10 Tips Jitu Untuk Balita Belajar Bicara

Adinda Tri WardhaniDiterbitkan 12 Februari 2026, 10:02 WIB

ringkasan

  • Membangun fondasi komunikasi sejak dini melalui interaksi dua arah, kontak mata, dan bahasa tubuh positif sangat krusial untuk perkembangan bicara balita.
  • Perkaya kosakata anak dengan berbicara jelas, menarasikan aktivitas, dan mengajukan pertanyaan terbuka untuk mendorong ekspresi verbal mereka.
  • Manfaatkan waktu bermain dan membaca buku, dorong anak mengungkapkan perasaan, serta berikan apresiasi dan jadilah pendengar yang baik untuk stimulasi bicara yang optimal.

Fimela.com, Jakarta - Mengajak balita berbicara bukan sekadar mengisi keheningan, melainkan sebuah investasi berharga untuk masa depannya. Percakapan yang terjalin dengan si kecil mengajarkan mereka tentang bahasa, empati, serta menumbuhkan rasa ingin tahu yang besar. Ini juga merupakan cara efektif untuk melatih komunikasi yang saling menghormati, seperti mendengarkan dan menunggu giliran berbicara.

Komunikasi adalah fondasi yang fundamental, dan perkembangannya dimulai sejak bayi lahir. Untuk menumbuhkan keterampilan ini, anak membutuhkan lingkungan yang aman dan hubungan yang kuat dengan orang tuanya. Oleh karena itu, komunikasi yang baik dan responsif sangat penting bagi perkembangan optimal mereka.

Sahabat Fimela, jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mendukung tumbuh kembang si kecil. Dalam artikel ini, kami akan membagikan 10 tips jitu yang bisa Anda terapkan untuk mendorong balita Anda berbicara lebih aktif dan lancar.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Membangun Fondasi Komunikasi Efektif Sejak Dini

Untuk mengembangkan kosakata balita, bicaralah dengan jelas kepada anak Anda dan jadilah model bicara yang baik. (Foto: Unsplash.com/Anita Jankovic).

Membangun komunikasi yang efektif dengan balita dimulai sejak dini, bahkan sejak mereka lahir. Penting untuk melibatkan komunikasi dua arah, di mana Anda tidak hanya memberitahu apa yang terjadi, tetapi juga memperhatikan sinyal non-verbal, suara, dan tangisan mereka. Berikan waktu bagi anak untuk merespons dan tunjukkan bahwa Anda berusaha memahami apa yang mereka komunikasikan.

Cobalah untuk memperlambat tempo saat berbicara dengan balita Anda. Anak-anak belajar bahasa dalam situasi sehari-hari, dan aktivitas rutin adalah waktu terbaik untuk berinteraksi dengan mereka. Selain itu, berjongkok atau turunkan diri Anda ke posisi sejajar dengan anak saat berbicara. Hal ini membuat anak merasa 'setara' dan lebih terbuka untuk mengungkapkan sesuatu, sekaligus membantu mereka fokus pada Anda.

Saat berkomunikasi, tunjukkan bahasa tubuh yang positif, seperti menatap mata anak, tersenyum, atau menggunakan gerakan tangan. Kontak mata sangat penting karena membuat anak merasa diperhatikan dan dihargai. Bahasa tubuh yang tepat, senyuman, dan intonasi suara yang sesuai akan sangat efektif membantu anak menangkap maksud perkataan Anda.

3 dari 4 halaman

Mengembangkan Kosakata dan Ekspresi Bahasa Balita

Untuk mengembangkan kosakata balita, bicaralah dengan jelas kepada anak Anda dan jadilah model bicara yang baik. Hindari penggunaan "bahasa bayi" yang salah; sebaliknya, tanggapi ucapan mereka dengan penggunaan kata yang tepat. Misalnya, jika anak menunjuk anjing dan berkata "guk", Anda bisa merespons, "Iya, Nak. Itu anjing warna cokelat. Lucu, ya?". Sering mengajak anak bicara seperti layaknya bicara dengan orang dewasa akan memperkaya perbendaharaan kosakata mereka.

Narasikan aktivitas yang sedang Anda berdua lakukan. Ceritakan apa yang Anda lihat atau rasakan. Kemudian, kembangkan ucapan anak dengan mengulangi apa yang mereka katakan untuk menunjukkan bahwa Anda mengerti, lalu tambahkan detail pada kalimat mereka. Contohnya, jika anak berkata "bola", Anda bisa mengatakan, "Itu bola merah besarmu."

Ajukan pertanyaan terbuka yang membutuhkan lebih dari sekadar jawaban "ya" atau "tidak", seperti "Apa bagian favoritmu hari ini?" atau "Apa yang akan kamu lakukan besok?". Selain itu, berikan anak pilihan untuk mendorong mereka menggunakan bahasa untuk menunjukkan keinginan dan kebutuhan mereka, misalnya, "Apakah kamu mau apel atau pisang?". Ini akan meningkatkan keterlibatan mereka dalam percakapan.

4 dari 4 halaman

Stimulasi Melalui Interaksi dan Apresiasi Positif

Waktu bermain adalah cara ampuh untuk merangsang anak berbicara. Anda bisa membacakan dongeng, bermain dengan flash card, atau puzzle. Buku juga merupakan pemicu percakapan yang hebat; ajukan pertanyaan tentang apa yang Anda lihat di buku, seperti "Lihat! Anjing! Anjing bilang apa?". Pilih mainan yang mendorong permainan terbuka seperti balok dan bola, daripada mainan yang terlalu banyak berbicara atau menyala sendiri, karena mainan sederhana lebih memicu percakapan dua arah.

Dorong anak untuk membicarakan perasaan dan pikirannya, tidak hanya hal yang menyenangkan tetapi juga perasaan yang kurang baik seperti sedih, malu, atau kecewa. Ini membantu mereka meregulasi emosi. Gunakan pemicu percakapan untuk membantu balita mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi mereka, seperti "Bagaimana perasaanmu saat dipeluk?" atau "Apa yang membuatmu takut?".

Berikan apresiasi dan jadilah pendengar yang baik. Puji anak saat mereka berhasil menjawab sesuatu atau menceritakan sesuatu. Menjadi pendengar yang baik adalah kunci keberhasilan komunikasi dengan balita, dan kebiasaan ini mudah dilakukan tetapi memberikan dampak yang besar. Berikan waktu bagi anak untuk merespons setelah Anda berbicara, menunjukkan bahwa Anda menghargai apa yang mereka katakan.

Batasi waktu bicara Anda dan berikan contoh yang baik. Komunikasi dengan balita dapat dilakukan dalam dosis yang secukupnya. Hindari berbicara terlalu banyak dan simpan penjelasan untuk waktu berikutnya agar anak penasaran. Ingatlah bahwa anak-anak banyak memperhatikan, termasuk cara Anda berkomunikasi, jadi sering-seringlah menunjukkan komunikasi positif sebagai teladan.