Cocok untuk Si Misterius, La Nuit Tombée dari Serge Lutens Terinspirasi dari Keindahan Saat Malam Tiba

Hilda IrachDiterbitkan 06 Juni 2026, 22:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Ada parfum yang hadir untuk menarik perhatian banyak orang. Namun ada pula parfum yang terasa seperti rahasia pribadi, hanya dipahami oleh mereka yang mengenakannya. Kategori kedua inilah yang diwakili oleh La Nuit Tombée, parfum terbaru dari Serge Lutens yang mengajak penggunanya menyelami keindahan senja yang perlahan berubah menjadi malam.

Bagian dari La Collection Noire, La Nuit Tombée bukan sekadar wewangian woody biasa. Parfum ini menghadirkan interpretasi baru tentang kegelapan yang elegan, tenang, dan penuh misteri. Terinspirasi dari momen saat cahaya terakhir menghilang di cakrawala, parfum ini menangkap perasaan reflektif yang muncul ketika dunia mulai melambat dan seseorang berhadapan dengan dirinya sendiri.  

2 dari 3 halaman

Terinspirasi dari Momen Saat Malam Tiba

Parfum terbaru dari Serge Lutens yang mengajak penggunanya menyelami keindahan senja yang perlahan berubah menjadi malam. [Dok/aromaabadi].

Dalam bahasa Prancis, La Nuit Tombée berarti “malam telah tiba”. Nama tersebut menjadi benang merah yang menghubungkan keseluruhan cerita parfum ini. Serge Lutens menggambarkannya sebagai perjalanan menuju ruang yang lebih intim dan personal, ketika batas antara dunia luar dan dunia batin perlahan menghilang.  

Parfum ini mengeksplorasi transisi antara siang dan malam, sebuah fase yang sering kali menghadirkan rasa tenang sekaligus melankolis. Layaknya bayangan yang memanjang saat matahari terbenam, La Nuit Tombée mengajak pemakainya menelusuri kenangan, emosi, dan sisi terdalam dari diri mereka sendiri.  

3 dari 3 halaman

Aroma Dark Woody yang Smoky dan Elegan

Parfum terbaru dari Serge Lutens yang mengajak penggunanya menyelami keindahan senja yang perlahan berubah menjadi malam. [Dok/aromaabadi].

Karakter utama La Nuit Tombée terletak pada komposisi dark woody yang kaya dan berlapis. Aroma incense olibanum menjadi pembuka yang menghadirkan kesan smoky dan sedikit mistis. Keharumannya mengingatkan pada kepulan asap tipis yang bergerak perlahan di udara senja.  

Di bagian tengah, patchouli memberikan nuansa earthy yang dalam dan membumi. Aroma ini menghadirkan dimensi yang hangat sekaligus misterius, membuat parfum terasa semakin kompleks seiring waktu.

Sementara itu, cedarwood menyempurnakan keseluruhan komposisi dengan sentuhan kayu yang kering, elegan, dan sophisticated. Perpaduan ketiga elemen tersebut menciptakan aroma yang tidak terlalu keras, tetapi memiliki kedalaman yang memikat dan meninggalkan jejak yang berkesan.  

Menurut Serge Lutens, La Nuit Tombée merupakan sebuah nocturnal chypre, yakni wewangian yang menggambarkan suasana malam dan sisi pribadi seseorang yang jarang diperlihatkan kepada dunia. Aroma ini tidak hadir untuk menjadi pusat perhatian, melainkan untuk dinikmati secara personal.  

Kesan misterius tersebut semakin terasa melalui deskripsi puitis yang menyebut parfum ini sebagai “bayangan yang berbicara seperti kabut di bumi”. Alih-alih menghadirkan aroma yang gelap dan berat, La Nuit Tombée justru terasa lembut, tenang, dan penuh nuansa. Ia bergerak perlahan di kulit seperti kabut malam yang menyelimuti lanskap pegunungan saat senja berakhir.  

Bagi pencinta parfum woody yang ingin menjelajahi aroma dengan karakter lebih dalam dan emosional, La Nuit Tombée menawarkan pengalaman yang berbeda. Wewangian ini terasa seperti senja yang tak ingin segera berakhir—gelap, hangat, dan menyisakan misteri yang terus hidup bahkan setelah malam benar-benar tiba.