Tak Disangka, Dampak Positif Bermain Tetris untuk Kesehatan Mental Pasca Trauma

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 19 Februari 2026, 12:46 WIB

ringkasan

  • Bermain Tetris dapat secara signifikan mengurangi memori intrusif dan gejala PTSD dengan mengganggu proses konsolidasi memori traumatis.
  • Studi ilmiah menunjukkan bahwa korban kecelakaan yang bermain Tetris mengalami 62% lebih sedikit memori intrusif, dan staf NHS yang terpapar trauma memiliki 10 kali lebih sedikit kilas balik.
  • Efektivitas Tetris berasal dari sifat visual dan spasialnya yang intens, yang secara efektif 'mengisi' kapasitas perhatian visual otak dan mencegah pembentukan memori traumatis yang terlalu jelas.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh tekanan, menjaga kesehatan mental menjadi prioritas utama. Seringkali, kita mencari solusi inovatif untuk mengatasi tantangan psikologis, termasuk dampak trauma yang mendalam. Siapa sangka, sebuah permainan video klasik yang sederhana, Tetris, ternyata menyimpan potensi luar biasa sebagai alat bantu kesehatan mental, terutama dalam mengatasi dampak trauma.

Penelitian terbaru menyoroti bagaimana permainan menyusun balok ini dapat secara signifikan mengurangi memori intrusif dan gejala gangguan stres pascatrauma (PTSD). Memori intrusif adalah kilas balik yang tidak diinginkan dan seringkali sangat jelas tentang peristiwa traumatis, yang merupakan gejala inti dari PTSD.

Para ahli psikologi kini mulai mengungkap mekanisme di balik efektivitas Tetris, menawarkan harapan baru bagi mereka yang berjuang dengan dampak psikologis dari peristiwa menyedihkan. Intervensi sederhana ini, yang mudah diakses dan dapat disesuaikan, menunjukkan bahwa solusi untuk kesehatan mental bisa datang dari arah yang tak terduga.

What's On Fimela
2 dari 4 halaman

Tetris: Bukan Sekadar Game, tapi Intervensi Psikologis Efektif

Tetris (Sumber: Pinterest/liopliopito)

Penelitian yang dipimpin oleh Profesor Emily Holmes, seorang psikolog terkemuka dari Karolinska Institute di Swedia dan Uppsala University, telah mengungkap bahwa bermain Tetris setelah peristiwa traumatis dapat membantu mencegah pembentukan memori intrusif yang mengganggu. Profesor Holmes menjelaskan, "Tidak seperti kebanyakan masalah kesehatan mental, kita tahu bahwa memori intrusif berasal dari peristiwa traumatis. Tetapi pertanyaan ilmiahnya adalah bagaimana kita bisa mengatasinya?"

Profesor Holmes dan timnya menemukan bahwa Tetris bekerja dengan mengganggu proses konsolidasi memori. "Otak kita memiliki kapasitas terbatas, tetapi itu adalah masalah yang bisa kita manfaatkan," ujarnya. Permainan yang menuntut visual ini secara efektif "mengisi" kapasitas perhatian visual otak, sehingga menyulitkan otak untuk memproses dan mengkonsolidasikan memori traumatis yang sangat visual.

Prinsip di baliknya cukup sederhana: "Seseorang tidak bisa memikirkan dua hal visual secara bersamaan." Dengan melibatkan area visuospatial otak, Tetris mengganggu kemampuan otak untuk membentuk memori traumatis yang terlalu jelas, menjadikannya sebuah 'blokade kognitif' yang mengurangi kekuatan komponen visual memori traumatis.

3 dari 4 halaman

Bukti Ilmiah: Studi Kasus yang Menguatkan Manfaat Tetris

Salah satu studi awal yang signifikan melibatkan 71 korban kecelakaan lalu lintas. Setengah dari pasien ini diminta untuk bermain Tetris di rumah sakit dalam waktu enam jam setelah kecelakaan, setelah sebelumnya diminta untuk mengingat kembali memori kecelakaan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang bermain Tetris mengalami lebih sedikit memori intrusif selama seminggu berikutnya.

Secara spesifik, "Pasien yang bermain Tetris setelah kecelakaan melaporkan rata-rata sekitar sembilan memori intrusif – 62 persen lebih sedikit daripada jumlah rata-rata memori yang menyedihkan yang dialami oleh non-pemain." Hal ini menunjukkan bahwa "Memori menjadi kurang intens. Ini menghilangkan ketajamannya."

Studi yang lebih baru, yang diterbitkan dalam *The Lancet Psychiatry*, melibatkan 99 staf NHS yang terpapar trauma selama pandemi COVID-19. Intervensi yang disebut "intervensi tugas bersaing citra (ICTI)" ini melibatkan bermain Tetris versi lambat sambil mengingat secara singkat memori traumatis. Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang menerima perawatan ICTI memiliki kilas balik 10 kali lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok lain dalam waktu empat minggu. Setelah enam bulan, sekitar 70% dari kelompok ini melaporkan tidak ada memori intrusif sama sekali, dan perawatan tersebut juga membantu mengatasi gejala PTSD.

4 dari 4 halaman

Mekanisme Unik di Balik Efektivitas Tetris

Mengapa Tetris begitu efektif dalam memberikan dampak positif bermain Tetris untuk kesehatan mental? Profesor Holmes menjelaskan bahwa sifat visual dan spasial permainan ini sangat penting. "Tetris adalah permainan visual yang sangat menyerap – semuanya simbol, tidak ada teks. Dalam mata pikiran Anda, Anda melihat balok-balok jatuh. Ini membutuhkan perhatian visual dan memori kerja Anda saat Anda berusaha keras untuk memposisikan balok-balok itu."

Karena permainan ini menuntut visual, para peneliti ingin melihat apakah itu dapat mencegah aspek intrusif dari memori traumatis agar tidak terbentuk, yaitu dengan mengganggu proses yang dikenal sebagai konsolidasi memori. Tayla McCloud dari Wellcome, yang mendanai studi terbaru, menyoroti keunggulan intervensi ini. "Ini jarang terjadi untuk melihat sesuatu yang begitu mudah diakses, dapat diskalakan, dan dapat disesuaikan di berbagai konteks. Ini tidak mengharuskan pasien untuk mengungkapkan trauma mereka dengan kata-kata dan bahkan melampaui hambatan bahasa."

Meskipun penelitian ini menjanjikan, para ahli menekankan bahwa ini masih tahap awal. Mark Salter, seorang psikiater konsultan Inggris, mengakui potensi besar dari ide ini, meskipun studi awal masih berskala kecil. Namun, ia menambahkan bahwa "yang menarik dari ini adalah bahwa itu terjadi dengan cepat." Profesor Holmes sendiri melihat penelitian ini sebagai validasi dari satu dekade kerja laboratorium dan berharap untuk mengembangkan perawatan sederhana yang dapat membantu lebih banyak orang secara global. Penelitian lebih lanjut akan mengeksplorasi durasi manfaat dan apakah Tetris dapat membantu individu yang sudah menderita PTSD.