Mineral atau Chemical Sunscreen: Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit dan Lingkungan?

azzara nailaDiterbitkan 19 Februari 2026, 09:45 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, tahukah kalian kalau memilih sunscreen hari ini tidak lagi sesederhana melihat angka SPF? Banyak orang mulai memperhatikan jenis filter UV di dalamnya, apakah berbasis mineral (physical) atau chemical. Keduanya sama-sama berfungsi melindungi kulit dari radiasi matahari, tetapi bekerja dengan cara yang berbeda dan memberi pengalaman pemakaian yang tidak selalu sama.

Di tengah tren green beauty dan kulit sensitif yang makin banyak dibicarakan, sunscreen mineral sering disebut lebih “aman”, sementara sunscreen chemical dianggap lebih nyaman dipakai sehari-hari. Namun, benarkah sesederhana itu? Memahami perbedaan dasar keduanya bisa membantu kita memilih produk yang paling sesuai dengan kondisi kulit, bukan sekadar mana yang paling viral.

Alih-alih mengikuti label tren, pendekatan yang lebih bijak adalah menyesuaikan pilihan sunscreen dengan kondisi kulit, gaya hidup, dan nilai pribadi, termasuk jika kamu juga mempertimbangkan dampak lingkungan dari produk yang digunakan.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Apa Itu Mineral Sunscreen?

Mineral sunscreen (sering disebut physical sunscreen) menggunakan bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide. Bahan aktif ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit yang membantu memantulkan dan menyebarkan sinar UV.

Kelebihan:

  • Cenderung lebih ramah untuk kulit sensitif dan mudah iritasi
  • Risiko perih di mata lebih rendah
  • Perlindungan UVA relatif stabil
  • Umumnya minim risiko reaksi alergi

Kekurangan:

  • Bisa meninggalkan white cast (lapisan putih)
  • Tekstur terasa lebih tebal
  • Perlu teknik aplikasi lebih merata

Cocok untuk: kulit sensitif, kulit pasca treatment, ibu hamil, dan pemilik rosacea-prone skin (kondisi kulit yang rentan peradangan).

3 dari 5 halaman

Apa Itu Chemical Sunscreen?

Chemical sunscreen menggunakan bahan aktif seperti avobenzone, octinoxate, octocrylene, dan lainnya. Bahan-bahan ini bekerja dengan menyerap sinar UV lalu mengubahnya menjadi panas yang dilepaskan dari kulit.

Kelebihan:

  • Tekstur biasanya lebih ringan dan transparan
  • Mudah menyatu dengan makeup
  • Nyaman untuk reapply
  • Minim white cast

Kekurangan:

  • Pada sebagian orang bisa memicu perih di mata atau iritasi
  • Lebih berisiko untuk kulit sangat sensitif
  • Beberapa kandungan chemical sunscreen menuai perdebatan soal dampak lingkungan

Cocok untuk: penggunaan harian, aktivitas outdoor aktif, dan pemilik kulit normal–berminyak yang tidak sensitif.

4 dari 5 halaman

Bagaimana dengan Isu Ramah Lingkungan?

Ilustrasi perempuan mengoleskan sunscreen pada kakinya Credit: Freepik.com

Topik “reef safe” (sunscreen ramah terumbu karang) dan sunscreen ramah lingkungan makin sering dibahas. Beberapa kandungan bahan aktif pada chemical sunscreen tertentu memang dibatasi di sebagian wilayah laut karena diduga berdampak pada ekosistem terumbu karang. Namun, istilah reef safe sendiri belum punya standar global yang benar-benar seragam, sehingga bisa saja klaim aman bagi terumbu karang disalahgunakan menjadi area greenwashing. Sebuah strategi marketing yang melebih-lebihkan produk agar terlihat ramah lingkungan. 

Mineral sunscreen dengan zinc oxide non-nano sering dianggap opsi yang lebih konservatif untuk isu lingkungan, meski tetap bergantung pada formulasi produk secara keseluruhan dan perilaku penggunaan para konsumen.

5 dari 5 halaman

Jadi, Harus Pilih yang Mana?

Ilustrasi pria dengan sunscreen di punggungnya Credit: Freepik.com

Belum ada jawaban yang pasti mengenai apa saja kandungan sunscreen mana yang ramah lingkungan, tapi Sahabat Fimela masih bisa memilih sunscreen yang terbaik, asalkan: 

  • nyaman dipakai setiap hari
  • tidak memicu reaksi kulit
  • cukup protektif untuk level paparanmu
  • aman dan mudah untuk di-reapply

Sunscreen yang sempurna secara teori, tapi tidak pernah dipakai ulang akan kalah efektif dibanding sunscreen yang terasa nyaman dan benar-benar digunakan secara konsisten. Pada akhirnya, proteksi terbaik datang dari kebiasaan Sahabat Fimela untuk menjaga diri sekaligus menjaga lingkungan.