Manfaat Gerakan Upper Body Release 17 Menit untuk Chest Mobility dan Postur Lebih Tegap

Annisa Kharisma DewiDiterbitkan 19 Mei 2026, 16:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah kamu merasa bahu terasa kaku, dada seperti tertarik ke dalam, atau napas terasa pendek setelah seharian duduk di depan laptop? Tanpa disadari, area dada (chest) dan tulang belakang bagian tengah (thoracic spine) seringkali menjadi bagian tubuh yang paling sering mengalami ketegangan. 

Padahal, dilansir dari pliability.com, chest mobility adalah kunci agar tubuh bagian atas bisa bergerak bebas, bernapas lebih lega, dan terhindar dari cedera. Di sinilah pentingnya melakukan gerakan upper body release 17 menit secara rutin. Bukan sekadar stretching biasa, rangkaian ini dapat membantu membuka dada, melepaskan ketegangan bahu, sekaligus memperbaiki postur tubuh secara perlahan.

Mengapa Chest Mobility Penting untuk Tubuh Bagian Atas?

Chest mobility exercises adalah latihan yang berfokus pada peningkatan fleksibilitas dan pergerakan dinding dada serta tulang belakang torakal. Gerakan ini biasanya menggabungkan peregangan aktif, rotasi batang tubuh, back extension, lateral bending, ataupun latihan pernapasan dalam. Ketika dada terlalu kaku, tubuh akan “mengompensasi” dengan memberi beban berlebih pada bahu dan leher. Akibatnya akan muncul rasa nyeri pada bahu, tegang leher, hingga risiko cedera saat olahraga. 

 

 

 

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Manfaat Gerakan Upper Body Release 17 Menit

Sahabat Fimela, yuk simak menfaat dari gerakan upper body release 17 menit dibawah ini! [Dok/freepik.com]

1. Membantu Pernapasan Lebih Lega

Dada yang lebih fleksibel memungkinkan paru-paru mengembang secara optimal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa latihan yang meningkatkan ekspansi dada dapat membantu memperbaiki kualitas napas dan mengurangi rasa sesak. 

2. Memperbaiki Postur Tubuh

Kebiasaan membungkuk saat bekerja atau scrolling media sosial membuat otot pectoralis major dan minor memendek. Sehingga, apabila Sahabat Fimela melakukan peregangan yang menargetkan otot dada, hal ini dapat membantu memperbaiki postur, terutama bagi pekerja kantoran. 

3. Mengurangi Risiko Cedera Bahu dan Leher

Dada yang kaku sering membuat bahu bekerja terlalu keras saat melakukan gerakan mendorong atau mengangkat. Dengan meningkatkan fleksibilitas area dada dan serratus anterior, tekanan berlebih pada sendi bahu bisa diminimalkan. Ini penting bagi kamu yang rutin latihan upper body seperti push up, plank, atau shoulder press.

4. Meningkatkan Performa Olahraga

Chest mobility yang baik membantu untuk rotasi tubuh yang lebih optimal, gerakan overhead yang lebih stabil, dan range of motion yang lebih luas saat melakukan bench press. Olahraga seperti renang, yoga, pilates, bahkan lari pun bisa terasa lebih ringan ketika dada dan bahu tidak lagi kaku.

5. Melepas Stres dan Ketegangan Emosional

Sahabat Fimela, tanpa disadari kita sering “menyimpan” stres di bahu dan dada. Gerakan seperti cobra pose, child’s pose, atau camel pose membantu membuka bagian depan tubuh sekaligus memberi efek relaksasi.  

 

 

 

3 dari 3 halaman

Contoh Rangkaian Gerakan Upper Body Release 17 Menit

Agar mendapatkan manfaat yang terasa lebih maksimal dan menyeluruh, kamu dapat membaginya menjadi tiga sesi, Sahabat Fimela! [Dok/freepik.com]

 

Sahabat Fimela, kamu bisa membagi 17 menit ini ke dalam tiga sesi agar manfaatnya terasa lebih maksimal dan menyeluruh. Rangkaian ini dirancang untuk membuka dada, melepaskan ketegangan bahu, serta membantu memperbaiki postur tubuh secara perlahan.

1. 5 Menit Dynamic Movement

Awali dengan gerakan aktif untuk “membangunkan” otot dan meningkatkan sirkulasi darah. Lakukan cross-over arm swings untuk membuka bahu dan dada, lanjutkan dengan plank shoulder tap guna mengaktifkan otot stabilisator bahu dan core, lalu akhiri dengan plank to downward dog untuk meregangkan punggung, bahu, dan hamstring sekaligus. 

2. 7 Menit Stretching Statis

Setelah otot terasa hangat, masuk ke peregangan statis dengan menahan setiap gerakan selama 20-40 detik. Doorway stretch dan wall chest stretch efektif membuka otot dada yang memendek akibat kebiasaan membungkuk. Sementara quadruped pectoral stretch membantu meningkatkan mobilitas dada dan tulang belakang bagian tengah. 

3. 5 Menit Yoga Release

Tutup sesi dengan gerakan yoga yang lebih relaks seperti cobra pose untuk membuka bagian depan tubuh, child’s poseuntuk merilekskan punggung dan bahu, serta camel pose (opsional) jika tubuh sudah cukup fleksibel. Rangkaian ini tidak hanya membantu memperbaiki postur, tetapi juga memberi efek tenang pada pikiran.