Kenapa Meminta Maaf pada Anak Penting? Berikut 6 Cara Parenting dalam Membangun Kepedulian Si Kecil

hilya KamilaDiterbitkan 17 Juni 2026, 13:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, sering kali kita tidak sadar telah membuat kesalahan pada anak. Namun, kebanyakan dari orangtua merasa gengsi dan enggan untuk meminta maaf. Biasanya, kita merasa meminta maaf pada anak akan terlihat “lemah” dan mengurangi rasa hormat mereka kepada orangtua. Padahal, dengan berusaha minta maaf pada anak dan mengakui kesalahan, pola parenting tersebut bisa membuat mereka menjadi lebih respek dengan orangtua.

Dilansir dari psychologytoday.com, jika kita meminta maaf pada si kecil, orangtua secara tidak langsung memberikan contoh yang baik untuk mengakui kesalahan. Hal itu bisa menjadi salah satu pola parenting yang ideal dan sebaiknya diterapkan pada si kecil. Sahabat Fimela, tak bisa dipungkiri bahwa  sebagai orangtua terkadang melakukan kesalahan pada anak. Itulah sebabnya, salah satu cara untuk memperbaikinya dengan meminta maaf dan mengakui kesalahan yang telah kita perbuat. 

Di sisi lain, dengan meminta maaf pada anak, kita akan merasa tenang. Mereka pun juga akan menghormati orangtua karena telah berusaha untuk meminta maaf. Lalu, bagaimana cara meminta maaf pada si kecil dengan tepat? Yuk simak pembahasan berikut agar Sahabat Fimela bisa mendidik anak menjadi lebih respek dengan orangtua. 

2 dari 3 halaman

Tips Meminta Maaf dan Mengakui Kesalahan pada Anak

Permintaan maaf yang baik perlu disertai dengan pengakuan jelas tentang kesalahan yang dilakukan. (Foto/dok: Freepik)

Dilansir dari parents.com, berikut beberapa cara yang bisa Sahabat Fimela lakukan untuk meminta maaf dan mengakui kesalahan kepada si kecil.

1. Mengakui perasaan anak yang terluka

Saat orangtua marah atau membentak, anak bisa merasa sedih, takut atau kecewa. Oleh karena itu, langkah pertama yang bisa Sahabat Fimela lakukan ketika meminta maaf adalah mengakui bahwa tindakan tersebut telah melukai perasaan mereka. Bahkan, si kecil akan merasa lebih dihargai ketika emosinya diakui. Selain memperbaiki hubungan, hal ini juga membuat anak belajar bahwa perasaan mereka penting dan layak didengarkan.

2. Bertanggung jawab atas kesalahan

Permintaan maaf yang baik perlu disertai dengan pengakuan jelas tentang kesalahan yang dilakukan. Sebaiknya, Sahabat Fimela bisa menghindari untuk meminta maaf secara samar seperti “kalau Mama salah” atau “kalau kamu tersinggung.” Ketika kita berusaha untuk mengakui kesalahan pada anak, jelaskan secara spesifik tindakan yang keliru. Misalnya karena membentak, berbicara kasar, dan tidak mendengarkan anak. Sikap bertanggung jawab itu bisa membantu anak memahami arti kejujuran.

3. Menjelaskan alasan dibalik perilaku

Setelah mengakui kesalahan, orangtua dapat menjelaskan alasan mengapa hal itu terjadi, misalnya karena stres, lelah atau emosi yang tidak terkontrol. Penjelasan ini bukan untuk mencari pembenaran, tetapi membantu anak memahami situasi secara lebih manusiawi. Dengan memberikan penjelasan, anak juga belajar bahwa setiap orang bisa melakukan kesalahan saat emosinya tidak stabil.

3 dari 3 halaman

4. Menunjukkan keinginan untuk berubah

Permintaan maaf akan terasa lebih tulus jika disertai komitmen untuk memperbaiki diri. (Foto/dok: Freepik)

Permintaan maaf akan terasa lebih tulus jika disertai komitmen untuk memperbaiki diri. Itulah sebabnya,  Sahabat Fimela bisa mengatakan bahwa mereka akan mencoba lebih sabar, menarik napas terlebih dahulu atau berbicara lebih tenang lain kali. Sikap ini menunjukkan bahwa meminta maaf tidak hanya ucapan, tetapi juga usaha nyata untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

5. Menyampaikan permintaan maaf dengan jelas 

Sahabat Fimela, permintaan maaf tidak perlu terlalu panjang atau berlebihan. Melalui ucapan sederhana seperti “Maaf tadi Mama membentak kamu” yang disampaikan dengan tulus, hal itu justru lebih mudah dipahami si kecil. Selain itu, cara ini mengajarkan bahwa semua orang bisa berbuat salah, tetapi penting untuk mengakui dan memperbaikinya dengan jujur.

6. Memberikan tindakan sebagai permintaan maaf

Selain meminta maaf, orangtua juga bisa menunjukkan kepedulian lewat tindakan nyata. Misalnya dengan mengajak anak berbicara, menghabiskan waktu bersama, atau menanyakan apa yang bisa dilakukan agar anak merasa lebih baik. Tindakan kecil seperti ini bisa membantu Sahabat Fimela untuk memperkuat kembali rasa aman dan kedekatan emosional antara anak dengan orangtua.

Sahabat Fimela, meminta maaf kepada anak bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk dari rasa tanggung jawab kita sebagai orangtua. Dengan berani mengakui kesalahan, orangtua tidak hanya memperbaiki hubungan dengan si kecil, tetapi juga memberikan contoh tentang pentingnya kejujuran, empati, dan sikap bertanggung jawab. Pada akhirnya, kebiasaan ini dapat membantu membangun hubungan yang lebih hangat serta menumbuhkan rasa hormat anak kepada orangtua dengan cara yang sehat dan penuh kasih sayang.