Sering Kram dan Kesemutan di Usia Muda? Bisa Jadi Ini Alarm dari Tubuh

Wuri AnggariniDiterbitkan 09 Januari 2026, 15:33 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah padatnya rutinitas dan tuntutan gaya hidup modern, perhatian terhadap kesehatan kerap terpinggirkan. Padahal, tubuh selalu memberi tanda ketika ada yang tidak seimbang. Belakangan ini, kram, kebas, dan kesemutan yang muncul secara tiba-tiba semakin sering dialami anak muda. Kondisi tersebut pun memunculkan pertanyaan, apa sebenarnya yang menjadi pemicunya?

1. Gaya Hidup ‘Mager’

Gaya hidup yang minim aktivitas fisik menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya keluhan kram, kebas, dan kesemutan di usia muda. Waktu yang dihabiskan terlalu lama untuk duduk di depan komputer atau menatap layar ponsel membuat tubuh jarang bergerak. Kurangnya aktivitas ini dapat mengganggu sirkulasi darah, yang kemudian memicu sensasi kram dan kesemutan pada bagian tubuh tertentu.

2. Kekurangan Gizi

Asupan nutrisi yang kurang seimbang juga berperan besar dalam munculnya masalah ini. Kekurangan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12, magnesium, dan kalsium, dapat memengaruhi fungsi saraf serta otot. Ketika kebutuhan nutrisi tersebut tidak terpenuhi dengan baik, tubuh menjadi lebih rentan mengalami kram, kebas, dan kesemutan. Menjaga pola makan seimbang pun menjadi langkah penting yang tak boleh diabaikan.

3. Stres dan Kecemasan

Tekanan pekerjaan, beban pikiran, hingga kecemasan berlebih kerap menjadi bagian dari keseharian anak muda. Kondisi ini dapat memicu ketegangan otot, mengganggu aliran darah, dan berdampak pada kesehatan saraf. Stres yang tidak terkelola dengan baik berpotensi memperparah keluhan kram dan kesemutan, sehingga penting untuk menyeimbangkannya melalui olahraga, meditasi, atau aktivitas relaksasi lainnya.

4. Kebiasaan Sehari-hari yang Buruk

Tanpa disadari, kebiasaan duduk dengan posisi yang kurang tepat, penggunaan gadget dalam durasi panjang, hingga meja dan kursi yang tidak ergonomis dapat menimbulkan tekanan pada saraf. Akibatnya, kram dan kebas pun mudah muncul. Memperhatikan postur tubuh serta menggunakan perlengkapan yang mendukung posisi tubuh ideal menjadi langkah sederhana untuk membantu mencegah kram, kebas, dan kesemutan.

5. Gangguan Kesehatan Serius

Meski sering dianggap ringan, kram, kebas, dan kesemutan juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, seperti sindrom carpal tunnel atau penyakit saraf tertentu. Jika keluhan berlangsung lama, sering kambuh, atau terasa semakin parah, kondisi ini tidak sebaiknya diabaikan dan perlu dikonsultasikan dengan tenaga medis profesional.

What's On Fimela
NEO rheumacyl NEURO.

Bagi yang masih berusia muda, nyeri yang disertai kram, kebas, dan kesemutan dalam waktu lama merupakan gejala yang patut diperhatikan. Untuk membantu mengurangi keluhan tersebut, perubahan gaya hidup dan pola makan dapat menjadi langkah awal. Namun, ketika nyeri disertai kram, kebas, dan kesemutan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, keluhan bisa diredakan dengan mengonsumsi NEO rheumacyl NEURO, pereda nyeri yang mengandung Ibuprofen dan Vitamin Neurotropik. Kandungan ini membantu meredakan nyeri sehingga aktivitas dapat kembali dijalani tanpa terganggu keluhan 3K: Kram, Kebas, dan Kesemutan. Info lebih lengkap tentang produk langsung saja klik di sini

Apabila gejala terus berulang, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi tubuh.