Kapan Bayi Siap Makan? Kenali 5 Tanda Utamanya

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 14 Januari 2026, 22:23 WIB

ringkasan

  • Pemberian makanan padat direkomendasikan sekitar usia 6 bulan, tidak sebelum 4 bulan, dengan ASI atau formula sebagai nutrisi utama sebelumnya.
  • Tanda kesiapan fisik meliputi kemampuan duduk tegak, kontrol kepala dan leher yang baik, serta hilangnya refleks dorong lidah.
  • Bayi menunjukkan kesiapan melalui minat pada makanan, koordinasi tangan-ke-mulut yang baik, dan perkembangan genggaman pincer.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, momen memperkenalkan makanan padat atau MPASI adalah fase penting bagi tumbuh kembang si kecil. Namun, kapan waktu yang tepat untuk memulai perjalanan nutrisi ini? Hal ini sangat krusial agar proses transisi berjalan lancar dan aman bagi buah hati Anda.

Umumnya, para ahli kesehatan merekomendasikan untuk mulai memperkenalkan makanan padat sekitar usia 6 bulan. Penting untuk tidak terburu-buru, karena memperkenalkan makanan sebelum 4 bulan tidak disarankan. Kesiapan bayi secara fisik dan perkembangan adalah kunci utama yang harus diperhatikan.

Setiap bayi memiliki ritme perkembangannya sendiri, sehingga tanda-tanda kesiapan bisa bervariasi. Artikel ini akan memandu Sahabat Fimela mengenali indikator penting yang menunjukkan bahwa si kecil siap untuk petualangan rasa pertamanya.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Waktu Ideal dan Pentingnya Kesiapan MPASI

Sangat tidak disarankan untuk memperkenalkan makanan padat sebelum bayi berusia 4 bulan. / Photo by Troy T on Unsplash.

Sahabat Fimela, pertanyaan pertama yang sering muncul adalah 'kapan waktu ideal untuk MPASI?'. Berbagai organisasi kesehatan terkemuka, seperti CDC dan American Academy of Pediatrics, merekomendasikan usia sekitar 6 bulan sebagai waktu yang tepat. Pada usia ini, sistem pencernaan bayi sudah lebih matang dan siap menerima asupan selain ASI atau susu formula.

Selama enam bulan pertama kehidupannya, ASI atau susu formula adalah satu-satunya nutrisi yang dibutuhkan bayi. Namun, antara usia 4 hingga 6 bulan, sebagian besar bayi mulai menunjukkan kesiapan untuk makanan padat. Ini adalah periode transisi yang penting untuk diperhatikan.

Sangat tidak disarankan untuk memperkenalkan makanan padat sebelum bayi berusia 4 bulan. Hal ini karena risiko tersedak lebih tinggi dan sistem pencernaan bayi belum sepenuhnya berkembang. Memperhatikan tanda-tanda kesiapan adalah prioritas utama daripada berpatokan pada usia saja.

3 dari 4 halaman

Tanda Fisik Utama Kesiapan Bayi untuk Makanan Padat

Salah satu tanda yang paling jelas adalah kemampuan duduk. Bayi harus mampu duduk sendiri atau dengan dukungan minimal tanpa merosot. Kemampuan ini menunjukkan kekuatan inti yang cukup untuk menjaga posisi tegak saat makan, mengurangi risiko tersedak.

Selain itu, kontrol kepala dan leher yang baik juga menjadi indikator penting. Bayi harus bisa menahan kepala dan lehernya dengan stabil. Kontrol yang kuat ini menunjukkan bahwa bayi memiliki kekuatan yang diperlukan untuk menelan makanan dengan aman dan efisien.

Perhatikan juga hilangnya refleks dorong lidah. Refleks ini menyebabkan bayi secara otomatis mendorong benda asing keluar dari mulutnya. Ketika refleks ini berkurang, biasanya sekitar usia 4 hingga 6 bulan, bayi dapat menelan makanan padat tanpa mendorongnya keluar, memindahkan makanan dari depan ke belakang lidah untuk ditelan.

4 dari 4 halaman

Minat dan Koordinasi: Indikator Tambahan Kesiapan Bayi

Bayi yang siap MPASI seringkali menunjukkan minat yang kuat pada makanan di sekitarnya. Mereka mungkin membuka mulut saat ditawari makanan atau mencondongkan tubuh ke arah piring Anda. Bahkan, bayi bisa mencoba meraih makanan atau meniru gerakan mengunyah, menunjukkan rasa penasaran mereka terhadap dunia rasa.

Koordinasi tangan-ke-mulut yang baik juga merupakan tanda kesiapan penting. Bayi yang sudah bisa membawa benda ke mulutnya atau mencoba menggenggam benda kecil menunjukkan kemampuan motorik yang berkembang. Ini adalah langkah awal untuk belajar makan sendiri.

Perkembangan genggaman 'pincer' (menjepit dengan ibu jari dan telunjuk) adalah indikator lanjutan bahwa bayi siap mengambil makanan. Selain itu, perhatikan juga tanda tambahan seperti berat badan bayi yang sudah dua kali lipat dari berat lahirnya dan sering merasa lapar di antara waktu menyusui. Namun, selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk keputusan terbaik.