13 Manfaat Kurma untuk Kesehatan yang Luar Biasa!

Nabila MecadinisaDiterbitkan 21 Februari 2026, 23:44 WIB

ringkasan

  • Kurma kaya akan nutrisi esensial seperti serat, vitamin, dan mineral, menjadikannya sumber energi instan dan penunjang kesehatan secara menyeluruh.
  • Kandungan serat tinggi dan antioksidan dalam kurma efektif menjaga kesehatan pencernaan, melindungi sel dari kerusakan, serta mendukung fungsi jantung dan tulang yang kuat.
  • Selain manfaat umum, kurma juga berperan penting dalam meningkatkan fungsi otak, membantu kelancaran persalinan bagi ibu hamil, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, kurma (Phoenix dactylifera L.) adalah buah yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan tradisi, terutama saat bulan Ramadan. Buah manis ini tidak hanya lezat, tetapi juga dikenal kaya akan nutrisi dan memiliki segudang manfaat kesehatan yang telah dinikmati selama ribuan tahun. Popularitasnya meluas dari Asia Barat Daya hingga Afrika Utara, di mana ia sering menjadi hidangan istimewa.

Sejak zaman dahulu, kurma telah diakui sebagai sumber gizi alami yang luar biasa, berkat kandungan vitamin, mineral, dan antioksidannya yang melimpah. Buah ini menjadi pilihan favorit untuk mengembalikan energi setelah beraktivitas atau berpuasa, menawarkan dorongan vitalitas yang cepat dan berkelanjutan. Berbagai penelitian modern terus mengungkap rahasia di balik kehebatan buah padang pasir ini.

Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai manfaat kurma untuk kesehatan tubuh, dari ujung kepala hingga kaki, yang menjadikannya lebih dari sekadar camilan manis. Mari kita selami lebih dalam mengapa kurma layak mendapatkan tempat istimewa dalam pola makan sehat kita.

2 dari 5 halaman

Kandungan Nutrisi Lengkap dan Sumber Energi Instan

Kurma adalah gudang nutrisi yang melimpah, menjadikannya 'superfood' alami yang patut diperhitungkan. Dalam setiap 100 gram kurma, terkandung sekitar 277-314 kalori, 75 gram karbohidrat yang didominasi gula alami, 7 gram serat, dan 2 gram protein.

Selain makronutrien tersebut, kurma juga diperkaya dengan beragam vitamin dan mineral penting. Beberapa vitamin yang ada meliputi Vitamin A, B6, K, asam folat, asam pantotenat, dan vitamin C. Sementara itu, mineral esensial seperti kalium, magnesium, zat besi, kalsium, fosfor, seng, mangan, tembaga, dan boron turut melengkapi profil nutrisinya.

Berkat kandungan gula alami seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa, kurma menjadi sumber energi instan yang sangat efektif. Buah ini cepat diserap tubuh, sehingga ideal untuk mengembalikan stamina setelah beraktivitas fisik atau sebagai pengisi energi saat berbuka puasa.

3 dari 5 halaman

Mendukung Kesehatan Pencernaan dan Melawan Radikal Bebas

Salah satu ide menu sahur dari pakar gizi IPB, kurma dan tempe. (Foto: AI)

Kandungan serat yang tinggi pada kurma sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan Sahabat Fimela. Serat ini tidak hanya membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit, tetapi juga meningkatkan volume feses, membuat proses pencernaan lebih nyaman.

Lebih lanjut, serat larut dalam kurma berperan penting dalam mendukung pertumbuhan bakteri baik (probiotik) di dalam usus. Hal ini menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang esensial untuk pencernaan optimal dan perlindungan dari berbagai penyakit saluran cerna.

Kurma juga kaya akan antioksidan kuat seperti flavonoid, karotenoid, dan asam fenolik. Senyawa-senyawa ini bekerja melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, mengurangi peradangan, dan menurunkan risiko penyakit kronis seperti penyakit jantung dan kanker.

4 dari 5 halaman

Menjaga Jantung, Tulang, dan Mengontrol Gula Darah

Untuk kesehatan jantung, kurma menawarkan kombinasi nutrisi yang sangat baik, termasuk kalium, serat, dan antioksidan. Kalium dan magnesium membantu menjaga tekanan darah tetap normal dan menstabilkan denyut jantung, sementara seratnya berkontribusi menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Tidak hanya itu, kurma juga merupakan sekutu kuat bagi kesehatan tulang. Mineral penting seperti fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan boron yang terkandung di dalamnya sangat esensial untuk menjaga kekuatan dan kepadatan tulang. Asupan nutrisi ini secara teratur dapat membantu mencegah kondisi seperti osteoporosis.

Meskipun rasanya manis, kurma memiliki indeks glikemik (IG) yang tergolong rendah, berkisar antara 43 hingga 55. Ini berarti gula alaminya dilepaskan secara perlahan ke aliran darah. Serat dalam kurma juga membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah drastis, menjadikannya aman dikonsumsi penderita diabetes dalam jumlah moderat.

5 dari 5 halaman

Manfaat Spesial untuk Otak, Ibu Hamil, dan Kekebalan Tubuh

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurma dapat meningkatkan fungsi otak. Kandungan antioksidan dan polifenol di dalamnya mampu mengurangi penanda inflamasi seperti interleukin 6 (IL-6) di otak, yang sering dikaitkan dengan risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Konsumsi rutin juga dikaitkan dengan peningkatan daya ingat.

Bagi ibu hamil, kurma memiliki manfaat yang sangat istimewa. Buah ini merupakan sumber energi yang baik, membantu mencegah anemia berkat kandungan zat besinya, dan beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi rutin menjelang persalinan dapat mempercepat proses persalinan normal, memperlebar leher rahim, serta merangsang kontraksi.

Terakhir, kurma juga berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh Sahabat Fimela. Buah ini diperkaya dengan magnesium, asam amino, dan vitamin C yang semuanya berkontribusi memperkuat sistem imun dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit.