Kesalahan Sepele yang Sering Dilakukan Penderita GERD Tanpa Disadari

Hilda IrachDiterbitkan 28 Januari 2026, 17:12 WIB

ringkasan

  • Kesalahan dalam pola makan seperti makan berlebihan dapat memperburuk gejala GERD.
  • Posisi tidur yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko refluks asam.
  • Gaya hidup seperti merokok dan stres berkontribusi pada gejala GERD.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) adalah kondisi yang umum terjadi, namun sering kali diabaikan. Banyak penderita tidak menyadari bahwa kesalahan kecil dalam gaya hidup dan pola makan dapat memperburuk gejala mereka. Apa saja kesalahan sepele yang sering dilakukan? Mari kita simak lebih lanjut.

Penderita GERD sering kali melakukan kesalahan dalam pola makan, posisi tidur, dan gaya hidup yang dapat memperburuk kondisi mereka. Menurut para ahli, modifikasi gaya hidup sangat penting untuk mengelola GERD secara efektif. Dengan memahami kesalahan ini, kita dapat mengambil langkah-langkah untuk menghindarinya dan meningkatkan kualitas hidup.

Berikut adalah beberapa kesalahan sepele yang sering dilakukan penderita GERD tanpa disadari:

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Pola Makan yang Salah

Makan dalam porsi besar atau larut malam adalah salah satu kesalahan umum. Makan terlalu banyak dapat menekan sfingter esofagus bagian bawah (LES), yang menyebabkan refluks asam. Sebaiknya, makanlah dalam porsi kecil dan lebih sering. Hindari juga makan setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum tidur untuk mencegah gejala GERD.

Selain itu, makan terlalu cepat dan tidak mengunyah makanan dengan benar juga dapat memperburuk refluks. Makanlah secara perlahan dan kunyah makanan dengan baik untuk membantu pencernaan. Banyak penderita tidak menyadari bahwa makanan tertentu dapat memicu gejala mereka. Oleh karena itu, mencatat makanan yang dikonsumsi dalam buku harian dapat membantu mengidentifikasi pemicu refluks asam.

3 dari 4 halaman

Posisi Tidur dan Aktivitas Setelah Makan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah berbaring setelah makan. Sebaiknya tunggu setidaknya 2 hingga 3 jam sebelum berbaring atau tidur setelah makan. Berbaring segera setelah makan dapat menyebabkan asam lambung bocor ke kerongkongan. Selain itu, posisi tidur juga penting. Meninggikan kepala tempat tidur dapat membantu mengurangi gejala refluks asam saat tidur.

Tidur telentang juga sebaiknya dihindari. Tidur di sisi kiri dapat membantu mengurangi kemungkinan refluks. Mengatur posisi tidur yang tepat dapat berkontribusi pada pengelolaan gejala GERD.

4 dari 4 halaman

Gaya Hidup Lainnya

Merokok adalah salah satu faktor yang dapat memperburuk GERD. Berhenti merokok dapat meningkatkan fungsi sfingter esofagus dan mengurangi gejala. Selain itu, mengenakan pakaian ketat juga dapat menekan perut dan menyebabkan refluks. Pilihlah pakaian yang nyaman dan tidak membatasi pergerakan.

Berat badan berlebih juga menjadi faktor risiko untuk GERD. Menjaga berat badan yang sehat dapat mengurangi tekanan pada perut dan mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, stres dan kecemasan juga dapat mempengaruhi gejala GERD. Mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi dapat membantu.

Terakhir, penting untuk tidak bergantung pada obat-obatan untuk mengatasi gejala GERD. Meskipun obat-obatan dapat membantu, perubahan gaya hidup yang positif adalah kunci untuk pengelolaan jangka panjang. Jika mengalami gejala mulas yang kronis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.