Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, ada hari-hari ketika kita ingin tampil rapi tanpa terlihat terlalu formal. Di momen seperti inilah gaya rambut low messy bun dengan sentuhan face framing layers bisa jadi andalan. Simpel, effortless, tapi tetap memberi kesan chic yang kasual.
Dilansir dari beberapa sumber termasuk fatemehhasantabar.com, gaya rambut ini cocok untuk ke kantor, brunch santai, hingga acara semi formal. Kuncinya ada pada tekstur yang lembut, bun yang tidak terlalu kencang, serta helaian rambut di sekitar wajah yang dibiarkan jatuh natural untuk memberi dimensi.
Mengapa Low Messy Bun dengan Face Framing Layers Terlihat Menarik?
Low messy bun menghadirkan siluet lembut di area tengkuk yang memberi kesan anggun tanpa terlihat terlalu formal. Posisi bun yang rendah membuat tampilan terasa lebih dewasa dan refined dibandingkan high bun, sekaligus mempertahankan nuansa santai yang tidak berlebihan. Kesan “messy” yang terkontrol juga menciptakan daya tarik tersendiri.
Di sisi lain, face framing layers berperan penting dalam membingkai wajah. Helaian rambut yang jatuh alami di kanan dan kiri wajah membantu menonjolkan fitur, memberi ilusi wajah yang lebih tirus, serta membuat ekspresi terlihat lebih hidup. Sentuhan ini menambah dimensi pada keseluruhan gaya, sehingga tidak tampak flat atau monoton.
Kombinasi keduanya menghasilkan gaya rambut kasual yang terkonsep dan chic. Gaya ini juga fleksibel untuk berbagai jenis rambut, baik lurus, bergelombang, maupun keriting, karena fokus utamanya ada pada tekstur dan permainan volume yang bisa disesuaikan dengan karakter rambut masing-masing.
Tips Aplikasi Gaya Rambut Low Messy Bun untuk Tampilan Kasual
-
Siapkan Rambut dengan Tekstur Ringan
Low messy bun lebih mudah dibentuk pada rambut yang tidak terlalu licin. Jika rambut baru saja keramas, semprotkan sedikit texturizing spray atau dry shampoo agar rambut memiliki grip. Rambut dengan tekstur ringan akan membuat bun lebih tahan lama dan tidak mudah melorot.
-
Tentukan Posisi Bun di Bagian Rendah
Kumpulkan rambut di area tengkuk, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu kencang. Ikat menjadi ponytail longgar. Hindari menarik rambut terlalu rapat agar hasilnya tetap soft dan natural.
-
Bentuk Bun Secara Longgar
Putar ponytail secara perlahan lalu lilitkan mengelilingi ikatannya. Sematkan jepit rambut secukupnya. Jangan terlalu rapi, justru sedikit ketidaksempurnaan membuat gaya ini terlihat effortless.
-
Keluarkan Face Framing Layers
Tarik beberapa helai rambut di sisi kanan dan kiri wajah. Jika memiliki layer, biarkan potongan tersebut jatuh alami. Untuk tampilan lebih manis, kamu bisa memberi sedikit gelombang dengan catokan agar terlihat lebih berdimensi.
-
Beri Volume di Area Crown
Gunakan jari untuk menarik sedikit bagian atas kepala agar tidak terlihat flat. Volume ringan di crown membuat keseluruhan tampilan lebih proporsional dan tidak kaku.
Penyesuaian Sesuai Jenis Rambut
Penyesuaian bisa dilakukan sesuai jenis rambut agar hasilnya tetap maksimal. Untuk rambut tipis, tambahkan sedikit teknik backcomb pada bagian ponytail sebelum dibentuk supaya bun terlihat lebih penuh dan bervolume. Jika rambutmu tebal, bagi ponytail menjadi dua bagian sebelum dililit agar bentuknya lebih rapi dan terkontrol. Sementara untuk rambut keriting, biarkan tekstur alaminya tetap terlihat, cukup rapikan dengan jepit tanpa perlu meluruskannya agar tampilannya tetap effortless dan natural.
Sentuhan Akhir agar Lebih Personal
Low messy bun mudah dipadukan dengan aksesori seperti scrunchie satin, pita tipis, atau jepit mutiara kecil untuk memberi aksen feminin. Namun jika ingin benar-benar kasual, biarkan tampil polos dengan helaian rambut yang bergerak alami mengikuti langkahmu.
Yang terpenting, messy bun bukan tentang kesempurnaan. Justru daya tariknya ada pada kesan effortless dan percaya diri. Dengan teknik yang tepat dan face-framing layers yang lembut, kamu bisa tampil santai tanpa kehilangan sentuhan elegan.