Persahabatan Kuat Tak Hanya Bikin Bahagia, Tapi Juga Perlambat Penuaan Dini

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 26 Februari 2026, 20:36 WIB

ringkasan

  • Penelitian terbaru menunjukkan bahwa persahabatan yang kuat dan dukungan sosial yang konsisten dapat memperlambat penuaan pada tingkat seluler, yang ditunjukkan oleh penuaan epigenetik yang lebih lambat
  • Para ahli mengibaratkan koneksi sosial sebagai "rekening pensiun" yang memberikan keuntungan biologis, menekankan bahwa kesepian adalah sinyal biologis fundamental yang merugikan kesehatan.
  • Membangun dan memelihara hubungan sosial yang mendalam dan konsisten di berbagai lingkungan adalah investasi penting untuk kesehatan fisiologis dan umur panjang, sama pentingnya dengan gaya hidup sehat lainnya.

Fimela.com, Jakarta - Kita semua tahu bahwa persahabatan yang kuat dapat membawa kebahagiaan, dukungan emosional, dan tawa dalam hidup kita. Namun, sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ikatan sosial yang erat mungkin memiliki manfaat yang jauh lebih mendalam, yaitu kemampuan untuk memperlambat proses penuaan pada tingkat seluler. Ini berarti teman-teman terbaik Anda mungkin adalah "ramuan awet muda" yang selama ini Sahabat Fimela cari.

Sebuah studi penting yang diterbitkan dalam jurnal Brain, Behavior and Immunity – Health menemukan hubungan yang signifikan antara dukungan sosial yang kuat sepanjang hidup dan usia biologis yang lebih muda. Penelitian ini dipimpin oleh Anthony Ong, PhD, seorang profesor psikologi di Cornell University, bersama rekan-rekannya. Temuan ini menunjukkan bahwa persahabatan yang kuat secara harfiah memperlambat penuaan pada tingkat seluler, memberikan perspektif baru tentang pentingnya hubungan sosial.

Para peneliti menganalisis data dari lebih dari 2.100 orang dewasa yang berpartisipasi dalam studi jangka panjang Midlife in the United States (MIDUS). Mereka secara khusus melihat "keuntungan sosial kumulatif" — sebuah ukuran dukungan sosial dan emosional yang berkelanjutan sepanjang hidup, yang mencakup berbagai aspek koneksi sosial. Hasilnya sangat mengejutkan dan memberikan bukti kuat tentang dampak positif persahabatan pada kesehatan kita.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Penelitian Ungkap Hubungan Antara Ikatan Sosial dan Penuaan Seluler

Ilustrasi persahabatan wanita (Sumber: Pexels.com/Adrienn)

Sebuah studi penting yang dipimpin oleh Anthony Ong, PhD, seorang profesor psikologi di Cornell University, bersama rekan-rekannya, telah menemukan korelasi signifikan antara dukungan sosial yang kuat dan usia biologis yang lebih muda. Penelitian ini menganalisis data dari lebih dari 2.100 orang dewasa yang terlibat dalam studi jangka panjang Midlife in the United States (MIDUS), memberikan wawasan mendalam tentang efek persahabatan pada penuaan.

Para peneliti secara khusus mengamati "keuntungan sosial kumulatif" — sebuah metrik yang mengukur dukungan sosial dan emosional yang konsisten sepanjang hidup seseorang. Keuntungan sosial kumulatif ini mencakup empat area utama yang membentuk fondasi hubungan sosial kita:

  • Kehangatan dan dukungan yang diterima dari orang tua saat tumbuh dewasa.
  • Seberapa terhubung seseorang dengan komunitas dan lingkungannya.
  • Keterlibatan dalam komunitas keagamaan atau berbasis keyakinan.
  • Dukungan berkelanjutan yang diterima dari teman dan keluarga.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan tingkat dukungan sosial yang lebih tinggi mengalami penuaan epigenetik yang lebih lambat, yang berarti gen mereka menua dengan kecepatan yang lebih rendah. Selain itu, para peserta ini juga memiliki tingkat interleukin-6 yang lebih rendah, sejenis protein yang terkait erat dengan peradangan dalam tubuh.

