Trik Jitu Atasi Kecemasan Saat Menitipkan Anak di Daycare

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 20 Januari 2026, 15:43 WIB

ringkasan

  • Kecemasan perpisahan adalah tahap perkembangan normal pada anak usia 10-18 bulan yang menunjukkan ikatan emosional kuat dengan orang tua, namun dapat menimbulkan tantangan saat transisi ke daycare.
  • Persiapan matang sebelum daycare, seperti melatih perpisahan singkat dan mengenalkan lingkungan baru, serta membangun rutinitas positif, sangat efektif mengurangi kecemasan anak.
  • Strategi saat antar-jemput, termasuk ucapan selamat tinggal singkat, penggunaan benda kenyamanan, dan komunikasi terbuka dengan pengasuh, membantu anak merasa aman dan percaya diri di lingkungan daycare.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, momen pertama kali anak masuk daycare seringkali diwarnai tangisan dan kecemasan, baik bagi si kecil maupun orangtua. Fenomena ini dikenal sebagai kecemasan perpisahan atau separation anxiety, sebuah tahap perkembangan alami yang umum terjadi pada anak-anak. Kondisi ini menunjukkan ikatan emosional kuat antara anak dengan pengasuh utamanya dan rasa takut saat berpisah dari mereka.

Kecemasan ini biasanya muncul antara usia 10 hingga 18 bulan dan umumnya mereda saat anak berusia 3 tahun. Meskipun wajar, kecemasan perpisahan dapat menimbulkan tekanan bagi anak dan orangtua, terutama selama masa transisi ke lingkungan penitipan anak. Memahami bagaimana menghadapi kondisi ini sangat penting untuk menciptakan pengalaman daycare yang positif dan minim drama.

Dengan persiapan yang tepat dan strategi yang konsisten, Sahabat Fimela dapat membantu si kecil beradaptasi dengan lingkungan baru. Dilansir dari berbagai sumber, kita akan membahas secara komprehensif cara atasi permasalahan kecemasan yang kerap terjadi saat menitipkan anak di daycare, mulai dari persiapan hingga dukungan berkelanjutan.

2 dari 5 halaman

Mengenal Kecemasan Perpisahan: Tanda dan Penyebabnya

Mengenali tanda-tanda kecemasan perpisahan sangat krusial bagi orangtua dan penyedia layanan penitipan anak. Tanda-tanda umum yang mungkin ditunjukkan anak meliputi menangis berlebihan, perilaku menempel (clingy behavior), dan tantrum saat berpisah. (Foto: Pexels/Naomi Shi)

Kecemasan perpisahan adalah bagian normal dari perkembangan anak, terutama saat balita mulai memahami hubungan mereka dan takut berpisah dari orangtua. Kondisi ini bisa dimulai sejak usia 9 bulan, menandakan bahwa anak telah membentuk keterikatan dan merindukan orang tuanya. Pada dasarnya, kecemasan ini adalah tanda sehat dari ikatan yang kuat antara anak dan pengasuh utamanya.

Mengenali tanda-tanda kecemasan perpisahan sangat krusial bagi orangtua dan penyedia layanan penitipan anak. Tanda-tanda umum yang mungkin ditunjukkan anak meliputi menangis berlebihan, perilaku menempel (clingy behavior), dan tantrum saat berpisah. Anak juga bisa menunjukkan gejala fisik seperti sakit perut atau sakit kepala, serta kegelisahan umum atau keengganan untuk berpartisipasi dalam aktivitas.

Selain itu, tanda-tanda lain yang perlu diwaspadai adalah kekhawatiran berlebihan saat berpisah, ketakutan konsisten akan kehilangan orang tua atau pengasuh, dan kekhawatiran terus-menerus bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi pada mereka. Anak mungkin juga menunjukkan keengganan untuk tidur tanpa orang tua di dekatnya. Jika kecemasan ini berlanjut setelah usia 3 tahun dan mengganggu aktivitas sehari-hari, mungkin ini adalah tanda dari separation anxiety disorder yang memerlukan perhatian lebih.

3 dari 5 halaman

Strategi Persiapan Sebelum Penitipan Anak Dimulai

Mempersiapkan anak jauh sebelum hari pertama daycare dapat sangat membantu mengurangi kecemasan perpisahan. Salah satu langkah penting adalah melatih perpisahan singkat secara bertahap. Mulailah dengan meninggalkan anak bersama kerabat atau teman tepercaya untuk waktu singkat, lalu secara bertahap tingkatkan durasinya seiring kenyamanan anak. Lakukan uji coba singkat selama lima belas hingga dua puluh menit agar anak memahami bahwa Anda akan selalu kembali.

