Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, mengisi waktu liburan anak bukan hanya soal bersenang-senang, tetapi juga kesempatan emas untuk memperkaya wawasan mereka. Di tengah maraknya penggunaan gadget dan game online, orang tua perlu lebih cermat dalam memilih aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif. Salah satu cara terbaik adalah dengan mengajak anak mengunjungi museum, tempat di mana mereka bisa belajar hal baru dengan cara yang menyenangkan dan interaktif.
Museum kini tidak lagi identik dengan suasana membosankan. Banyak museum modern menghadirkan pengalaman imersif yang menggabungkan seni, sains, dan teknologi, sehingga anak-anak bisa belajar sambil mengeksplorasi rasa ingin tahu mereka. Mulai dari memahami sejarah, budaya, hingga tubuh manusia, semua bisa dipelajari dengan cara yang menarik.
Mengajak anak ke museum juga membantu mengurangi ketergantungan pada gadget, sekaligus menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan imajinasi mereka. Liburan pun terasa lebih bermakna karena diisi dengan pengalaman baru yang inspiratif.
Rekomendasi Pameran di ArtScience Museum
Sebagai inspirasi destinasi liburan edukatif, ArtScience Museum menghadirkan pameran terbaru bertajuk Flesh and Bones: The Art of Anatomy yang bisa menjadi pilihan menarik untuk dikunjungi bersama keluarga.
Pameran yang dibuka sejak 21 Maret 2026 ini mengajak pengunjung menyelami berbagai perspektif tentang tubuh manusia, sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Menggabungkan seni, sains, memori, dan tradisi, pameran ini mengeksplorasi bagaimana manusia dari berbagai budaya dan zaman memahami tubuh, mulai dari bentuk fisiknya hingga sistem kompleks di dalamnya.
Perpaduan Seni, Sains, dan Sejarah
Dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 museum ini, lebih dari 160 artefak dan karya seni ditampilkan, termasuk ilustrasi anatomi berukuran nyata, manuskrip medis, hingga buku langka yang mengungkap detail tubuh manusia. Koleksi ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Getty Research Institute.
Versi terbaru pameran ini juga menghadirkan perspektif yang lebih luas dengan menggabungkan tradisi medis dari Asia serta karya seni kontemporer. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman tentang tubuh manusia terus berkembang, dipengaruhi oleh budaya, kepercayaan, dan inovasi teknologi.
Instalasi Imersif yang Memukau
Salah satu highlight pameran ini adalah instalasi The Network Within (2026) karya Chiharu Shiota. Dengan benang merah khasnya, instalasi ini menggambarkan tubuh manusia sebagai jaringan kompleks yang penuh makna, sekaligus merepresentasikan hubungan antara memori dan kehidupan.
Selain itu, ada juga karya Evolver (2022) dari Marshmallow Laser Feast yang menghadirkan pengalaman audiovisual dan virtual reality. Pengunjung diajak “menjelajah” ke dalam tubuh manusia, mengikuti perjalanan oksigen melalui sistem pernapasan secara imersif.
Edukasi dari Berbagai Perspektif
Pameran ini juga menampilkan karya seniman dari Asia Tenggara, sekaligus menghadirkan perspektif unik tentang anatomi melalui pendekatan Traditional Chinese Medicine (TCM). Lewat sudut pandang ini, pengunjung diajak memahami tubuh manusia tidak hanya sebagai struktur biologis, tetapi juga sebagai sistem yang terhubung dengan energi dan keseimbangan.
Menariknya, ArtScience Museum turut menghadirkan spesimen tubuh manusia yang biasanya hanya digunakan dalam pendidikan medis. Setiap bagian disajikan dengan penjelasan yang informatif, namun tetap mengedepankan nilai empati dan kemanusiaan. Hal ini membuat pengalaman belajar terasa lebih menyentuh, sekaligus membantu anak memahami pentingnya menghargai tubuh dan kehidupan manusia.
Liburan Seru Sekaligus Bermakna
Pameran Flesh and Bones: The Art of Anatomy akan berlangsung hingga 16 Agustus 2026. Ini bisa menjadi pilihan tepat bagi Sahabat Fimela yang ingin mengajak anak menikmati liburan yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga edukatif.
Dengan konsep yang interaktif dan inspiratif, kunjungan ke museum seperti ini dapat membuka wawasan anak terhadap dunia sains dan seni secara bersamaan. Lebih dari sekadar menambah pengetahuan, pengalaman ini juga membantu menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, serta apresiasi terhadap ilmu pengetahuan sejak dini, bekal penting untuk tumbuh kembang mereka di masa depan.