Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, Prambanan Jazz Festival (PJF) kembali menyapa penikmat musik di kawasan Candi Prambanan, DI Yogyakarta, pada Jumat (3/7/2026). Memasuki tahun ke-12, Prambanan Jazz 2026 dibuka meriah dengan identitas baru bertajuk Playing Jazz yang menempatkan unsur jazz sebagai poros utama.
Konsep Playing Jazz lahir sebagai respons atas masukan penonton dalam beberapa tahun terakhir. Melalui pendekatan ini, deretan musisi lintas genre diajak menyajikan aransemen dengan sentuhan jazz sehingga pengalaman panggung terasa berbeda dan lebih terkurasi.
Di malam pembuka, sorotan tertuju pada rangkaian penampil utama termasuk Michael Learns To Rock (MLTR) dan Xdinary Heroes yang menutup hari pertama dengan energi tinggi. "Prambanan what's up? Are you guys excited?" Gunil menyapa penonton dengan kalimat itu saat membuka set Xdinary Heroes sebelum grup tersebut membawakan lagu-lagu andalan mereka.
Playing Jazz Menjadi Arah Kurasi Baru
Perubahan paling nyata tahun ini tampak dari komposisi line-up yang lebih menonjolkan musisi jazz. Kurasi dipimpin musisi Shadu Rasjidi dengan mandat memperkuat identitas festival sebagai ruang perayaan jazz tanpa menutup pintu bagi keberagaman genre.
Rajawali Indonesia selaku penyelenggara menyebut langkah kurasi ini diambil untuk menjawab harapan publik agar Prambanan Jazz kembali menegaskan jati dirinya sebagai festival jazz. CEO Rajawali Indonesia, Anas Alimi, mengatakan upaya tersebut menjadi respons langsung atas harapan tersebut.
Secara komposisi, sekitar 63 persen line-up Prambanan Jazz 2026 berasal dari genre jazz. Sementara musisi dari genre lain juga tampil dengan aransemen yang disesuaikan dengan konsep Playing Jazz, sehingga keseluruhan pengalaman tetap menjaga warna jazz sebagai benang merah.
Sorotan Panggung Utama: MLTR dan Xdinary Heroes
Hari pertama berlangsung di tiga area, dengan Rukun Stage sebagai panggung utama. Menjelang puncak acara, Rony Parulian, Perunggu, Trisum, Kini dan Nanti, serta Sal Priadi tampil bergantian membangun atmosfer menjelang kehadiran headliner malam itu.
MLTR menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan. Band asal Denmark tersebut mengajak penonton bernyanyi bersama lewat lagu-lagu andalan, menutup set utama dengan "Paint My Love". Mereka kemudian kembali untuk encore dan membawakan "Take Me to Your Heart" serta "That's Why (You Go Away)".
Penutup malam pertama diambil alih Xdinary Heroes. Band rock asal Korea Selatan itu disambut sorakan begitu naik ke panggung. Setelah sapaan pembuka dari Gunil, mereka mengisi set dengan lagu-lagu seperti "Freakin Bad", "Voyager", "Sucker Punch", dan "ICU".
Tiga Area Panggung dan Deretan Penampil
Semangat Playing Jazz hadir kuat di Rukun Stage melalui penampilan Trisum. Trio gitaris Tohpati, Dewa Budjana, dan Balawan menyuguhkan permainan yang mendapat sambutan hangat dari penonton yang memadati area depan panggung.
Di Guyub Stage, perjalanan musik hari pertama diwarnai oleh kehadiran Mocca, Idgitaf, Wijaya 80, Ali, Lomba Sihir, Salma Salsabil, The Panturas, hingga Barasuara. Masing-masing membawa karakter panggung yang beragam, selaras dengan konsep festival yang merangkul banyak warna musik dalam bingkai jazz.
Sementara di Langgam Lounge, pengunjung menikmati penampilan Smarai, Moctar, dan Littlefingers. Area ini juga menghadirkan sesi tanda tangan bersama Mocca dan The Panturas, menambah interaksi langsung antara musisi dan penonton di luar momen pertunjukan.
Rangkaian penampilan di tiga area tersebut menjadi pembuka yang meriah untuk Prambanan Jazz Festival 2026. Hari pertama ini sekaligus menegaskan arah baru festival untuk kembali memperkuat identitas musik jazz tanpa meninggalkan keberagaman genre yang telah menjadi ciri PJF.