Cara Tidur yang Tepat agar GERD Tidak Kambuh di Malam Hari: Tips yang Harus Diketahui

Hilda IrachDiterbitkan 28 Januari 2026, 17:12 WIB

ringkasan

  • Tidur miring ke kiri dapat mengurangi gejala GERD hingga 71%.
  • Meninggikan kepala saat tidur membantu menjaga asam lambung tetap di tempatnya.
  • Hindari makan besar sebelum tidur untuk mencegah refluks asam.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, bagi penderita GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), tidur yang nyenyak bisa menjadi tantangan. Gejala GERD seringkali memburuk saat berbaring, sehingga penting untuk mengetahui cara tidur yang tepat agar GERD tidak kambuh di malam hari. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai tips dan posisi tidur yang dapat membantu Anda tidur lebih nyaman.

GERD adalah kondisi di mana asam lambung mengalir kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa tidak nyaman. Posisi tidur yang salah dapat memperburuk gejala ini. Oleh karena itu, mengetahui cara tidur yang tepat sangat penting untuk meningkatkan kualitas tidur Anda. Mari kita simak beberapa tips yang bisa Anda terapkan.

Posisi tidur yang benar dapat membantu mencegah refluks asam. Tidur miring ke kiri adalah salah satu posisi yang paling dianjurkan. Posisi ini membantu menjaga lambung di bawah kerongkongan, sehingga gravitasi dapat mencegah asam lambung naik. Penelitian menunjukkan bahwa tidur miring ke kiri dapat mengurangi paparan asam esofagus hingga 71%. Selain itu, hindari tidur telentang dan tengkurap, karena kedua posisi ini dapat memperburuk gejala GERD.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

1. Posisi Tidur yang Direkomendasikan

Tidur Miring ke Kiri

Tidur miring ke kiri sangat dianjurkan bagi penderita GERD. Posisi ini membantu meminimalkan refluks asam dan meningkatkan kualitas tidur. Saat Anda tidur miring ke kiri, perut Anda berada di bawah kerongkongan, sehingga asam lambung lebih sulit untuk naik kembali.

Meninggikan Kepala dan Tubuh Bagian Atas

Meninggikan kepala tempat tidur juga merupakan strategi yang efektif. Mengangkat tubuh bagian atas sekitar 15-20 cm dapat membantu menjaga asam lambung tetap di tempatnya. Pastikan untuk menggunakan penyangga yang stabil, bukan hanya bantal tambahan, agar posisi tidur lebih nyaman.

Hindari Tidur Telentang dan Tengkurap

Posisi tidur telentang dan tengkurap sebaiknya dihindari. Tidur telentang dapat membuat asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan, sedangkan tidur tengkurap dapat memberi tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah, memperburuk gejala GERD.

3 dari 4 halaman

2. Kebiasaan Makan Sebelum Tidur

Selain posisi tidur, kebiasaan makan juga memengaruhi risiko refluks di malam hari. Hindari makan besar sebelum tidur dan berikan jeda waktu setidaknya tiga jam antara makan malam dan waktu tidur. Ini memberi kesempatan bagi perut untuk mencerna makanan sebelum Anda berbaring.

Hindari juga makanan dan minuman pemicu, seperti makanan berlemak, pedas, cokelat, dan minuman berkafein. Makanan ini dapat memperburuk gejala GERD, sehingga penting untuk memilih makanan yang lebih ramah lambung.

4 dari 4 halaman

3. Gaya Hidup Lainnya

Menjaga berat badan ideal juga sangat penting. Kelebihan berat badan dapat memberi tekanan pada perut, mendorong asam lambung naik ke kerongkongan. Selain itu, berhenti merokok dan mengenakan pakaian longgar dapat membantu mengurangi gejala GERD.

Stres juga dapat memengaruhi produksi asam lambung, jadi penting untuk mengelola stres dengan baik. Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga untuk membantu menjaga kesehatan mental dan fisik Anda.

Dengan menerapkan cara tidur yang tepat agar GERD tidak kambuh di malam hari, Anda dapat menikmati tidur yang lebih nyenyak dan mengurangi gejala yang mengganggu. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala GERD Anda terus berlanjut.