Fimela.com, Jakarta - Menumbuhkan anak yang mandiri bukanlah proses instan. Dibutuhkan konsistensi, kesabaran, serta dukungan orangtua dalam membentuk kebiasaan positif sejak dini. Anak yang terbiasa mandiri cenderung lebih percaya diri, mampu mengambil keputusan, serta tidak mudah bergantung pada orang lain saat menghadapi tantangan. Kemandirian juga membantu anak belajar mengenal tanggung jawab, mengatur emosi, dan memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang mereka ambil.
Dalam kehidupan sehari-hari, orangtua sebenarnya bisa melatih kemandirian anak melalui aktivitas sederhana di rumah. Mulai dari membiarkan anak memilih pakaiannya sendiri, merapikan mainan, hingga menyelesaikan masalah kecil tanpa langsung dibantu. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini akan membentuk karakter anak secara perlahan namun konsisten, sekaligus melatih keterampilan hidup yang akan berguna hingga dewasa nanti.
Dilansir dari Times of India, terdapat beberapa kebiasaan sederhana yang terbukti membantu anak menjadi lebih mandiri sebelum usia 10 tahun. Berikut ini penjelasannya yang bisa Parents terapkan di rumah.
1. Memberi Anak Kesempatan Membuat Pilihan Sederhana
Memberikan pilihan kecil kepada anak, seperti memilih baju, menentukan camilan, atau memilih buku yang ingin dibaca, dapat melatih kemampuan pengambilan keputusan sejak dini. Saat anak diberi kesempatan memilih, mereka belajar mempertimbangkan opsi dan merasa dihargai pendapatnya.
Kebiasaan ini juga membangun rasa percaya diri karena anak merasa memiliki kendali atas dirinya sendiri. Secara perlahan, anak akan belajar memahami konsekuensi dari pilihannya dan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil.
2. Melatih Anak Mengelola Tugas dan Rutinitas Harian
Mengajak anak membereskan mainan, menyiapkan tas sekolah, menyikat gigi tanpa diingatkan, atau menuang air minum sendiri adalah latihan tanggung jawab yang sangat efektif. Tugas-tugas sederhana ini membantu anak memahami bahwa ada hal-hal yang menjadi tanggung jawab pribadinya, bukan selalu orangtua.
Rutinitas yang konsisten juga menumbuhkan kedisiplinan dan rasa percaya diri. Anak akan merasa bangga karena mampu melakukan sesuatu secara mandiri, sekaligus belajar mengatur waktu dan kebiasaan positif.
3. Mendorong Anak Menyelesaikan Masalah Sendiri
Saat anak menghadapi masalah, seperti mainan rusak atau kebingungan mengerjakan tugas, sebaiknya orangtua tidak langsung memberi solusi. Ajukan pertanyaan seperti, “Menurut kamu, apa yang bisa dilakukan?” agar anak belajar berpikir dan mencari jalan keluar.
Kebiasaan ini melatih kemampuan berpikir kritis, ketahanan mental, dan rasa percaya diri. Anak akan terbiasa menghadapi tantangan tanpa panik dan lebih berani mencoba solusi sendiri.
4. Mengajarkan Tanggung Jawab atas Tindakan
Ketika anak melakukan kesalahan, seperti menumpahkan minuman atau lupa membawa buku, ajarkan untuk bertanggung jawab tanpa menyalahkan secara berlebihan. Ajak anak membersihkan tumpahan atau mengingatkan agar lebih teliti ke depannya.
Dengan begitu, anak belajar bahwa kesalahan adalah hal wajar, namun memperbaiki dan bertanggung jawab adalah hal yang penting. Kebiasaan ini membentuk karakter disiplin, jujur, dan dapat dipercaya.
5. Membiasakan Anak Mengekspresikan Perasaan dan Kebutuhan
Kemandirian tidak hanya soal fisik, tetapi juga emosional. Anak perlu diajarkan untuk mengenali dan mengekspresikan perasaan, menyampaikan kebutuhan, serta meminta bantuan dengan cara yang tepat.
Ketika anak mampu berkomunikasi dengan baik, mereka lebih mudah mengelola emosi, membangun hubungan sehat, dan mengambil keputusan dengan lebih matang. Ini menjadi pondasi penting bagi kemandirian jangka panjang.
Penulis: Siti Nur Arisha