Fakta Unik: Anak Susah Makan? 5 Tips dari Ahli Ini Bikin Waktu Makan Lebih Mudah

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 14 Januari 2026, 10:43 WIB

ringkasan

  • Hindari paksaan dan berikan otonomi pada anak saat makan untuk membangun hubungan positif dengan makanan.
  • Tawarkan makanan baru secara konsisten hingga 15 kali dan jadilah teladan yang baik agar anak mau mencoba.
  • Libatkan anak dalam proses makanan dan ciptakan suasana makan yang menyenangkan tanpa gangguan.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, apakah Anda sering menghadapi tantangan saat si kecil menolak makanan atau hanya memilih-milih jenis tertentu? Fenomena anak susah makan ini adalah masalah umum yang kerap dialami banyak orang tua di seluruh dunia. Namun, jangan khawatir, ada berbagai strategi efektif yang bisa diterapkan untuk mengubah waktu makan menjadi momen yang lebih positif.

Para ahli gizi dan psikolog anak telah merumuskan beberapa tips penting yang berfokus pada pendekatan tanpa tekanan dan memberdayakan anak. Tujuannya adalah membantu mereka mengembangkan hubungan yang sehat dengan makanan sejak dini. Pendekatan ini tidak hanya mengatasi masalah jangka pendek tetapi juga membentuk kebiasaan makan yang baik untuk masa depan.

Dengan menerapkan panduan dari para pakar, Anda dapat menciptakan suasana makan yang menyenangkan dan mengurangi stres baik bagi anak maupun orangtua. Mari kita selami lebih dalam lima tips ahli yang terbukti ampuh untuk membuat waktu makan si kecil menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Bebaskan Tekanan, Beri Si Kecil Kendali Penuh

Anak susah makan kerap membuat orangtua bingung. /copyright: unsplash/rainier ridao

Memaksa anak untuk makan atau menggunakan iming-iming hadiah seringkali menjadi respons alami orangtua yang frustrasi. Namun, strategi ini justru dapat menciptakan asosiasi negatif yang kuat antara anak dengan makanan tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa reaksi orang tua terhadap kebiasaan makan pilih-pilih dapat memiliki efek jangka panjang.

Para ahli menyarankan untuk menerapkan konsep 'makan tanpa tekanan' saat menyajikan hidangan kepada anak. Biarkan mereka memutuskan sendiri berapa banyak yang ingin mereka makan, atau bahkan apakah mereka ingin makan sama sekali dari pilihan sehat yang Anda sediakan. Ini adalah aturan emas untuk menangani pemilih makanan.

Mendorong anak secara berlebihan atau menghukum mereka karena tidak makan dapat membuat mereka aktif membenci makanan yang mungkin sebenarnya mereka sukai. Memberikan otonomi pada anak membantu mereka belajar mengenali sinyal lapar dan kenyang tubuhnya sendiri, sebuah keterampilan penting untuk pola makan yang sehat.

3 dari 6 halaman

Orangtua Sebagai Contoh: Kunci Utama Pola Makan Sehat

Sahabat Fimela, anak-anak adalah peniru ulung. Mereka cenderung meniru perilaku yang mereka lihat dari orang dewasa di sekitar mereka, terutama orang tua. Oleh karena itu, jadilah teladan yang baik dalam hal kebiasaan makan sehat di meja makan.

Makanlah bersama anak-anak dan tunjukkan kenikmatan Anda terhadap berbagai jenis makanan sehat yang bervariasi. Jika anak Anda melihat Anda secara teratur mengonsumsi dan menikmati sayuran atau buah-buahan, seiring waktu, hal itu akan memengaruhi mereka. Ini menunjukkan bahwa makanan tertentu terasa enak.

Menciptakan lingkungan makan keluarga yang positif, di mana semua anggota menikmati makanan sehat, akan secara tidak langsung mendorong anak untuk mencoba dan menerima lebih banyak jenis makanan. Ini adalah cara efektif untuk membentuk kebiasaan makan yang baik tanpa paksaan.

4 dari 6 halaman

Kesabaran Kunci Utama: Tawarkan Makanan Baru Berulang Kali

Jangan mudah menyerah jika anak menolak makanan baru pada percobaan pertama atau kedua, Sahabat Fimela. Ini adalah hal yang sangat wajar dalam proses pengenalan makanan. Dibutuhkan kesabaran dan konsistensi dari pihak orangtua.

Para ahli nutrisi anak menjelaskan bahwa seorang anak mungkin membutuhkan sebanyak 8 hingga 15 kali paparan terhadap makanan baru sebelum selera mereka menerimanya. Jadi, teruslah tawarkan makanan yang sama secara berulang kali tanpa tekanan, bahkan jika sebelumnya mereka menolaknya.

Penyajian yang konsisten ini memungkinkan anak untuk terbiasa dengan tampilan, bau, dan tekstur makanan tersebut. Seiring waktu, rasa ingin tahu mereka mungkin akan tumbuh dan mereka akan lebih bersedia untuk mencicipinya. Kunci utamanya adalah frekuensi dan tanpa paksaan.

5 dari 6 halaman

Ajak Si Kecil Berkreasi di Dapur: Meningkatkan Minat Makan

Melibatkan anak dalam setiap tahapan proses makanan dapat secara signifikan meningkatkan minat mereka untuk mencoba hidangan baru. Mulailah dari perencanaan menu hingga persiapan di dapur. Anak-anak cenderung tidak menolak makanan yang mereka bantu buat sendiri.

Ajak si kecil untuk berbelanja bahan makanan, biarkan mereka memilih beberapa sayuran atau buah yang menarik perhatian mereka. Di dapur, ada banyak tugas sederhana yang cocok untuk balita dengan pengawasan, seperti mencuci sayuran, mengaduk adonan, atau menghitung bahan-bahan.

Rasa kepemilikan dan kontrol atas apa yang mereka makan akan membuat mereka lebih antusias. Pengalaman sensorik saat menyentuh, mencium, dan melihat bahan makanan juga dapat mengurangi rasa takut terhadap hal yang tidak dikenal. Ini adalah cara yang menyenangkan untuk memperkenalkan makanan sehat.

6 dari 6 halaman

Waktu Makan Ceria: Hindari Gangguan dan Buat Menarik

Menciptakan suasana makan yang positif dan bebas gangguan adalah esensial untuk mengatasi anak susah makan, Sahabat Fimela. Waktu makan seharusnya menjadi momen kebersamaan keluarga yang menyenangkan, bukan medan perang.

Hindari semua bentuk gangguan media seperti televisi, tablet, atau ponsel selama waktu makan. Gangguan ini dapat mengalihkan perhatian anak dari makanan dan proses makan. Fokuskan perhatian pada interaksi keluarga dan makanan yang ada di piring.

Buat makanan terlihat menarik dengan menatanya dalam bentuk yang lucu, berwarna-warni, atau menyajikannya dengan saus celup yang disukai anak. Bahkan, membiarkan anak bermain dengan makanan mereka – seperti memindahkan sayuran atau menciumnya – dapat membantu mereka lebih akrab dengan makanan tersebut dan mengurangi keengganan.