Fimela.com, Jakarta - Selama 17 tahun terakhir, brightspot bukan hanya tumbuh sebagai creative market, tetapi juga menjadi bagian dari perkembangan industri kreatif dan gaya hidup urban di Indonesia. Berawal dari sebuah event kecil di ruang warehouse Plaza Indonesia pada 2009 dengan hanya puluhan tenant lokal, brightspot kini berkembang menjadi ruang yang mempertemukan brand lokal, komunitas kreatif, seniman, hingga generasi muda yang dekat dengan kultur fashion, musik, seni, dan lifestyle kota.
Perjalanan panjang tersebut kembali dirayakan lewat brightspotCITY 2026 yang hadir di Agora Mall Thamrin Nine pada 26–31 Mei 2026 dan 4–7 Juni 2026. Tahun ini, brightspot tampil jauh lebih besar dengan area seluas lebih dari 10.700 meter persegi yang dibagi ke dalam beberapa distrik kreatif. Sebanyak 251 jenama lokal terkurasi akan hadir setelah melalui proses seleksi dari hampir 3.000 brand yang mendaftar dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagi banyak orang, datang ke brightspot memang selalu terasa lebih dari sekadar belanja lho, Sahabat Fimela. Ada pengalaman yang membuat event ini terus ditunggu setiap tahunnya, mulai dari menemukan brand baru secara tidak sengaja, bertemu langsung dengan founder lokal, hingga menikmati suasana ramai yang terasa hangat di tengah kehidupan kota yang semakin sibuk dan serba digital.
17 Tahun brightspot dan Perjalanan Industri Kreatif Indonesia
Founder brightspotMRKT dan Future10, Anton Wirjono, mengatakan bahwa perjalanan brightspot selama 17 tahun memperlihatkan perubahan besar dalam perkembangan industri kreatif lokal. Jika dulu brightspot hanya diikuti puluhan tenant, kini ribuan brand lokal berlomba untuk bisa menjadi bagian dari platform tersebut.
“Dulu event pertama kami hanya diikuti sekitar 25 brand. Sekarang yang mendaftar hampir 3.000 brand dan kami mengkurasi 251 yang terpilih. Perkembangannya besar sekali, tapi misi kami tetap sama, menjadi platform offline untuk brand-brand kreatif terbaik di Indonesia,” ujar Anton Wirjono.
Menurut Anton, brightspot sejak awal memang dibangun bukan sekadar market, tetapi juga ruang untuk menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung. Karena itu, setiap tahunnya brightspot selalu mencoba menghadirkan konsep yang berbeda, termasuk tahun lalu saat menghadirkan konsep supermarket bersama seniman Abenk Alter dan kini berkembang menjadi brightspotCITY 2026 dengan konsep kota kreatif.
brightspotCITY 2026 Hadirkan Gambaran Kota Kreatif Impian
Konsep “city” yang diangkat tahun ini bukan tanpa alasan. Dengan area acara yang semakin besar, brightspot merasa konsep kota menjadi gambaran paling tepat untuk menggambarkan ekosistem kreatif yang selama ini mereka bangun.
Berlokasi di Agora Mall Thamrin Nine, brightspotCITY 2026 akan menghadirkan beberapa distrik yang diisi brand lokal, instalasi seni, komunitas, musik, hingga berbagai pengalaman interaktif. Anton menyebut konsep ini juga menjadi refleksi dari kota yang mereka impikan untuk Jakarta di masa depan.
“Kalau lihat secara konten dan talent kreatif, Indonesia sebenarnya sudah sangat siap. Kami membayangkan Jakarta bisa punya daya tarik kreatif seperti Bangkok atau Tokyo. Bahkan sekarang sudah mulai banyak pengunjung dari Malaysia dan Singapura yang datang khusus untuk melihat perkembangan creative scene di sini,” katanya.
Menurutnya, brightspotCITY ingin menjadi contoh kecil bagaimana ruang kreatif bisa menghidupkan kota dan menghadirkan pengalaman yang membuat orang ingin datang, berkumpul, dan menikmati interaksi secara langsung.
Di Tengah Era AI, brightspot Ingin Hadirkan Pengalaman yang Lebih Personal
Di tengah perkembangan teknologi dan AI yang semakin cepat, brightspotCITY 2026 justru ingin mengajak pengunjung kembali menikmati pengalaman yang lebih nyata dan personal. Anton menilai, ada banyak hal yang tidak bisa tergantikan oleh teknologi, terutama soal interaksi antarmanusia.
“AI mungkin bisa mengambil alih banyak fungsi dan membuat hidup lebih praktis, tapi ada hal-hal yang tidak akan hilang, yaitu human experience. Kita tetap ingin berkumpul, mendengarkan musik, makan bersama, melihat karya kreatif, dan membeli sesuatu yang dibuat langsung oleh manusia kreatif lainnya,” jelas Anton.
Karena itu, brightspotCITY 2026 tidak hanya fokus menghadirkan tenant atau hiburan semata, tetapi juga membangun suasana yang membuat pengunjung betah berlama-lama dan merasa terkoneksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Jadi Saksi Perjalanan Brand Lokal Indonesia
Hal serupa juga disampaikan Co-Founder brightspot MRKT, Leonard Theosabrata. Menurutnya, selama 17 tahun terakhir brightspot telah menjadi saksi perkembangan brand lokal Indonesia dari yang awalnya dipandang sebelah mata hingga kini mampu berkembang dan bersaing di level internasional.
“Dulu profesi seperti barista, bartender, atau chef belum dianggap keren seperti sekarang. Hari ini justru jadi profesi yang banyak diminati anak muda. Itu menunjukkan industri kreatif dan lifestyle kita berkembang sangat jauh,” ujar Leonard.
Sahabat Fimela, selain menghadirkan tenant lokal, brightspotCITY 2026 juga didukung berbagai kolaborasi strategis bersama BCA, MRT Jakarta, hingga Waste4Change untuk menciptakan pengalaman acara yang lebih nyaman, mudah diakses, sekaligus lebih ramah lingkungan.
Memasuki usia ke-17, brightspot kini bukan hanya dikenal sebagai creative market tahunan. Lebih dari itu, brightspot telah berkembang menjadi bagian dari kultur kreatif Jakarta yang terus tumbuh bersama komunitas, brand lokal, dan generasi muda yang ingin melihat kotanya menjadi lebih hidup dan kreatif.
Penulis: Siti Nur Arisha