3 dari 5 halaman

Tanggapan Para Ahli: Lebih dari Sekadar Kebahagiaan Emosional

Anthony Ong, PhD, penulis utama studi, menjelaskan bahwa temuan ini secara jelas menunjukkan bahwa persahabatan yang kuat dan dukungan dari anggota keluarga "memperlambat proses penuaan pada tingkat molekuler." Ia juga mengibaratkan koneksi sosial seperti "rekening pensiun," di mana investasi awal dan konsisten akan memberikan keuntungan besar.

Hillary Ammon, PsyD, seorang psikolog klinis di Center for Anxiety & Women's Emotional Wellness, menambahkan bahwa persahabatan yang kuat terkait erat dengan kesehatan secara keseluruhan. Ia menyatakan, "Ketika manusia memiliki dukungan, baik secara emosional maupun dalam cara lain, mereka cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih tinggi."

Jeremy Nobel, instruktur di Departemen Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Harvard T.H. Chan School of Public Health, menekankan pentingnya melihat kesepian sebagai sinyal biologis fundamental. Ia menyamakan kesepian dengan rasa haus, yang merupakan sinyal biologis bahwa kita membutuhkan hidrasi, menunjukkan bahwa tubuh kita memberi tahu kita untuk mencari koneksi.

4 dari 5 halaman

Bagaimana Ikatan Sosial Memengaruhi Penuaan Seluler?

Meskipun mekanisme pastinya masih terus diteliti, para ilmuwan percaya bahwa koneksi sosial yang kuat dapat memengaruhi penuaan melalui beberapa jalur biologis yang kompleks. Pemahaman ini membantu kita melihat persahabatan bukan hanya sebagai faktor emosional, tetapi juga biologis.

Salah satu jalur adalah melalui "jam epigenetik" seperti GrimAge dan DunedinPACE, yang merupakan penanda molekuler yang memperkirakan seberapa cepat tubuh menua. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang-orang dengan jaringan sosial yang lebih kaya memiliki profil biologis yang lebih muda pada kedua ukuran ini, mengindikasikan penuaan seluler yang lebih lambat.

Selain itu, tingkat interleukin-6 yang lebih rendah pada individu dengan dukungan sosial yang kuat menunjukkan berkurangnya peradangan kronis. Peradangan adalah faktor kunci dalam banyak penyakit terkait usia, sehingga pengurangan ini berkontribusi pada kesehatan yang lebih baik dan penuaan yang lebih lambat. Penting untuk dicatat bahwa manfaat ini bukan tentang persahabatan tunggal atau bantuan stres sesaat, melainkan tentang kedalaman dan konsistensi koneksi sosial yang dibangun selama beberapa dekade.

5 dari 5 halaman

Investasi dalam Hubungan: Kunci Hidup Lebih Sehat dan Lebih Lama

Temuan studi ini menggarisbawahi bahwa kehidupan sosial bukan hanya masalah kebahagiaan atau penghilang stres, tetapi merupakan penentu inti kesehatan fisiologis kita. Ini berarti memprioritaskan hubungan sosial sama pentingnya dengan menjaga pola makan sehat, berolahraga teratur, dan tidur yang cukup.

Untuk Sahabat Fimela yang ingin menerapkan temuan ini dalam hidup, ada beberapa langkah praktis yang bisa diambil:

  • Berinvestasi Sejak Dini dan Konsisten: Sama seperti menabung untuk pensiun, persahabatan akan memberikan hasil terbaik jika Anda berinvestasi sejak dini dan secara konsisten.
  • Membangun Koneksi di Berbagai Lingkungan: Carilah koneksi yang kuat dalam keluarga, lingkaran pertemanan, komunitas, dan kelompok keagamaan atau minat.
  • Mengenali Sinyal Kesepian: Jika Sahabat Fimela merasa kesepian, anggap itu sebagai sinyal untuk mencari koneksi, sama seperti Anda akan mencari air saat haus.

Pada akhirnya, penelitian ini memberikan bukti ilmiah yang kuat bahwa ikatan sosial yang mendalam dan berkelanjutan adalah investasi berharga untuk kesehatan dan umur panjang kita. Jadi, jangan ragu untuk menghubungi teman lama, bergabung dengan kelompok baru, atau merencanakan pertemuan kopi. Tetap terhubung secara sosial tidak hanya membuat hidup lebih baik; itu juga membantu menjaga sel-sel Anda tetap muda untuk menikmati hidup sepenuhnya.