Pecinta Fashion Lokal Wajib Tahu! The Canopy Room Jakarta Hadir dengan Kurasi Terpilih

Siti Nur ArishaDiterbitkan 27 Februari 2026, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Di tengah banyaknya pilihan tempat belanja fashion saat ini, The Canopy Room hadir dengan pendekatan yang terasa lebih dekat dan personal. Ruang multi-brand ini tidak hanya menampilkan deretan produk, tetapi juga membawa cerita, proses kreatif, dan identitas dari para desainer lokal Indonesia ke hadapan pengunjung. Apabila Sahabat Fimela datang ke sini rasanya seperti diajak mengenal siapa pembuatnya, bagaimana prosesnya, dan apa makna di balik setiap koleksi.

The Canopy Room dibangun dari kecintaan pada fashion craftsmanship dan storytelling. Karena itu, setiap brand yang hadir tidak dipilih semata karena tampilannya menarik, tetapi juga karena nilai dan visi yang dibawa. Pengunjung tidak hanya melihat pakaian atau aksesori sebagai ready-to-wear, melainkan sebagai karya yang punya perjalanan dan pemikiran di belakangnya. 

Nama canopy dipilih sebagai simbol ruang teduh—tempat ide dan kreativitas bisa tumbuh bersama. Di bawah satu atap, pengunjung dapat menemukan berbagai desainer lokal, baik yang baru merintis maupun yang sudah dikenal, dengan benang merah yang sama seperti menciptakan fashion yang autentik dan punya karakter kuat.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Ruang Bertemunya Komunitas

The Canopy Room tidak hanya diposisikan sebagai retail space, tetapi juga ruang pertemuan bagi komunitas kreatif. Di sinilah percakapan, pertukaran ide, hingga kolaborasi bisa terjadi secara alami. (foto/dok: the canopy room)

The Canopy Room tidak hanya diposisikan sebagai retail space, tetapi juga ruang pertemuan bagi komunitas kreatif. Di sinilah percakapan, pertukaran ide, hingga kolaborasi bisa terjadi secara alami. Konsep ini membuat The Canopy Room menjadi penghubung antara kreator dan audiensnya, sekaligus ikut mendorong perkembangan industri fashion lokal.

Creative Director The Canopy Room, Anita Anastasia, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta dengan cerita yang kuat. Melalui The Canopy Room, ia ingin menghadirkan ruang yang tidak sekadar menjual produk, tetapi juga membangun apresiasi terhadap proses kreatif. Setiap brand partner dikurasi dengan teliti—memastikan nilai keberlanjutan, keaslian, dan kualitas craftsmanship menjadi dasar kolaborasi. The Canopy Room juga berperan sebagai storyteller yang membantu menyampaikan visi tiap brand kepada orang yang tepat.

Kurasi Brand Lokal dengan Nilai yang Jelas

Salah satu hal yang membuat The Canopy Room menonjol adalah proses kurasinya. Brand yang hadir dipilih dengan pertimbangan matang, mulai dari kualitas produk, konsistensi desain, hingga cerita di baliknya. Pendekatan ini membuat pengunjung lebih mudah menemukan fashion lokal yang benar-benar sesuai dengan gaya dan nilai yang mereka cari.

Beberapa brand yang berkolaborasi di antaranya Renoa, Objects of Bentala, Rona Studio, Dare Label, Isoos Studio, Saint x Sinner, Merlot, dan Aloes. Koleksi yang ditawarkan pun beragam, memadukan gaya modern dengan kualitas material dan detail yang diperhatikan dengan serius.

 

3 dari 3 halaman

Pengalaman Belanja yang Lebih Personal untuk Perempuan Urban

Melalui kurasi yang rapi, konsumen dapat menemukan pilihan fashion yang menjembatani kebutuhan praktis dengan sentuhan eksklusif dan nilai craftsmanship. (foto/dok: the canopy room)

The Canopy Room menujukan untuk perempuan urban usia 25–45 tahun yang mencari produk fashion dengan kualitas baik, desain kuat, dan tetap relevan dengan keseharian mereka. Melalui kurasi yang rapi, konsumen dapat menemukan pilihan fashion yang menjembatani kebutuhan praktis dengan sentuhan eksklusif dan nilai craftsmanship.

Suasana ruangnya dirancang agar nyaman dan tidak terasa terburu-buru. Pengunjung bisa melihat koleksi dengan lebih leluasa, membaca cerita brand, hingga mempertimbangkan brand pilihan mereka. 

Melalui kehadirannya, The Canopy Room mengajak masyarakat melihat fashion sebagai sesuatu yang lebih dari tren. Setiap koleksi membawa cerita, identitas budaya, dan sudut pandang kreatornya. Harapannya, setiap pembelian menjadi bentuk dukungan nyata bagi perkembangan industri kreatif lokal.

Penulis: Siti Nur Arisha