Prambanan Jazz 2026 Hari Terakhir: The Rose dan KLa Project Tutup Panggung

Wulan Noviarina AnggrainiDiterbitkan 06 Juli 2026, 14:57 WIB

Fimela.com, Yogyakarta - Sahabat Fimela, Prambanan Jazz Festival 2026 resmi menutup rangkaian acaranya pada Minggu (5/7/2026). Selama tiga hari penyelenggaraan di kawasan Candi Prambanan, DI Yogyakarta, festival bertema Celebrate The Joy menghadirkan musisi lintas generasi dan mancanegara, dari The Rose hingga Henry Moodie.

Hari terakhir hadir semarak dengan penampilan di beberapa panggung yang dipadati penonton. Selain konser musik, pengunjung juga menikmati kolaborasi seni pertunjukan yang memperkaya pengalaman festival di kompleks candi.

Sejumlah momen menonjol mewarnai penutupan, mulai dari debut lagu baru, reuni yang ditunggu, hingga dua penampil penutup di masing-masing panggung utama.

2 dari 5 halaman

Bwakan Pertunjukan yang Berbeda

Prambanan Jazz Festival 2026 tidak hanya berfokus pada konser musik. Pada hari terakhir, festival menyuguhkan pertunjukan kolaboratif antara Wayang Bocor dan Didik Nini Thowok yang memadukan kekuatan seni pertunjukan di satu panggung.

Kolaborasi tersebut melibatkan sejumlah nama, yakni Eko Nugroho, Ki Catur Kuncoro, Ari Wulu, Eko Supriyanto, dan Didik Nini Thowok. Kehadiran mereka menambah ragam presentasi karya di tengah perayaan musik di Candi Prambanan.

Eko Nugroho juga dipercaya sebagai Commissioned Artist Prambanan Jazz Festival 2026. Karyanya menjadi identitas visual festival yang mengangkat semangat kebahagiaan dan keberagaman budaya.

3 dari 5 halaman

Line-up Internasional dan Lokal Meriahkan Penutupan

Line-up hari terakhir menghadirkan nama-nama besar dari kancah internasional dan tanah air. Dari luar negeri tampil The Rose dan Henry Moodie, sementara dari Indonesia hadir Tulus, Maliq & D'Essentials, KLa Project, Ari Lasso, Fariz RM, Jikustik, Java Jive, hingga Rio Febrian melalui konsep A Night on Broadway.

Selain deretan tersebut, festival juga diramaikan oleh Jogja Hiphop Foundation dengan konsep playing jazz. Ada pula kolaborasi BASS3 bersama Sruti Respati, serta penampilan Nonaria, I am Jazz a Kids, Jazz Kotabaru, Jo Soegono, dan White (Jazz) Chorus.

Keberagaman line-up di hari penutup menegaskan karakter Prambanan Jazz Festival 2026 sebagai ajang lintas generasi yang mengisi dua panggung, Rukun Stage dan Guyub Stage, sepanjang hari.

4 dari 5 halaman

Momen Panggung yang Paling Disorot

Java Jive membuka kemeriahan di Rukun Stage dengan membawakan lagu-lagu yang memantik nostalgia penonton. Aksi mereka menjadi pembuka rangkaian penampilan di hari terakhir.

Momen emosional hadir ketika Jikustik kembali tampil bersama mantan vokalisnya, Pongki Barata. Reuni tersebut menjadi salah satu penampilan yang paling mendapat perhatian sepanjang hari terakhir festival.

Di sisi lain, Tulus untuk pertama kalinya membawakan lagu terbarunya, Teh Hijau, secara langsung di atas panggung. Meski baru dirilis beberapa hari sebelumnya, banyak penonton sudah ikut menyanyikan lagu tersebut.

5 dari 5 halaman

Akhir Malam: The Rose dan KLa Project Menyudahi Festival

The Rose di Prambanan Jazz 2026 (© KapanLagi.com/Febi Anindya Kirana)

Band asal Korea Selatan, The Rose, menjadi penampil terakhir di Rukun Stage. Mereka membawakan sejumlah lagu favorit seperti Utopia, Lifeline, Red, dan Walking on Clouds yang disambut nyanyian ribuan penggemar sepanjang konser.

Di Guyub Stage, KLa Project menutup rangkaian festival dengan membawakan lagu-lagu andalan mereka. Penampilan semakin berkesan saat grup legendaris tersebut mengakhiri konser lewat lagu Yogyakarta, yang mengajak penonton lintas generasi bernyanyi bersama.

Kedua penampilan tersebut menjadi penutup resmi penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2026, mengakhiri tiga hari perayaan musik dan kolaborasi seni di Candi Prambanan.