Kunjungan bersama ke tempat penitipan anak juga sangat dianjurkan. Sebelum hari pertama, ajak anak mengunjungi daycare beberapa kali untuk membiasakan mereka dengan lingkungan baru, staf, dan teman-teman. Familiaritas ini dapat membuat transisi terasa kurang menakutkan dan membantu anak merasa lebih nyaman.

Bicarakan tentang daycare dengan bahasa yang positif dan menarik. Jelaskan aktivitas menyenangkan yang akan mereka lakukan dan teman baru yang akan ditemui. Membacakan buku tentang memulai daycare juga dapat membuat konsepnya lebih akrab bagi anak. Selain itu, dorong kemandirian anak dengan melibatkan mereka dalam aktivitas yang membangun kepercayaan diri dan rasa otonomi. Ini bisa termasuk melatih berpisah di luar waktu antar-jemput daycare, misalnya dengan menjadwalkan pertemuan bermain dengan teman di luar rumah.

4 dari 5 halaman

Strategi Efektif Saat Mengantar Anak ke Daycare

Momen antar-jemput adalah waktu krusial untuk mengelola kecemasan perpisahan. Menetapkan rutinitas yang konsisten setiap pagi dapat memberikan rasa aman dan prediktabilitas bagi anak. Rutinitas pagi yang tenang, termasuk sarapan, berpakaian, dan ucapan selamat tinggal yang penuh kasih, membantu anak merasa lebih terkontrol.

Saat tiba waktunya berpisah, ucapkan selamat tinggal secara singkat dan tegas, Sahabat Fimela. Perpisahan yang berlarut-larut justru dapat memperburuk kecemasan anak. Berikan pelukan dan ciuman perpisahan, lalu pergilah dengan percaya diri. Penting juga untuk tidak menyelinap pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal, karena ini dapat merusak kepercayaan anak dan membuat mereka lebih cemas di kemudian hari.

Izinkan anak membawa benda kenyamanan favorit mereka, seperti mainan atau selimut, ke daycare. Benda familiar ini dapat memberikan kenyamanan dan meredakan perasaan cemas saat berpisah. Selain itu, tunjukkan sikap positif dan ceria saat mengantar anak. Anak-anak sangat peka dan cenderung meniru emosi orang tua. Sikap tenang dan percaya diri dari Anda akan meyakinkan anak bahwa mereka aman.

Ciptakan ritual perpisahan yang sederhana dan konsisten, seperti tos atau frasa khusus, yang Anda ikuti setiap kali pergi. Ritual ini akan menjadi familiar dan membuat anak merasa nyaman. Jangan lupa untuk berkomunikasi secara terbuka dengan pengasuh daycare. Beri tahu mereka tentang kekhawatiran atau rutinitas spesifik anak Anda. Kemitraan yang baik dengan staf daycare sangat membantu dalam mengatasi kecemasan perpisahan.

5 dari 5 halaman

Dukungan Berkelanjutan untuk Adaptasi Optimal

Setelah anak mulai masuk daycare, dukungan berkelanjutan sangat penting untuk memastikan adaptasi yang optimal. Pertahankan konsistensi dalam kehadiran anak di daycare. Kehadiran yang teratur membantu anak beradaptasi lebih cepat dengan struktur dan rutinitas. Melewatkan hari dapat mengganggu proses penyesuaian dan memperpanjang kecemasan.

Dorong anak untuk membangun hubungan yang saling percaya dengan pengasuh daycare mereka. Interaksi positif dengan pengasuh dapat membuat anak merasa aman dan diperhatikan bahkan saat Anda tidak ada. Ini juga membantu anak mengembangkan rasa percaya pada orang dewasa lain di luar lingkaran keluarga inti.

Jika Anda ingin memeriksa kondisi anak, hubungi pusat penitipan anak daripada kembali lebih awal. Staf daycare akan dengan senang hati memberikan informasi tentang hari anak Anda. Kembali terlalu cepat dapat membuat perpisahan berikutnya lebih sulit. Terakhir, atasi kecemasan Anda sendiri sebagai orangtua. Anak-anak dapat merasakan kekhawatiran orang tua, yang dapat memengaruhi emosi mereka sendiri tentang perpisahan. Pertahankan sikap positif dan yakin bahwa anak Anda akan baik-baik saja.