Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Ibu yang bekerja seringkali merasa burnout. Burnout merupakan suatu kondisi ketika mental dan fisik merasa kelelahan yang disebabkan oleh stres berkepanjangan. Bersamaan dengan itu, kelelahan yang dirasakan secara berturut-turut juga berdampak negatif terhadap aktivitas sehari-hari. Burnout dapat menjadi berbahaya apabila terjadi setiap saat dan tanpa henti.
Di sisi lain, di lansir dari helenataylorclinic.com, burnout akan mempengaruhi keadaan working moms karena dapat mempengaruhi profesionalisme dalam bekerja. Working moms mungkin mempunyai risiko besar mengalami burnout yang disebabkan dengan banyaknya pekerjaan. Salah satu faktornya adalah tekanan pekerjaan dan kurangnya ruang untuk diri sendiri.
Gejala umum working moms yang mengalami burnout adalah merasa kehiangan minat terhadap hal atau kegiatan yang disukai. Merasa jenuh berkepanjangan dan hilangnya motivasi juga menjadi ciri-ciri working moms yang mengalami burnout. Bahkan yang lebih paranya, burnout juga dapat menyebabkan penyakit fisik seperti sakit kepala. Apakah salah satu gejala burnout sedang dialami Sahabat Fimela? Mari simak bagaimana tips untuk meredakan burnout bagi working moms.
Solusi Meredakan Burnout bagi Working Moms
1. Gunakan waktu istirahat sebagai sarana produktivitas
Kebanyakan dari working moms menyadari bahwa istirahat sebagai waktu libur bekerja. Hal ini merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkann fokus, kreativitas, dan problem-solving. Ketika memilih untuk beristirahat dari rutinitas, working moms dapat menjadi lebih produktif. Selama istirahat dari berbagai aktivitas, working moms dapat melakukan mindful breathing yang bertujuan untuk menenangkan tubuh ditengah kesibukan bekerja.
2. Membuat skala prioritas
Dengan membuat daftar prioritas, pekerjaan yang dilakukan oleh working moms menjadi lebih terorganisir. Contoh, membuat skala prioritas seluruh pekerjaan, dimulai dengan membuat daftar pekerjaan dalam satu hari. Selain itu, working moms juga dapat menggunakan bantuan aplikasi, seperti task list dan reminders. Dengan tips tersebut, working moms dapat bekerja dengan cerdas, bukan bekerja dengan keras.
3. Temukan support system yang tepat
Working moms tentu saja memerlukan support system yang dapat membantu untuk mengatasi burnt out. Support system yang dibutuhkan working moms bisa dari keluarga, sahabat, rekan kerja, bahkan medical help. Medical help ini dibutuhkan apabila burnout yang dialami oleh working moms mempengaruhi kesehatan seperti insomnia dan mood swings.
4. Menerapkan mindfulness melalui journaling
Working moms dapat melakukan refleksi diri yang dimulai dengan morning mindfulness ritual. Sebelum memulai rutinitas bekerja, mari tarik nafas secara dalam-dalam dan menulis gratitude journal selama 5 menit. Journaling dapat membantu menenangkan suasana hati dan mengurangi anxiety.
5. Melakukan olahraga secara teratur
Kesehatan mental working moms juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik. Dengan berolahraga secara rutin, working moms yang merasa burnout dapat teratasi. Jika tidak memiliki waktu untuk berolahraga diluar, working moms dapat melakukan latihan fisik sederhana di rumah.
Tekanan yang dihadapi oleh working moms dapat memicu burnout yang mana berdampak negatif terhadap pekerjaan dan kehidupan sehari-hari. Mari mengambil jeda sejenak dan memberi ruang untuk working moms agar tidak mengalami lelah berkepanjangan atau burnout. Working moms dapat memberikan prioritas tanpa harus mengorbankan kesehatan mental mereka.