4 Kiat Jitu Decluttering Rumah Pasca-Liburan

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 05 Januari 2026, 12:59 WIB

ringkasan

  • Pakar penataan Shannon Leyko merekomendasikan penetapan batasan fisik untuk barang-barang agar anak-anak memiliki kebebasan memilih dan proses decluttering lebih efektif.
  • Menyediakan kotak donasi berjalan sangat penting karena preferensi dan kebutuhan terus berubah, memastikan barang tidak terpakai dapat disingkirkan secara konsisten.
  • Memulai decluttering dari area yang paling menimbulkan stres akan mengurangi beban pikiran dan memberikan motivasi untuk merapikan seluruh rumah.

Fimela.com, Jakarta - Musim liburan telah usai, Sahabat Fimela, seringkali meninggalkan jejak kekacauan di rumah kita. Tumpukan hadiah dan barang-barang baru dapat membuat suasana rumah terasa penuh dan tidak nyaman. Namun, jangan khawatir, ada solusi praktis untuk mengembalikan ketertiban.

Seorang pakar penataan barang terkemuka, Shannon Leyko, hadir dengan panduan jitu. Ia membagikan empat kiat praktis yang mudah diikuti untuk mengatasi tumpukan barang pasca-liburan. Tujuannya adalah menciptakan kembali suasana rumah yang rapi dan menenangkan bagi Anda.

Kiat-kiat ini dirancang khusus untuk membantu Anda merapikan rumah secara efektif. Dengan menerapkan saran dari Leyko, rumah Anda akan kembali teratur dan nyaman seperti sedia kala. Mari kita simak bersama panduan lengkapnya agar rumah bebas dari kekacauan.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Menetapkan Batasan Fisik untuk Barang-barang Baru

Ilustrasi decluttering. (Copyright Pexels/cottonbro studio)

Shannon Leyko menyarankan langkah pertama yang krusial dalam merapikan rumah, yaitu menetapkan batasan fisik yang jelas untuk setiap barang. Ini bisa berupa wadah penyimpanan, keranjang, atau bahkan gantungan baju yang spesifik. Konsep ini sangat penting, terutama jika Anda memiliki anak-anak di rumah.

Melibatkan anak-anak dalam proses penataan ini adalah kunci agar mereka tidak merasa tertekan. Leyko menjelaskan bahwa mengatakan "terlalu banyak barang" adalah hal yang terlalu abstrak bagi mereka. Terutama untuk barang baru yang mungkin memiliki ikatan emosional kuat.

Sebaliknya, dengan memberikan batasan fisik yang konkret, anak-anak memiliki kebebasan untuk memilih. Misalnya, semua boneka harus muat dalam satu kotak, sehingga mereka belajar membuat keputusan. Ini memberikan keseimbangan antara memahami tujuan dan memiliki kebebasan pribadi dalam menata barang.

3 dari 4 halaman

Sediakan Kotak Donasi Berjalan untuk Barang Tak Terpakai

Untuk transisi pasca-liburan dan seterusnya, Leyko merekomendasikan untuk selalu memiliki kotak donasi. Kotak ini berfungsi untuk menampung barang-barang yang tidak lagi dibutuhkan atau diinginkan. Ini adalah strategi proaktif untuk mencegah penumpukan barang di kemudian hari.

Preferensi dan minat kita akan selalu berubah seiring waktu, begitu pula dengan kebutuhan. Oleh karena itu, kita akan selalu perlu menyingkirkan barang-barang yang tidak lagi relevan atau tidak lagi memberikan manfaat. Kotak donasi berjalan membantu proses ini menjadi lebih mudah.

Dengan adanya kotak ini, Sahabat Fimela tidak perlu menunggu momen bersih-bersih besar. Setiap kali menemukan barang yang sudah tidak terpakai, Anda bisa langsung memasukkannya ke kotak donasi. Ini memastikan rumah tetap rapi secara konsisten tanpa perlu usaha ekstra yang melelahkan.

4 dari 4 halaman

Mulai dari Area Paling Menimbulkan Stres dan Dekorasi Liburan

Saat memulai proses merapikan, Leyko menyarankan untuk fokus pada area rumah yang paling menyebabkan stres atau frustrasi. Tujuan utama dari penataan adalah mengurangi beban pikiran dan membuat rumah terasa lebih nyaman. Jadi, mulailah dari titik yang paling mengganggu Anda.

Misalnya, jika kamar anak-anak tiba-tiba penuh dengan hadiah baru yang berantakan, itu adalah tempat yang tepat untuk memulai. Mengatasi area yang paling kacau terlebih dahulu akan memberikan dampak psikologis positif yang signifikan. Ini akan memotivasi Anda untuk melanjutkan ke area lain.

Selain itu, setelah musim liburan, banyak dekorasi Natal atau Tahun Baru mungkin sudah usang atau tidak diinginkan lagi. Ini adalah waktu yang ideal untuk memilah dan membuang ornamen, lampu, atau hiasan yang tidak layak. Dengan mengurangi koleksi dekorasi, Anda menghindari kerepotan penyimpanan di tahun depan.

Prioritaskan dekorasi yang bahkan tidak dikeluarkan dari penyimpanan tahun ini. Jika tidak digunakan, kemungkinan besar tidak akan terpakai lagi. Simpanlah hanya barang-barang yang benar-benar memberikan kebahagiaan, sementara sisanya sebaiknya disingkirkan.