Perbedaan Tidur Siang 20 Menit dan 90 Menit, Mana yang Lebih Baik bagi Tubuh?

hilya KamilaDiterbitkan 16 Juni 2026, 10:30 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, pernahkah merasa tubuh kembali segar hanya setelah tidur siang singkat sekitar 20 menit? Atau justru merasa lebih nyaman setelah tidur lebih lama hingga satu setengah jam? Ternyata, durasi tidur siang memang dapat memberikan manfaat yang berbeda bagi tubuh dan otak. Tidak hanya sekadar menghilangkan kantuk, tidur siang juga berperan dalam meningkatkan fokus, suasana hati, bahkan tingkat kreativitas.

Dilansir dari bedtimesleepcalculator.com, terdapat perbedaan manfaat yang dirasakan apabila kita tidur siang dalam waktu durasi 20 dan 90 menit. Sebenarnya, perbedaan durasi tidur siang tergantung masing-masing kebutuhan setiap orang. Oleh karena itu, Sahabat Fimela bisa memilih durasi tidur siang sesuai dengan kebutuhan aktivitas sehari-hari.

Meski sama-sama bermanfaat, tidur siang juga perlu dilakukan dengan waktu yang tepat agar tidak mengganggu kualitas tidur malam. Lalu, bagaimana perbedaan tidur siang berdurasi 20 dan 90 menit? Yuk simak pembahasan berikut agar Sahabat Fimela bisa menentukan waktu tidur siang yang cocok untuk kebutuhan sehari-hari.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Berapa Durasi Waktu Tidur Siang yang Lebih Baik?

Tidur siang selama 20 menit sering disebut sebagai power nap karena mampu membantu tubuh kembali segar dalam waktu singkat. (Foto/dok: freepik)

Tidur siang selama 20 menit sering disebut sebagai power nap karena mampu membantu tubuh kembali segar dalam waktu singkat. Jika Sahabat Fimela tidur siang selama 20 menit, hal itu akan membantu untuk meningkatkan fokus, energi, dan konsentrasi tanpa membuat tubuh masuk ke tahap tidur dalam. Selain itu, apabila belum memasuki fase deep sleep, seseorang cenderung lebih mudah bangun dengan perasaan ringan dan tidak terlalu grogi. Itulah sebabnya, tidur siang 20 menit cocok dilakukan saat jeda kerja atau ketika tubuh mulai kehilangan fokus di siang hari.

Sementara itu, tidur siang selama 90 menit memberikan manfaat yang berbeda karena tubuh memiliki waktu untuk menyelesaikan satu siklus tidur penuh. Dalam satu siklus tersebut, tubuh melewati fase tidur ringan, tidur dalam yang berkaitan dengan kreativitas, pemrosesan emosi, dan daya ingat. Oleh karena itu, tidur 90 menit sering dianggap lebih efektif untuk membantu pemulihan tubuh dan meningkatkan kreativitas dibandingkan power nap singkat. Selain itu, bangun setelah satu siklus penuh juga dapat mengurangi risiko sleep inertia atau rasa pusing dan lemas setelah tidur.

Meski sama-sama bermanfaat, pilihan durasi tidur siang sebenarnya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan aktivitas sehari-hari. Jika hanya membutuhkan tambahan energi cepat agar tetap produktif, tidur 20 menit sudah cukup membantu. Namun, apabila tubuh terasa sangat lelah atau membutuhkan pemulihan mental yang lebih optimal, tidur selama 90 menit bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Yang terpenting, Sahabat Fimela perlu hindari tidur siang terlalu sore agar tidak mengganggu kualitas tidur di malam hari.

3 dari 3 halaman

Tips agar Tidur Siang Menjadi Lebih Optimal di Tengah Aktivitas Sehari-Hari

Pilih tempat tidur siang yang nyaman, tenang, dan tidak terlalu terang agar menjadi rileks dan bugar saat bangun. (Foto/dok: Freepik/tirachardz)

Dilansir dari biologyinsight.com, tidur siang bisa menjadi lebih optimal dengan beberapa tips berikut ini.

1. Pilih durasi tidur siang sesuai kebutuhan

Sahabat Fimela, durasi tidur siang yang ideal sebenarnya tergantung pada tujuan tubuh beristirahat. Jika hanya membutuhkan tambahan energi dan fokus, tidur selama 15–20 menit sudah cukup membantu tubuh terasa lebih segar. Namun, apabila tubuh sedang sangat lelah atau kurang tidur pada malam hari, tidur siang selama 90 menit bisa membantu tubuh menjalani satu siklus tidur penuh sehingga pemulihan terasa lebih optimal.

2. Tidur siang sebaiknya dilakukan pada awal hingga tengah siang

Waktu tidur siang juga mempengaruhi kualitas istirahat. Selain itu, waktu terbaik untuk tidur siang adalah sekitar pukul 1 hingga 3 sore karena tubuh memang mengalami penurunan energi alami pada jam tersebut. Oleh sebab itu, sebaiknya Sahabat Fimela bisa untuk menghindari tidur terlalu sore karena dapat mengakibatkan seseorang lebih sulit tidur saat malam hari.

3. Ciptakan suasana yang nyaman untuk tidur

Agar tubuh lebih mudah rileks, Sahabat Fimela bisa memilih tempat tidur siang yang nyaman, tenang, dan tidak terlalu terang. Ruangan yang sejuk dan minim gangguan dapat membantu tubuh lebih cepat tertidur sehingga waktu tidur siang menjadi lebih efektif. Jika sulit tidur di tempat ramai, penggunaan penutup mata juga bisa membantu meningkatkan kualitas istirahat.

 

Sahabat Fimela, tidur siang bukan hanya sekadar waktu beristirahat di tengah aktivitas, tetapi juga bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga energi, fokus, dan kesehatan mental sehari-hari. Baik tidur siang singkat selama 20 menit maupun tidur lebih lama hingga 90 menit, keduanya memiliki manfaat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing. Dengan memilih durasi yang tepat, memperhatikan waktu tidur siang, serta menciptakan suasana istirahat yang nyaman, tidur siang dapat membantu tubuh kembali segar tanpa mengganggu kualitas tidur malam. Jadi, tidak ada durasi yang paling baik untuk semua orang, karena yang terpenting adalah memahami kebutuhan tubuh agar aktivitas sehari-hari tetap terasa lebih seimbang dan produktif.