Fimela.com, Jakarta - Merayakan tahun baru identik dengan gemerlap pesta dan kembang api. Namun Cinta Laura dan sang kekasih Arya Vasco justru memilih jalan berbeda untuk menyambut Tahun Baru 2026. Pasangan ini menghabiskan hari-hari terakhir 2025 dalam keheningan, mengikuti retret meditasi di Thailand Utara, sebuah pilihan yang sederhana namun sarat makna.
Melalui keterangan Instagram-nya, Cinta mengungkap bahwa ia memilih menjalani tujuh hari dalam keheningan di pusat meditasi. Bukan terikat pada agama atau sistem kepercayaan tertentu, melainkan sebuah perjalanan batin untuk melatih pikiran menemukan kedamaian dan kebahagiaan dari dalam diri.
Kompak Berbusana Putih, Pancarkan Energi Tenang
Dalam potret yang dibagikan, Cinta Laura dan Arya Vasco tampil kompak mengenakan busana serba putih. Pilihan warna ini memberi kesan bersih, tenang, sekaligus merefleksikan kesederhanaan yang sejalan dengan semangat meditasi. Tanpa riasan dan gaya berlebihan, penampilan keduanya justru memancarkan ketulusan dan ketenangan alami.
Cinta menuliskan bahwa selama satu minggu, ia duduk bersama orang-orang dari berbagai negara dan latar belakang kehidupan. Yang menyatukan mereka bukan ambisi, melainkan keinginan yang sama untuk berhenti sejenak. Di tengah dunia yang memuja kecepatan dan pencapaian, Cinta menyadari bahwa berhenti justru menjadi kunci untuk kembali kuat.Baginya, ketika pikiran berhenti, kebisingan mereda. Ruang untuk kejernihan, ketahanan, dan kebijaksanaan pun tercipta. Dari sanalah seseorang bisa menghadapi tantangan hidup dengan lebih seimbang.
Memilih Diri Sendiri sebagai Awal Baru
Dalam refleksi yang menyentuh, Cinta mengungkap bahwa perjalanan ini menjadi momen ia memilih dirinya sendiri setelah bertahun-tahun hidup dalam tekanan mental. Ia menyadari pentingnya kembali “pulang” ke diri sendiri yakni merawat pikiran, emosi, dan batin dengan penuh kesadaran.
Salah satu pesan yang paling membekas baginya datang dari seorang biksu yang berkata bahwa perbedaan antara perang dan perdamaian dunia berawal dari pikiran manusia. Pikiran yang tak terlatih melahirkan kekacauan, sementara pikiran yang dirawat dengan kesadaran menumbuhkan welas asih dan kedamaian.
Menutup tahun 2025, Cinta Laura tak mengajak untuk sekadar menjadi lebih ambisius, tetapi menjadi lebih jernih. Berani berhenti, mendengarkan suara hati, dan memahami bahwa kedamaian di dunia bermula dari kedamaian dalam pikiran.Perayaan Tahun Baru ala Cinta Laura dan Arya Vasco ini menjadi pengingat bahwa makna pergantian tahun tak selalu harus dirayakan dengan keramaian. Dalam keheningan, justru tersimpan ruang untuk refleksi, pertumbuhan, dan cinta yang lebih sadar.