Fimela.com, Jakarta - Putra pertama Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar, Arash Omara, genap berusia tujuh bulan. Untuk menandai momen istimewa tersebut, keduanya menggelar prosesi adat Tedak Siten pada Kamis (12/2), sebuah tradisi Jawa yang sarat doa dan harapan bagi masa depan sang buah hati.
Di tengah rangkaian ritual yang penuh makna, mulai dari berjalan di atas jadah tujuh warna hingga memasuki kurungan ayam dan memilih benda simbolis penampilan Aaliyah Massaid sukses mencuri perhatian. Bukan hanya karena parasnya yang cantik, tetapi juga karena aura keibuan yang begitu terasa hangat dan menenangkan.
Anggun dalam Kebaya Brokat Bernuansa Cokelat
Sebagai tuan rumah, Aaliyah tampil anggun mengenakan kebaya brokat berwarna cokelat lembut rancangan Anjiasmara. Detail bordir dan payet yang menghiasi kebaya memberikan sentuhan elegan tanpa terlihat berlebihan. Siluetnya yang klasik membingkai tubuh Aaliyah dengan anggun, mempertegas kesan feminin dan dewasa.
Pilihan warna cokelat yang harmonis berpadu serasi dengan kain batik bernuansa senada. Palet earthy tone tersebut bukan hanya menghadirkan kesan hangat, tetapi juga merefleksikan kelembutan sekaligus kematangan karakter Aaliyah sebagai seorang ibu muda.
Rambutnya ditata dalam sanggul rapi, memperkuat sentuhan tradisional yang autentik. Riasan wajah karya Ochi Ipramita tampil flawless dengan sentuhan natural glam, kulit tampak glowing sehat, alis terbingkai lembut, dan lipstik bernuansa peach-cokelat yang menyempurnakan keseluruhan look. Styling dari Erich Alamin turut mempertegas siluet kebaya agar terlihat modern namun tetap menghormati pakem adat.
Harmoni Busana Keluarga
Tak hanya Aaliyah, Thariq Halilintar dan baby Arash pun tampil kompak mengenakan beskap cokelat rancangan Renzi Lazuardi yang dipadukan dengan kain batik klasik. Keselarasan warna dalam balutan busana tradisional ini menciptakan visual keluarga yang serasi dan penuh makna.
Keseluruhan tampilan Aaliyah di momen Tedak Siten Arash bukan sekadar soal estetika. Lebih dari itu, gaya yang ia pilih memancarkan identitas barunya sebagai ibu—tenang, lembut, dan penuh cinta, dalam balutan kebaya brokat cokelat yang timeless. Sebuah potret elegansi perempuan Indonesia yang memadukan tradisi dan sentuhan modern secara harmonis.