Fimela.com, Jakarta - Tidak semua orang akan memperlakukan kita dengan respek. Ada kalanya kita diremehkan, dipandang sebelah mata, atau dianggap tidak mampu hanya karena kita tidak banyak bicara, terlalu sabar, atau tidak suka pamer pencapaian. Namun, seiring waktu, saya belajar satu hal penting: orang cenderung berhenti merendahkan kita ketika sikap kita menunjukkan bahwa kita tahu nilai diri kita.
Sahabat Fimela, dihargai bukan soal seberapa keras kita membela diri, melainkan seberapa jelas kita menunjukkan batas dan kualitas diri. Berikut empat sikap yang membuat orang berpikir dua kali sebelum meremehkanmu.
1. Tegas tanpa Agresif
Ketegasan sering disalahartikan sebagai sikap keras atau galak. Padahal, tegas artinya jelas. Jelas dengan pendapat, jelas dengan batasan, dan jelas dengan apa yang bisa serta tidak bisa kita toleransi.
Orang yang tegas tidak perlu meninggikan suara untuk didengar. Ia tidak perlu menyerang untuk membuat orang lain mundur. Ia hanya menyampaikan sikapnya dengan tenang, tetapi tidak goyah.
Ketika seseorang mencoba merendahkan, ia tidak terpancing emosi berlebihan. Ia cukup mengatakan, “Saya tidak nyaman dengan cara bicara seperti itu,” atau “Saya punya pandangan berbeda, dan saya menghargai jika itu juga dihargai.”
Kalimat sederhana seperti itu punya dampak besar. Pesannya jelas: kamu tidak bisa memperlakukan saya sembarangan.
Banyak orang berani meremehkan karena merasa lawannya tidak akan bereaksi atau terlalu takut kehilangan hubungan. Ketika kamu menunjukkan bahwa kamu bisa tetap sopan namun tetap berdiri pada posisimu, orang akan belajar bahwa kamu bukan sosok yang mudah diperlakukan seenaknya.
Ketegasan juga berarti konsisten. Jika hari ini kamu membiarkan dirimu diremehkan, lalu besok marah besar, orang akan bingung membaca sikapmu. Tapi ketika kamu konsisten menjaga batas, orang akan menyesuaikan perilakunya.
2. Tidak Haus Pengakuan
Sikap kedua yang membuat orang segan merendahkanmu adalah ketika kamu tidak terlihat haus validasi. Orang yang terlalu ingin disukai cenderung lebih mudah diremehkan, karena ia sering mengorbankan pendirian demi diterima.
Saat kamu tidak sibuk mencari tepuk tangan, kamu memancarkan kepercayaan diri yang stabil. Kamu tidak perlu membuktikan diri di setiap percakapan. Kamu tidak merasa harus menanggapi setiap komentar miring. Kamu tahu siapa dirimu, dan itu cukup.
Ini bukan berarti kamu anti kritik. Justru sebaliknya. Kamu terbuka pada masukan, tetapi tidak membiarkan opini orang lain menentukan harga dirimu.
Sahabat Fimela, orang yang tahu nilainya tidak perlu menjelaskan dirinya secara berlebihan. Ia tidak terpancing untuk membela diri pada komentar yang jelas meremehkan. Ia cukup tersenyum tipis atau mengalihkan pembicaraan. Respons yang tenang sering kali lebih kuat daripada debat panjang.
Ketika seseorang melihat bahwa upayanya untuk menjatuhkanmu tidak memengaruhi sikapmu, ia akan kehilangan motivasi untuk melanjutkan. Karena pada dasarnya, merendahkan orang lain sering kali adalah cara untuk mencari reaksi. Jika reaksi itu tidak didapat, permainan itu berhenti.
3. Kompeten dan Terus Bertumbuh
Tidak semua orang harus tahu prosesmu. Tetapi hasil kerja yang konsisten akan berbicara dengan sendirinya.
Kompetensi adalah salah satu pelindung terbaik dari sikap meremehkan. Ketika kamu menunjukkan kualitas melalui tindakan, bukan sekadar kata-kata, orang akan berhati-hati sebelum meragukanmu.
Ini bukan tentang menjadi sempurna. Ini tentang keseriusan menjalani apa yang kamu pilih. Entah itu pekerjaan, peran dalam keluarga, pertemanan, atau proyek pribadi, ketika kamu melakukannya dengan tanggung jawab, orang akan melihat standar yang kamu pegang.
Orang mungkin masih punya opini, tetapi mereka tidak bisa sembarangan meremehkan ketika rekam jejakmu jelas. Bahkan jika ada yang mencoba, lingkungan sekitar biasanya akan menilai sendiri berdasarkan apa yang sudah kamu lakukan.
Yang menarik, kompetensi juga membangun kepercayaan diri dari dalam. Kamu tidak mudah goyah oleh komentar negatif karena kamu tahu kapasitasmu. Kamu mungkin masih belajar, masih berkembang, tetapi kamu sadar bahwa kamu tidak kosong.
Sikap ini membuatmu tidak perlu membalas ejekan dengan pembuktian emosional. Kamu cukup terus bekerja dan membiarkan hasilnya menjawab.
4. Tenang dalam Tekanan
Sikap terakhir yang sangat kuat adalah kemampuan untuk tetap tenang saat ditekan atau diremehkan. Banyak orang merendahkan untuk melihat reaksi. Mereka ingin melihatmu tersinggung, marah, atau kehilangan kendali.
Ketika kamu justru tetap tenang, kamu membalikkan situasi. Kamu menunjukkan bahwa harga dirimu tidak mudah disentuh oleh kata-kata sembarangan.
Tenang bukan berarti tidak punya perasaan. Kamu tetap bisa merasa tidak nyaman, marah, atau kecewa. Tetapi kamu tidak membiarkan emosi itu menguasai responsmu. Kamu memilih waktu dan cara yang tepat untuk menyikapi.
Dalam banyak situasi, respons yang paling kuat bukanlah serangan balik, melainkan kontrol diri. Orang yang mampu mengendalikan diri memberi sinyal bahwa ia tidak mudah dipancing. Dan orang yang sulit dipancing jarang dijadikan sasaran.
Sahabat Fimela, ketenangan juga mencerminkan kedewasaan. Ketika kamu tidak terburu-buru membuktikan diri atau membalas komentar sinis, kamu menunjukkan bahwa kamu tidak sedang berkompetisi untuk diakui. Kamu hanya menjalani hidupmu dengan standar yang kamu yakini. Dan percayalah, orang bisa merasakan stabilitas itu.
Membuat orang tidak berani merendahkanmu bukan tentang menjadi sosok yang ditakuti. Ini tentang menjadi pribadi yang jelas, stabil, dan tahu nilai diri. Kamu tidak perlu menjadi keras. Tidak perlu selalu melawan. Tetapi kamu perlu menunjukkan bahwa kamu menghargai dirimu sendiri.
Ketika kamu tegas tanpa agresif, tidak haus pengakuan, terus mengasah kompetensi, dan mampu tetap tenang dalam tekanan, kamu mengirim pesan yang kuat: saya tahu siapa saya.
Orang mungkin tetap berbeda pendapat. Itu wajar. Namun mereka akan berpikir dua kali sebelum meremehkan, karena mereka tahu kamu bukan pribadi yang bisa diperlakukan sembarangan.
Menghargai diri sendiri memang tidak selalu membuat semua orang menyukaimu. Tetapi itu akan membuat orang yang tepat menghormatimu. Dan pada akhirnya, itu jauh lebih penting.