Clash de Cartier Perkenalkan Perhiasan Emas Kuning dengan Desain Lebih Ekspresif

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 02 Maret 2026, 18:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Cartier telah resmi meluncurkan koleksi terbaru mereka dengan menghadirkan kalung dan gelang emas kuning yang sebelumnya hanya tersedia dalam versi rose gold. Kali ini, Cartier merancang rangkaian perhiasan yang sepenuhnya fleksibel guna menghadapi tantangan terhadap geometri khas Clash de Cartier. Hasilnya, perhiasan memiliki karakter kuat dan menarik perhatian.

Koleksi ini dibuat dengan dua teknik. Teknik pertama berasal dari tradisi perhiasan klasik bernama lost-wax casting, sementara teknik kedua mengandalkan mesin dengan presisi tinggi untuk membuat detail yang lebih maksimal.

Melalui metode dengan presisi tinggi ini, dalam satu perhiasan bisa dirakit hingga 600 komponen. Setiap elemen dibuat dengan ketelitian tinggi agar nyaman saat digunakan. Seluruh bagian aksesoris kemudian dipoles kembali secara manual, menciptakan konstruksi yang cermat dan terhubung satu sama lain.

Meski saling tersambung, setiap bagian tetap bisa bergerak dengan bebas. Gerakan halus ini menciptakan getaran kecil bahkan berbunyi yang secara khusus dirancang, diuji, dan dioptimalkan selama mengembangkan koleksi Clash de Cartier.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Warna, Volume, dan Detail Koleksi Terbaru Clash de Cartier

Kehadiran koleksi ini, diperkaya oleh warna-warna seperti agate merah dan hijau yang diwarnai pink chalcedony dan onyx (Sumber: Cartier)

Sebagai salah satu koleksi ikonik dengan ciri khas anyaman bertabur stud, Clash de Cartier terus memperluas desainnya secara kreatif. Kali ini, eksplorasinya diwujudkan dengan kehadiran batu berwarna onyx, volume yang lebih besar sehingga terlihat berani, serta opsi pemakaian yang bisa disesuaikan. Kehadiran koleksi ini, diperkaya oleh warna-warna seperti agate merah dan hijau yang diwarnai pink chalcedony dan onyx. Batu-batu tersebut memberikan dimensi visual baru tanpa menghilangkan karakter tegas identitas Clash de Cartier.

Rangkaian manik batu dikelilingi dengan stud rose gold untuk menegaskan volume bentuk cincin, liontin, dan anting. Setiap elemen disamakan hingga presisi milimeter untuk mengikuti standar ukuran serta gradasi warna yang ketat demi hasil harmoni visual yang optimal. 

Manik-manik dilubangi lalu dipasang menggunakan paku clou de Paris agar terkunci. Proses kompleks ini membutuhkan metode penguncian mekanis dan penyesuaian secara manual sehingga menuntut presisi tinggi, menghasilkan perhiasan ini memiliki jumlah komposisi dua kali lebih banyak dibandingkan versi emas polos.

 

3 dari 4 halaman

Berbagai Cara Memakai Koleksi Clash de Cartier

Setiap perhiasan dirancang untuk mempertahankan kebebasan gerak tanpa mengorbankan struktur (Sumber: Cartier)

Dalam koleksi terbaru ini, Clash de Cartier tampil lebih besar dengan stud onyx yang telah ditingkatkan. Detail ini memberikan sentuhan soft pada gelang, kalung, dan cincin tiga jari yang fleksibel berbahan emas kuning. 

Setiap perhiasan dirancang untuk mempertahankan kebebasan gerak tanpa mengorbankan struktur. Fleksibilitas ini menjadi highlight penting dari pengalaman saat mengenakan Clash de Cartier, sekaligus menegaskan keseimbangan antara estetika dan fungsi.

Sepanjang tradisi perhiasan Cartier, anting Clash de Cartier dalam warna gold rose atau white gold hadir dengan dua garis fleksibel. Desain ini dapat merubah penampilan sesuai dengan cara pemakaiannya. Anting bisa dikenakan dengan garis di bagian depan dan belakang telinga atau hanya di bagian depan saja. Fungsi ini menciptakan variasi visual yang berbeda tanpa perlu mengubah satu desain utama.

 

4 dari 4 halaman

Sejarah Warisan Koleksi Clash de Cartier

Koleksi Clash de Cartier mengguncang warisan estetika tersebut dengan cara baru (Sumber: Cartier)

Sahabat Fimela, sejak awal abad ke-20, Cartier telah dikenal berani memainkan mode perhiasan tradisional dengan mengadopsi kosakata yang unik dan kerap terinspirasi dari dunia industri. Pendekatan kreatif ini menjadi pionir dalam keberhasilannya pada dekade 1920-an dan 1930-an.

Pada periode tersebut, stud dan clous carrés menghiasi jam tangan dan aksesoris, sementara tumpukan manik menjadi highlight dunia perhiasan karena volumenya yang menonjol. Elemen-elemen ini membentuk pondasi visual yang terus berkembang sampai saat ini.

Koleksi Clash de Cartier mengguncang warisan estetika tersebut dengan cara baru. Perpaduan anyaman yang kuat menjadi motif ciri khas Cartier hingga menciptakan bahasa perhiasan yang berbeda dan bisa dengan mudah dikenali. Clash de Cartier mendongkrak visual kreatif yang memadukan kemewahan dengan fungsi, sebuah ekspresi modern dari identitas Cartier yang terus berkembang.