Mengenal Latihan Glute Bridge March untuk Menguatkan Pinggul dan Menjaga Keseimbangan

Sarah ArsaliyanaDiterbitkan 28 Juni 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Latihan yang berfokus pada bagian bawah tubuh tidak selalu membutuhkan alat atau gerakan yang kompleks. Salah satu variasi yang cukup efektif dilakukan di rumah adalah glute bridge march yang mengembangkan gerakan dasar menjadi lebih dinamis.

Sahabat Fimela, gerakan ini dimulai dari posisi glute bridge yaitu mengangkat pinggul dari lantai, kemudian ditambahkan gerakan mengangkat kaki secara bergantian. Kombinasi ini membuat otot tidak hanya bekerja untuk mengangkat, tetapi juga menjaga posisi tetap stabil.

Dilansir dari DrFitology.com, glute bridge march melibatkan beberapa kelompok otot sekaligus seperti glutes, hamstrings, dan core. Aktivasi ini dapat membuat latihan tidak hanya berfokus pada satu area, tetapi juga melatih koordinasi tubuh secara keseluruhan.

Selain itu, latihan ini memiliki keunggulan dalam melatih kontrol gerakan. Karena dilakukan secara perlahan dan terfokus, setiap bagian tubuh dituntut untuk bergerak dengan presisi agar keseimbangan tetap terjaga.

Dilansir dari MySetPlan.com, variasi gerakan marching dalam latihan ini dapat membuat tubuh harus menahan beban pada satu sisi secara bergantian. Hal ini dapat membantu meningkatkan kemampuan tubuh dalam menjaga stabilitas secara bertahap.

2 dari 3 halaman

Alasan Glute Bridge March Efektif untuk Melatih Stabilitas

Kondisi ini melatih otot pinggul untuk bekerja secara unilateral atau satu sisi (Sumber: Pexels.com)

Efektivitas glute bridge march terletak pada perubahan distribusi beban saat latihan dilakukan. Ketika satu kaki diangkat, sisi tubuh lainnya harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan posisi pinggul agar tetap sejajar.

Sahabat Fimela, kondisi ini melatih otot pinggul untuk bekerja secara unilateral atau satu sisi. Latihan seperti ini penting untuk mengurangi ketidakseimbangan kekuatan antara sisi kanan dan kiri tubuh yang sering tidak disadari.

Selain itu, keterlibatan otot core menjadi faktor penting dalam menjaga posisi tubuh. Core berfungsi sebagai penstabil utama yang dapat membantu mengontrol gerakan agar tetap terkendali selama latihan berlangsung.

Gerakan yang dilakukan secara perlahan juga berperan dalam meningkatkan kualitas latihan. Dengan tempo yang terkontrol, tubuh memiliki waktu untuk menyesuaikan posisi dan menjaga keseimbangan secara lebih optimal.

Latihan ini juga membantu meningkatkan koordinasi antar bagian tubuh. Sinkronisasi antara gerakan kaki dan posisi pinggul membuat tubuh belajar bergerak secara lebih efisien.

Kemampuan stabilitas yang dilatih melalui gerakan ini memiliki dampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Tubuh menjadi lebih siap dalam menghadapi gerakan yang membutuhkan keseimbangan seperti berjalan atau berpindah posisi.

3 dari 3 halaman

Panduan Praktis Melakukan Glute Bridge March

Berikut adalah panduan untuk melakukan gerakan ini (Sumber: Pexels.com)

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, glute bridge march perlu dilakukan dengan teknik yang tepat. Berikut adalah panduan untuk melakukan gerakan ini:

Bahan latihan:

  • Matras atau alas yang nyaman
  • Ruang yang cukup untuk bergerak

Cara melakukannya:

  • Atur posisi awal dengan benar

Berbaring telentang dengan lutut ditekuk dan kaki menapak di lantai. Pastikan jarak kaki tidak terlalu dekat atau terlalu jauh dari tubuh agar posisi stabil.

  • Angkat pinggul sebagai dasar gerakan

Dorong pinggul ke atas hingga tubuh membentuk garis lurus dari bahu hingga lutut. Posisi ini menjadi titik awal sebelum melakukan gerakan berikutnya.

  • Mulai gerakan marching secara perlahan  

Angkat satu kaki dari lantai tanpa mengubah posisi pinggul. Gerakan ini harus dilakukan dengan kontrol agar tubuh tidak kehilangan keseimbangan.

  • Lakukan secara bergantian  

Turunkan kaki, lalu angkat kaki lainnya dengan pola yang sama. Gerakan ini menyerupai berjalan di tempat dalam posisi bridge.

  • Fokus pada kestabilan, bukan kecepatan  

Jaga agar pinggul tetap sejajar dan tidak turun saat satu kaki diangkat. Hindari gerakan yang terlalu cepat karena dapat mengurangi efektivitas latihan.

  • Perhatikan ritme pernapasan  

Atur napas agar tetap stabil selama latihan, sehingga tubuh tidak tegang dan gerakan bisa dilakukan dengan lebih terkontrol.

Setiap langkah dalam latihan ini menekankan pentingnya kontrol dan keseimbangan, sehingga hasil yang didapatkan tidak hanya dari kekuatan, tetapi juga dari kualitas gerakan yang dilakukan.