Bukan Sinar Matahari, Inilah Musuh Utama Penyebab Penuaan yang Terlupakan

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 16 Februari 2026, 09:54 WIB

ringkasan

  • Stres kronis adalah faktor utama penuaan kulit yang sering terabaikan, memicu peradangan dan merusak kolagen melalui pelepasan hormon kortisol.
  • Selain stres, genetika, pola makan tidak sehat yang tinggi gula dan lemak, serta kurangnya hidrasi turut mempercepat penuaan kulit dengan merusak struktur kolagen dan elastin.
  • Kebiasaan merokok sangat merusak kulit karena nikotin menyempitkan pembuluh darah, menghambat aliran oksigen dan nutrisi, serta memicu kerutan.

Fimela.com, Jakarta - Penuaan kulit seringkali dikaitkan dengan paparan sinar matahari, namun ada faktor lain yang tak kalah penting. Para ahli dermatologi kini mengungkapkan satu pemicu utama yang sering diabaikan, bahkan tidak ada hubungannya dengan UV.

Apa sebenarnya musuh tersembunyi kulit ini? Menurut Dr. Mona Gohara, seorang profesor klinis dermatologi di Yale School of Medicine, proses biologis intrinsik dan gaya hidup sangat berpengaruh. Ini bekerja di tingkat seluler dan menentukan kecepatan kulit kehilangan elastisitasnya.

Informasi ini penting bagi Sahabat Fimela yang ingin memahami penuaan kulit secara lebih komprehensif. Artikel ini akan mengulas faktor utama tersebut dan beberapa pemicu lain yang mempercepat tanda-tanda penuaan.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Stres Kronis: Aplikasi Latar Belakang yang Menguras Vitalitas Kulit

Ilustrasi Wajah Awet Muda Credit: pexels.com/Flory

Sahabat Fimela, salah satu faktor paling merusak yang sering terlewatkan adalah stres kronis. Dr. Gohara menganalogikan stres sebagai "aplikasi latar belakang pada ponsel yang terus-menerus menguras daya baterai." Kondisi ini secara perlahan menggerogoti kesehatan kulit dari dalam.

Ketika tubuh mengalami stres berkepanjangan, hormon kortisol dilepaskan dalam jumlah tinggi. Hormon ini memicu peradangan sistemik yang merusak struktur kolagen, protein vital untuk kekenyalan kulit. Akibatnya, kulit bisa terlihat kusam dan kehilangan vitalitasnya.

Kerusakan kolagen ini menyebabkan kulit kehilangan elastisitasnya lebih cepat. Tekstur kulit pun dapat berubah, menjadi kurang kenyal dan lebih rentan terhadap kerutan. Mengelola stres menjadi kunci penting untuk menjaga keremajaan kulit.

3 dari 4 halaman

Genetika dan Pola Makan: Penentu Utama Penuaan Kulit

Selain stres, cetak biru genetika atau penuaan intrinsik memainkan peran fundamental dalam proses penuaan kulit. Dr. Mona Gohara menjelaskan bahwa setelah perlindungan dari sinar matahari, penuaan sebagian besar ditentukan oleh faktor internal ini. Efisiensi pembelahan sel kulit menurun seiring waktu.

Produksi kolagen secara bertahap berkurang, dan sistem perbaikan alami kulit tidak lagi seaktif saat muda. Ini adalah proses alami yang tidak dapat dihindari sepenuhnya, namun gaya hidup sehat dapat memperlambat dampaknya.

Pola makan juga memiliki dampak langsung pada kondisi kulit Sahabat Fimela. Makanan tinggi gula dan karbohidrat dapat mempercepat penuaan dini pada kulit. Konsumsi makanan cepat saji yang tinggi lemak jenuh, gula, dan garam juga memicu peradangan, merusak kolagen dan elastin.

Penting juga untuk menjaga hidrasi tubuh dengan minum cukup air setiap hari. Minum setidaknya delapan gelas air membantu mengeluarkan racun dari tubuh dan memberikan cahaya alami pada kulit. Hidrasi yang baik mendukung fungsi sel kulit optimal.

4 dari 4 halaman

Bahaya Merokok: Musuh Tersembunyi Kesehatan Kulit

Kebiasaan merokok adalah salah satu musuh tersembunyi yang sangat merusak kulit. Nikotin memiliki efek vasokonstriksi, yaitu menyempitkan pembuluh darah. Kondisi ini menghambat aliran oksigen dan nutrisi penting menuju sel-sel kulit.

Tanpa pasokan oksigen yang cukup, proses regenerasi dan penyembuhan kulit menjadi sangat lambat. Hal ini mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, seperti kulit kusam dan kurang elastis.

Merokok juga secara langsung memicu munculnya kerutan dan garis penuaan, terutama di sekitar mulut dan mata. Bahan kimia berbahaya dalam rokok merusak kolagen dan elastin, yang merupakan fondasi kekencangan kulit. Menghentikan kebiasaan merokok adalah langkah krusial untuk menjaga keremajaan kulit.

Faktor-faktor Penuaan Kulit Lainnya yang Tak Kalah Penting:

  • Stres kronis memicu peradangan sistemik dan merusak kolagen, mempercepat penuaan kulit.
  • Faktor genetika menentukan kecepatan penuaan intrinsik kulit, termasuk penurunan produksi kolagen.
  • Pola makan tidak sehat, seperti tinggi gula, karbohidrat olahan, dan makanan cepat saji, dapat mempercepat penuaan dini.
  • Kurangnya hidrasi menghambat detoksifikasi dan fungsi optimal sel kulit, mengurangi cahaya alami kulit.
  • Merokok menyempitkan pembuluh darah, mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi, serta merusak kolagen dan elastin.