5 Penyakit Mata Bersifat Progresif Ini Mengintai Penglihatanmu

Anisha Saktian PutriDiterbitkan 02 Februari 2026, 08:40 WIB

ringkasan

  • Penyakit mata bersifat progresif adalah kondisi yang memburuk seiring waktu, seringkali tanpa gejala awal yang jelas, sehingga deteksi dini sangat krusial untuk mempertahankan penglihatan.
  • Berbagai penyakit mata progresif seperti Glaucoma, Degenerasi Makula, Retinopati Diabetik, Katarak, dan Keratoconus memiliki pendekatan pengobatan spesifik
  • Gaya hidup sehat, termasuk diet seimbang, olahraga teratur, dan pemeriksaan mata rutin, menjadi fondasi penting dalam mendukung kesehatan mata dan memperlambat progresivitas penyakit.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kesehatan mata merupakan anugerah yang tak ternilai, namun seringkali luput dari perhatian kita. Banyak dari kita tidak menyadari bahwa ada kondisi mata yang secara bertahap memburuk seiring waktu, menyebabkan penurunan fungsi penglihatan yang signifikan. Kondisi inilah yang dikenal sebagai penyakit mata bersifat progresif, di mana penglihatan bisa memudar perlahan tanpa gejala awal yang jelas.

Penyakit mata progresif adalah kondisi yang cenderung memburuk seiring waktu, menyebabkan penurunan fungsi penglihatan secara bertahap. Perkembangan penyakit ini dapat dihentikan atau diperlambat melalui pengobatan, meskipun dalam beberapa kasus, pengobatan hanya dapat memperlambat progresinya. Deteksi dini memegang peranan krusial dalam upaya mempertahankan penglihatan, karena banyak penyakit mata progresif berkembang tanpa gejala awal yang jelas dan seringkali baru disadari saat sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penanganan penyakit mata progresif bertujuan untuk memperlambat perkembangan penyakit, mengelola gejala, dan mempertahankan penglihatan. Berbagai jenis penyakit mata progresif memiliki pendekatan pengobatan yang spesifik, mulai dari penggunaan tetes mata, terapi laser, hingga pembedahan, serta perubahan gaya hidup yang mendukung kesehatan mata secara keseluruhan. Pemeriksaan mata rutin sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia lanjut atau riwayat diabetes.

What's On Fimela
2 dari 6 halaman

Glaucoma: Ancaman Senyap Saraf Optik

Glaucoma adalah sekelompok kondisi mata yang merusak saraf optik, seringkali disebabkan oleh tekanan tinggi yang tidak normal di dalam mata. Kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan permanen jika tidak terdeteksi dan diobati sejak dini.

Pengobatan glaucoma seringkali dimulai dengan tetes mata resep yang bekerja dengan mengurangi pembentukan cairan atau meningkatkan alirannya untuk menurunkan tekanan mata. Terapi laser juga dapat menjadi strategi efektif untuk memperlambat perkembangannya dengan meningkatkan aliran cairan di mata. Untuk kasus yang lebih lanjut, pembedahan incisional seperti trabeculectomy atau implan drainase glaucoma mungkin direkomendasikan, meskipun memiliki risiko pasca operasi yang lebih tinggi.

Selain intervensi medis, perubahan gaya hidup juga berperan penting. Mengonsumsi makanan sehat kaya antioksidan, berolahraga teratur untuk meningkatkan aliran darah ke mata, menjaga hidrasi, dan berhenti merokok dapat membantu melindungi saraf optik dan mencegah glaucoma memburuk.

3 dari 6 halaman

Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD): Ketika Penglihatan Sentral Memudar

Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD) adalah penyebab utama kehilangan penglihatan dan kebutaan pada orang berusia 65 tahun ke atas, dan merupakan penyakit progresif yang memburuk seiring waktu.

Untuk Dry AMD, bentuk yang lebih umum, saat ini belum ada obatnya, namun suplemen nutrisi khusus seperti vitamin C, E, lutein, seng, dan zeaxanthin dapat memperlambat perkembangannya. Obat penghambat komplemen yang disuntikkan langsung ke mata juga telah disetujui untuk memperlambat atrofi geografis, bentuk dry AMD stadium akhir. Terapi sel punca juga menjadi harapan untuk mengganti sel yang rusak.

Wet AMD, bentuk yang lebih parah, diobati dengan obat anti-VEGF yang disuntikkan ke mata secara teratur untuk memblokir protein penyebab pertumbuhan pembuluh darah abnormal. Terapi fotodinamik dan fotokoagulasi laser juga digunakan untuk menghancurkan pembuluh darah yang bocor, sementara terapi gen menjanjikan alternatif untuk suntikan berkelanjutan.

4 dari 6 halaman

Retinopati Diabetik: Komplikasi Diabetes pada Mata

Retinopati diabetik adalah komplikasi diabetes yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan jika tidak diobati, dan merupakan kondisi progresif yang memburuk secara bertahap.

Manajemen gula darah yang ketat adalah lini pertama pengobatan untuk retinopati diabetik, termasuk kontrol intensif glikemik, tekanan darah, dan lipid darah. Injeksi intraokular dengan obat anti-VEGF atau steroid dapat membantu mengurangi pembengkakan makula dan memperlambat kehilangan penglihatan.

Terapi laser, seperti panretinal photocoagulation (PRP) untuk retinopati diabetik proliferatif atau laser fokal/grid untuk menyegel pembuluh darah yang bocor, juga merupakan pilihan. Dalam kasus lanjut, pembedahan seperti vitrectomy mungkin diperlukan untuk memperbaiki retina yang terlepas atau mengangkat jaringan parut.

5 dari 6 halaman

Katarak dan Keratoconus: Penyakit Mata Progresif Lainnya

Katarak adalah pengentalan lensa mata yang menyebabkan penglihatan menjadi kabur dan redup, serta merupakan penyebab utama kehilangan penglihatan pada orang di atas usia lima puluh. Meskipun katarak adalah kondisi progresif, pembedahan adalah satu-satunya pilihan efektif untuk menghilangkannya, dengan mengganti lensa yang keruh dengan lensa intraokular (IOL) buatan. Pembedahan katarak tradisional maupun laser kini memungkinkan akurasi tinggi dan pemulihan cepat.

Keratoconus adalah kelainan kornea progresif di mana kornea menipis dan menonjol menjadi bentuk kerucut, menyebabkan penglihatan terdistorsi dan kabur. Pada tahap awal, kacamata dan lensa kontak dapat membantu. Prosedur Corneal Cross-Linking (CXL) melibatkan tetes riboflavin dan sinar ultraviolet untuk memperkuat kornea, menghentikan perkembangan keratoconus, dan berpotensi menghindari transplantasi kornea. Dalam kasus yang parah, transplantasi kornea mungkin diperlukan.

6 dari 6 halaman

Pentingnya Deteksi Dini dan Pemeriksaan Rutin

Ilustrasi mata. (dok. Mohammad O Siddiqui/Unsplash)

Mengingat sifat progresif dari berbagai kondisi mata ini, deteksi dini memegang peranan krusial dalam upaya mempertahankan penglihatan. Banyak penyakit mata bersifat progresif dan berkembang tanpa gejala awal yang jelas, sehingga seringkali baru disadari saat sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan mata rutin sangat disarankan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti usia lanjut, riwayat diabetes, atau paparan layar digital tinggi. Dengan pemeriksaan rutin, dokter dapat memantau kesehatan mata dan merekomendasikan penanganan yang tepat sedini mungkin untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit.