Tobatenun Hadirkan Koleksi Busana Ramadan Hasil Kolaborasi dengan Berbagai Brand

hilya KamilaDiterbitkan 17 Februari 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Dalam rangka menyambut Ramadan, Tobatenun sebagai social enterprise yang berfokus pada pelestarian dan revitalisasi kain tenun tradisional mengadakan kolaborasi dengan berbagai brand pakaian ternama. Didirikan pada tahun 2018, Tobatenun mempunyai misi utama untuk melakukan pendekatan berkesinambungan yang berfokus pada pemberdayaan komunitas.

Komunitas yang dikelola oleh Kerri Na Basaria Pandjaitan dan Melvi Tampubolon berkomitmen untuk mengangkat seni kriya wastra Nusantara sebagai komoditas di pasar mode kontemporer. Salah satu komoditasnya adalah Abit Godang.

Dalam kolaborasi Tobatenun, Abit Sadum Angkola, kain tradisional Tapanuli Selatan yang memiliki makna filosofis ini memiliki ciri khas keragaman warna. Selain itu, proses pembuatan Abit Godang menggunakan teknik pakan ganda yang dikenal sebagai songket sehingga menghasilkan ragam hias dari visual yang kuat. Keunikan lain hadir melalui teknik sulam padat bonggit lilit yang menghasilkan tekstur khas menyerupai rajutan serta mempertegas karakter Abit Godang. 

Untuk makna filosofis, Abit Godang merefleksikan filsafat seni Arabesque yang ditandai dengan motif repetitif, ritme visual yang teratur, dan figur manusia. Hal tersebut mencerminkan adanya unsur budaya yang kuat dan tradisi yang masih melekat pada wilayah tertentu.

Selain itu, Abit Godang sebagai warisan penting masyarakat Angkola dan Mandailing, yaitu komunitas Batak Muslim yang mendiami wilayah Tapanuli Selatan. Abit Godang ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga bentuk representasi identitas, status, dan nilai-nilai kolektif budaya dari Tapanuli Selatan. 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Kolaborasi Karya pada Acara RAYA

Tobatenun hadir berkolaborasi dengan Sopo Del Tower yang menampilkan berbagai karya menarik dalam pertunjukan RAYA. (Foto/dok: Tobatenun)

RAYA sebagai acara pertunjukan karya busana yang bertema menyambut bulan suci Ramadan 1447 H ini diselenggarakan di Sopo Del Tower, usaha dari Toba Pengembang Sejahtera. Berlokasi di jantung Kota Administrasi Jakarta Selatan, Sopo Del Tower berperan sebagai ruang sentral bagi beragam aktivitas industri dan bisnis. Selain itu, Sopo Del Tower merupakan wadah kolaborasi yang menawarkan fleksibilitas dalam mewujudkan visi kreatif dan inovatif.

Tobatenun hadir berkolaborasi dengan Sopo Del Tower yang menampilkan berbagai karya menarik dalam pertunjukan RAYA. Tenung Batak yang diimplementasikan dalam busana dirancang oleh Itang Yunasz, fbudi, Glashka, Shawl & Co, serta AMOTSYAMSURIMUDA. Itang Yunasz yang dikenal sebagai desainer senior menciptakan tenun Batak menjadi baju muslim luxe, busana wanita siap pakai, dan pakaian pria. Fbudi sebagai label eksperimental besutan Felicia Budi turut andil dalam menghadirkan koleksi yang memperhatikan detail artistik. 

Selaras dengan yang lainnya, Glashka sebagai merk pakaian yang dirancang oleh Ega Augustia dan Sarah Sofyan menampilkan busana feminim dengan sentuhan bordir tangan secara tradisional. Sementara itu, label Shawl & Co menyajikan busana dengan tenun yang elegan dan berkarakter. Tidak jauh berbeda, AMOTSYAMSURIMUDA juga turut menghadirkan busana pria dengan nuansa hangat dan penuh sukacita merayakan Idul Fitri.

3 dari 3 halaman

Ciri Khas Unik di Setiap Prosesnya

Nuansa acara kali ini menghadirkan presentasi wastra dalam deretan gaya busana sekaligus mengangkat kisah Abit Godang yang lebih dikenal dengan kain tenun khas Batak Angkola. (Foto/dok: Tobatenun)

Nuansa acara kali ini menghadirkan presentasi wastra dalam deretan gaya busana sekaligus mengangkat kisah Abit Godang yang lebih dikenal dengan kain tenun khas Batak Angkola. Dengan bertajuk Senandung Rona, Tobatenun berkolaborasi bersama Glashka dalam meluncurkan koleksi kreasi tenun Batak. Permainan tekstur, siluet hingga applique bordir tenun tanah Sumatera Utara, menciptakan dialog antara dua teknik tradisional dalam satu kesatuan desain modern. Senandung Rona yang didominasi warna merah muda ini mengangkat harmoni alunan irama dalam tiap prosesnya.

Itang Yunasz, sebagai desainer senior yang dikenal dengan lini modest wear yang fleksibel, merancang busana ready-to-wear kini merambah dalam tenun kontemporer basis tradisi. Selain itu, fbudi merancang tenun hasil kriya para artisan tanah Toba menjadi sebuah karya, menggunakan tenun metode jungkit menjadi elemen utama mode. Felicia Budi, perancang ternama ini mengisahkan keterhubungan jiwa antar generasi dan kehangatan interaksi koleksi kolaborasi dengan Tobatenun.

Shawl & Co memberikan karya tangan dengan filosofi yang kaya makna. Rona biru yang teduh dalam padanan tenun kontemporer hingga siluet manis yang menggambarkan rumah adat Batak memberikan kesan elegan pada kain. Selain itu, tambahan warna merah, biru, dalam balutan linen dan katun dirancang agar dapat digunakan di berbagai momen. Terakhir tapi tidak kalah penting, AMOTSYAMSURIMUDA memberikan desain busana yang menggambarkan momen Ramadan yang penuh hangat dan ketulusan. Hal tersebut sebagai representasi sebagai MULAK atau yang memiliki makna ‘pulang’ dalam setiap helaian kainnya.