7 Tips Menjaga Pola Makan Anak saat Liburan agar Tetap Tenang di Perjalanan

hilya KamilaDiterbitkan 25 Juni 2026, 10:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, liburan bersama keluarga pastinya menjadi momen seru dan menyenangkan. Selain itu, liburan keluarga menjadi kesempatan bagus untuk bersenang-senang menghabiskan waktu bersama keluarga. Biasanya, si kecil pun juga merasa antusias hingga membawa camilan favoritnya ketika liburan. Namun, Sahabat Fimela juga perlu memperhatikan pola makan anak ketika berlibur bersama.

Sering kali kita merasa lalai untuk menjaga pola makan anak sehingga bisa mempengaruhi kesehatannya. Ketika melakukan perjalanan jauh, anak-anak mudah menjadi rewel sehingga meminta banyak hal pada orangtua, termasuk camilan mereka. Oleh sebab itu, perlu beberapa tips agar pola makan anak tetap terjaga sehingga meminimalisir mengonsumsi camilan yang kurang sehat. 

Akan tetapi, hal itu bisa memberikan dampak negatif pada kesehatan anak. Dilansir dari bettercv.com, jika terus menerus mengonsumsi camilan tinggi gula dan garam bisa mengakibatkan sakit perut, bahkan lonjakan gula darah. Lalu, bagaimana cara menjaga pola makan si kecil selama liburan?

Yuk simak tips berikut agar Sahabat Fimela tidak perlu mengkhawatirkan pola makan anak saat berwisata bersama keluarga.

2 dari 3 halaman

Cara Menjaga Pola Makan Anak saat Melakukan Perjalanan Jauh

Luangkan waktu untuk menyiapkan camilan sehat untuk anak-anak sebelum berangkat liburan. (Foto/dok; pexels/Go Journal)

1. Rencanakan bekal dan camilan sehat Sebelum berangkat

Sahabat Fimela, perjalanan liburan sering kali membuat jadwal makan anak menjadi tidak menentu. Agar si kecil tidak terlalu lapar hingga memilih makanan kurang bergizi, sebaiknya luangkan waktu untuk menyiapkan camilan sehat sebelum berangkat. Sahabat Fimela bisa menyiapkan buah segar, yogurt, keju, biskuit gandum atau kacang-kacangan untuk pilihan praktis yang mengenyangkan sekaligus kaya nutrisi. 

2. Cari tahu pilihan menu sebelum makan di restoran

Liburan tetap bisa menjadi momen menikmati kulineran tanpa mengabaikan kebutuhan gizi anak. Sebelum berkunjung ke restoran, cobalah melihat menu terlebih dahulu. Cara sederhana ini membantu kita untuk menemukan pilihan makanan yang sesuai dengan selera sekaligus kebutuhan nutrisi si kecil. Selain itu, jangan ragu meminta penggantian menu pendamping, misalnya memilih buah sebagai pengganti kentang goreng. 

3. Siapkan makanan favorit anak untuk antisipasi 

Tidak semua anak mudah mencoba makanan baru, terutama saat berada di lingkungan yang berbeda. Oleh karena itu, membawa beberapa makanan favorit yang praktis dapat menjadi penyelamat ketika pilihan makanan di lokasi wisata terbatas. Contohnya, biskuit gandum atau camilan sehat yang sudah dikenal anak. 

4. Seimbangkan makanan bergizi dengan camilan untuk liburan

Liburan memang identik dengan es krim, pizza atau makanan manis lainnya. Namun, bukan berarti semua itu harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan. Jika anak menikmati makanan yang lebih tinggi kalori di satu waktu, imbangi dengan sayuran, buah atau sumber protein pada waktu makan berikutnya. Pendekatan ini membantu anak menikmati pengalaman liburan tanpa kehilangan pola makan sehat yang sudah dibangun di rumah.

3 dari 3 halaman

5. Jadilah contoh dalam memilih makanan sehat

Selama perjalanan, tunjukkan bahwa orangtua menjadi contoh yang baik bagi si kecil dengan mengonsumsi makanan sehat. (Foto/dok: Pexels/Alex Green)

Biasanya, si kecil cenderung meniru kebiasaan orangtuanya, termasuk dalam urusan makan. Selama perjalanan, tunjukkan bahwa orangtua juga menikmati makanan bergizi, memilih camilan sehat, serta mengonsumsi air putih secara rutin. Ketika seluruh keluarga menerapkan kebiasaan makan yang baik, anak akan lebih mudah mengikuti tanpa merasa dibatasi. Liburan pun menjadi kesempatan yang tepat untuk membangun kebiasaan makan sehat bersama.

6. Pastikan anak tetap terhidrasi sepanjang perjalanan

Kesibukan menikmati perjalanan sering membuat anak lupa minum. Padahal, cuaca panas, aktivitas yang padat, maupun perjalanan panjang dapat meningkatkan risiko dehidrasi. Itulah sebabnya, Sahabat Fimela bisa membiasakan membawa botol minum yang mudah diisi ulang dan tawarkan air putih secara berkala, bukan hanya saat anak mengeluh haus. Asupan cairan yang cukup membantu menjaga energi, konsentrasi, serta mencegah anak mudah lelah atau rewel selama berlibur.

7. Tetap pertahankan rutinitas makan

Sahabat Fimela, liburan memang membawa perubahan jadwal, tetapi usahakan waktu makan anak tidak bergeser terlalu jauh dari rutinitas sehari-hari. Makan secara teratur membantu menjaga rasa kenyang, mencegah anak mengonsumsi camilan berlebihan. Bila perjalanan berlangsung beberapa hari, siapkan pilihan makanan sehat agar kebutuhan nutrisi anak tetap terpenuhi tanpa mengurangi keseruan liburan.