau angkat beban membantu mempercepat metabolisme dan membakar lemak lebih efektif.

3. Atur Pola Makan

Sahabat Fimela, perbanyaklah konsumsi makanan kaya serat (sayuran hijau, oatmeal, buah). Selain itu pilihlah protein sehat seperti ikan, ayam tanpa kulit, tahu, dan telur. Jangan lupa untuk membatasi gula tambahan, gorengan, dan makanan ultra-prosses. Serta perbanyaklah makanan tinggi kalsium dan vitamin D seperti yogurt, susu, dan sayuran hijau. 

4. Tidur yang Cukup

Usahakan tidur 7–9 jam setiap malam agar hormon tubuh tetap seimbang.

5. Kelola Stres

Coba meditasi ringan, journaling, stretching, atau sekadar jalan sore. Kesehatan mental yang stabil membantu menekan hormon pemicu penumpukan lemak perut.