Melakukan Gerakan Peregangan Bahu Belakang untuk Mengurangi Ketegangan Otot

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 18 Mei 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Ketegangan pada area bahu belakang menjadi kondisi yang cukup sering dialami terutama pada aktivitas yang melibatkan penggunaan lengan dan tubuh bagian atas secara terus-menerus. Area ini berperan dalam menjaga stabilitas bahu sekaligus mendukung berbagai gerakan.

Sahabat Fimela, aktivitas harian seperti bekerja di depan komputer atau menggunakan ponsel dalam waktu lama dapat membuat otot berada dalam posisi yang sama secara berulang. Kondisi ini membuat otot menjadi lebih cepat terasa kaku.

Selain itu, kurangnya variasi gerakan juga dapat memengaruhi kondisi otot. Ketika tubuh jarang melakukan peregangan, fleksibilitas otot cenderung bisa menurun dan dapat memicu rasa tidak nyaman.

Dilansir dari Healthline.com, melakukan peregangan bahu secara rutin dapat membantu meningkatkan fleksibilitas serta mengurangi ketegangan yang muncul akibat aktivitas berulang. Sementara itu, Aleanlife.com menjelaskan bahwa peregangan pada area bahu dapat membantu menjaga mobilitas dan mendukung fungsi otot agar tetap optimal.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mengapa Area Bahu Belakang Sering Terasa Tegang

Salah satu faktor yang dapat memicu ketegangan otot adalah posisi duduk dalam waktu yang lama (Sumber: Pexels.com)

Otot bahu belakang memiliki peran penting dalam menjaga pergerakan lengan agar tetap stabil. Aktivitas sederhana seperti mengangkat, mendorong, atau menarik melibatkan area ini secara langsung.

Sahabat Fimela, salah satu faktor yang dapat memicu ketegangan otot adalah posisi duduk dalam waktu yang lama. Postur yang kurang seimbang dapat memberikan tekanan tambahan pada otot bahu terutama di bagian belakang.

Selain itu, kebiasaan membungkuk saat menggunakan perangkat digital juga dapat membuat otot bekerja lebih keras untuk menopang posisi tubuh. Hal ini dapat menyebabkan rasa tegang yang muncul secara bertahap. Gerakan yang dilakukan secara berulang juga berkontribusi terhadap kondisi ini. Otot yang terus digunakan tanpa jeda cenderung bisa mengalami kelelahan.

Kondisi ini juga berkaitan dengan otot rotator cuff yang berfungsi untuk menjaga kestabilan bahu. Ketika otot ini tidak mendapatkan peregangan yang cukup maka fleksibilitasnya dapat berkurang.

Ketegangan yang dibiarkan dalam waktu lama secara terus menerus seperti ini dapat memengaruhi kenyamanan saat bergerak terutama pada aktivitas yang melibatkan bagian atas tubuh.

3 dari 3 halaman

Rangkaian Gerakan Peregangan Sederhana untuk Relaksasi Otot

Berikut adalah beberapa gerakan peregangan yang dapat dilakukan (Sumber: Pexels.com)

Dengan melakukan peregangan secara bertahap dapat membantu mengurangi ketegangan pada area bahu belakang tanpa memberikan tekanan berlebih pada otot. Berikut adalah beberapa gerakan peregangan yang dapat dilakukan:

  • Sleeper stretch

Lakukan dengan posisi berbaring untuk menargetkan otot bahu belakang terutama pada bagian rotator cuff, sehingga dapat membantu mengurangi kekakuan.

  • Cross-body shoulder stretch

Gerakan menarik lengan ke arah dada dapat membantu meregangkan otot bahu belakang dan meningkatkan ruang gerak pada sendi.

  • Thread the needle stretch

Gerakan ini melibatkan rotasi tubuh bagian atas yang dapat membantu meredakan ketegangan di bahu dan punggung atas.

  • Child pose

Posisi ini dapat memberikan efek relaksasi sekaligus membantu membuka area bahu yang terasa kaku.

  • Shoulder blade squeeze

Menggerakkan tulang belikat ke arah dalam dapat membantu mengaktifkan otot punggung atas dan menyeimbangkan posisi bahu.

  • Wall shoulder stretch

Menggunakan bantuan dinding juga dapat membantu menjaga posisi tubuh agar tetap stabil saat meregangkan otot bahu belakang.

Setiap gerakan-gerakan ini memiliki fokus pada area yang berbeda sehingga dapat membantu otot bekerja lebih seimbang dan mendukung pergerakan tubuh yang lebih nyaman dalam aktivitas sehari-hari.