5 Alasan Kenapa Aroma Parfum Bisa Berbeda di Setiap Orang

Ayu Puji LestariDiterbitkan 19 Januari 2026, 13:35 WIB

ringkasan

  • Aroma parfum berbeda karena interaksi unik dengan kimia kulit individu.
  • Faktor seperti pH kulit dan kadar minyak alami memengaruhi aroma parfum.
  • Suhu tubuh dan lingkungan sekitar juga berperan dalam perbedaan aroma.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa aroma parfum yang sama tercium berbeda saat digunakan oleh orang lain? Fenomena ini bukanlah hal yang aneh, melainkan hasil dari interaksi unik antara parfum dan komposisi kimia tubuh masing-masing individu. Mari kita telusuri lebih dalam kenapa aroma parfum bisa berbeda di setiap orang.

Setiap orang memiliki faktor biologis dan eksternal yang memengaruhi bagaimana parfum bereaksi di kulit. Proses ini dikenal dengan istilah skin chemistry atau kimia kulit. Ada beberapa alasan utama yang menjelaskan perbedaan aroma parfum di setiap individu.

Berikut adalah lima alasan mengapa aroma parfum bisa berbeda di setiap orang:

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

1. Faktor Kimia Kulit (Skin Chemistry)

Faktor kimia kulit adalah salah satu penyebab utama perbedaan aroma parfum. Setiap orang memiliki tingkat pH kulit yang berbeda, berkisar antara 4,5 hingga 5,5. Variasi pH ini dapat memengaruhi reaksi senyawa aromatik dalam parfum. Kulit yang lebih asam dapat membuat aroma tertentu menjadi lebih tajam, sedangkan kulit yang lebih basa cenderung menampilkan aroma yang lebih lembut.

Selain itu, kadar minyak alami di kulit juga berperan penting. Kulit berminyak cenderung mempertahankan molekul parfum lebih lama, sehingga aroma terasa lebih kuat. Sementara itu, kulit kering dapat membuat parfum lebih cepat menguap dan aromanya kurang bertahan lama.

3 dari 6 halaman

2. Suhu Tubuh

Suhu tubuh pengaruhi aroma parfum. (Foto dok: Freepik/freepic.diller).

Suhu tubuh seseorang juga memengaruhi aroma parfum. Semakin tinggi suhu tubuh, semakin cepat parfum menguap dan aromanya lebih cepat tercium. Orang dengan suhu tubuh hangat cenderung membuat parfum lebih cepat tercium aromanya. Sebaliknya, pada tubuh yang lebih dingin, aroma parfum berkembang lebih lambat dan bisa bertahan lebih lama.

Oleh karena itu, parfum sering disemprotkan di titik-titik nadi seperti pergelangan tangan dan leher karena area ini memiliki suhu yang lebih hangat, sehingga aroma dapat berkembang dengan baik.

4 dari 6 halaman

3. Aroma Alami Tubuh (Body Odor)

Setiap individu memiliki aroma tubuh alami yang unik, yang merupakan kombinasi dari genetika, pola makan, dan mikrobioma kulit. Ketika parfum diaplikasikan, aroma ini akan bercampur dengan aroma tubuh alami, menghasilkan wangi yang berbeda pada setiap orang.

Kombinasi ini bisa menciptakan wewangian yang harmonis atau justru berbenturan, menghasilkan aroma yang kurang selaras. Oleh karena itu, parfum yang sama bisa tercium sangat berbeda di setiap orang.

5 dari 6 halaman

4. Diet dan Gaya Hidup

Ilustrasi perempuan menyemprotkan parfum. (c) NewAfrica/Depositphotos

Pola makan dan gaya hidup juga memengaruhi aroma tubuh dan reaksi parfum. Makanan pedas atau berlemak dapat memengaruhi bau alami tubuh dan reaksi molekul parfum. Diet sehat yang kaya buah dan sayuran dapat menyeimbangkan kimia tubuh, membantu parfum mempertahankan komposisi aslinya.

Selain itu, konsumsi alkohol dan kafein dapat menyebabkan dehidrasi kulit, yang mengurangi ketahanan parfum. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan agar aroma parfum tetap optimal.

6 dari 6 halaman

5. Lingkungan Sekitar dan Cuaca

Faktor lingkungan seperti suhu, kelembapan, dan kondisi udara juga berperan penting dalam aroma parfum. Di daerah yang panas dan lembap, molekul parfum lebih mudah menguap dan menyebar, sehingga aromanya lebih kuat. Sebaliknya, di iklim dingin atau kering, aroma bisa cepat hilang karena udara kering mempercepat penguapan.

Dengan memahami faktor-faktor ini, kamu dapat memilih parfum yang paling sesuai dengan karakter dan kondisi tubuhmu. Selalu coba parfum langsung di kulit sebelum membeli untuk melihat bagaimana aromanya berkembang.