Fimela.com, Jakarta - Aktivitas berulang seperti mengetik, mengemudi, atau mengangkat barang membuat otot bahu bekerja secara terus-menerus tanpa disadari. Dalam jangka waktu yang lama, kondisi ini dapat memicu rasa kaku, pegal, bahkan nyeri ringan yang dapat mengganggu kenyamanan saat beraktifitas. Bahu menjadi salah satu area tubuh yang paling sering menyimpan ketegangan.
Dilansir dari Harvard Health, kurangnya peregangan setelah beraktivitas dapat memperburuk kekakuan otot serta membatasi gerak sendi. Otot yang jarang diregangkan cenderung akan kehilangan fleksibilitasnya sehingga akan terasa semakin tegang setelah digunakan dalam waktu lama.
Selain membantu mengurangi rasa tidak nyaman, peregangan bahu juga berperan dalam meningkatkan sirkulasi darah dan menjaga mobilitas sendi. Dengan aliran darah yang lebih lancar maka proses pemulihan otot dapat menjadi lebih optimal dan tubuh terasa lebih ringan setelah beraktivitas.
Penyebab Otot Bahu Tegang dan Dampaknya pada Postur dan Kenyamanan Tubuh
Salah satu penyebab utama bahu yang terasa tegang adalah karena postur tubuh yang kurang ideal terutama saat berada dalam posisi duduk terlalu lama. Posisi membungkuk atau bahu yang condong ke depan membuat otot di area leher dan bahu bekerja ekstra untuk menopang kepala dan tubuh bagian atas. Akibatnya, otot menjadi cepat lelah dan kaku.
Aktivitas fisik berulang seperti mengangkat beban, olahraga tertentu, atau gerakan yang sama dilakukan terus-menerus juga dapat memicu ketegangan. Otot yang terus digunakan tanpa peregangan dapat berisiko mengalami kekakuan sehingga rentang geraknya menjadi terbatas dan terasa tidak nyaman saat digerakkan.
Ketegangan pada bahu tidak hanya menimbulkan pegal tetapi juga dapat memengaruhi postur tubuh secara keseluruhan. Bahu yang terus tertarik ke depan bisa menyebabkan postur membungkuk, nyeri leher, bahkan sakit kepala tegang. Jika dibiarkan kondisi ini dapat mengganggu produktivitas dan kualitas istirahat.
Latihan Peregangan Bahu agar Tubuh Lebih Rileks
Salah satu gerakan sederhana yang dapat dilakukan adalah shoulder roll. Putar bahu ke belakang secara perlahan sebanyak 8–10 kali lalu ulangi ke arah sebaliknya. Gerakan ini dapat membantu melonggarkan otot yang kaku dan meningkatkan fleksibilitas di sekitar sendi bahu.
Gerakan lain yang efektif adalah cross body stretch. Tarik satu lengan ke arah dada dengan bantuan tangan lainnya dan tahan selama 15–30 detik. Peregangan ini dapat membantu meregangkan otot bagian belakang bahu yang sering terasa tegang setelah beraktivitas mengetik atau mengangkat barang.
Selain itu doorway stretch atau peregangan di ambang pintu juga dapat membantu membuka area dada dan bahu depan. Letakkan kedua tangan di sisi pintu lalu dorong tubuh perlahan ke depan hingga terasa tarikan ringan pada bahu dan dada. Lakukan dengan napas teratur agar tubuh semakin rileks. Dengan melakukan peregangan ini secara rutin setelah melakukan aktivitas padat, bahu dapat terasa lebih ringan, postur lebih terjaga, dan tubuh kembali nyaman untuk beristirahat.