Merayakan Hari Kebaya Nasional dengan Nonton Film Pendek Jalan Pulang

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 24 Juli 2026, 09:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Sahabat Fimela, setiap 24 Juli diperingati sebagai Hari Kebaya Nasional. Momentum ini tidak hanya menjadi penanda perayaan, melainkan juga pengingat bahwa kebaya adalah bagian dari identitas budaya Indonesia yang hidup dari generasi ke generasi. Tahun ini, peringatan Hari Kebaya Nasional diwarnai kehadiran film pendek bertajuk Jalan Pulang garapan Bakti Budaya Djarum Foundation.

Film yang dihadirkan sebagai ajakan untuk melihat kebaya melalui sudut pandang yang lebih dekat ini menyoroti keterhubungan antara masa lalu dan masa kini. Jalan Pulang mengajak penonton menemukan makna kebaya yang melekat pada rumah, keluarga, dan asal-usul diri. Karya ini dapat disaksikan mulai 24 Juli 2026 melalui kanal YouTube Indonesia Kaya.

“Selama tiga tahun terakhir, kami terus mengajak masyarakat melihat kebaya dari berbagai sudut pandang. Jika sebelumnya kami mengangkat kebaya sebagai ekspresi diri dan identitas budaya yang hidup, melalui Jalan Pulang kami ingin mengajak masyarakat memahami bahwa setiap kebaya menyimpan kisah yang layak diteruskan. Kebaya bukan hanya sesuatu yang dikenakan, tetapi juga membawa jejak keluarga, kenangan, nilai, dan perjalanan hidup yang membentuk siapa diri kita hari ini. Karena itu, merawat kebaya berarti juga merawat memori dan identitas budaya yang diwariskan lintas generasi,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

What's On Fimela
2 dari 5 halaman

Hari Kebaya Nasional 2026 dan Peluncuran Film

Film pendek Jalan Pulang resmi diluncurkan oleh Bakti Budaya Djarum Foundation sebagai bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional di Cinema XXI Plaza Indonesia, 22 Juli 2026. (Liputan6.com/Alfareza Ramadhani)

Penetapan 24 Juli sebagai Hari Kebaya Nasional mengukuhkan kembali kebaya sebagai identitas budaya yang tak hanya hadir pada momen-momen seremonial. Lewat Jalan Pulang, Bakti Budaya Djarum Foundation mengajak publik menelusuri lapisan makna kebaya yang menyertai perjalanan keluarga dan lintas generasi.

Film ini tidak sekadar menampilkan kebaya sebagai busana, melainkan sebagai penghubung nilai, memori, serta cerita yang diwariskan. Narasi yang diangkat membawa penonton ke ruang-ruang personal, di mana kebaya kerap hadir dalam momen penting dan menjadi bagian dari kisah hidup tiap keluarga.

Jalan Pulang tersedia untuk ditonton di kanal YouTube Indonesia Kaya mulai 24 Juli 2026. Kehadiran film pendek ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kebaya Nasional 2026, sekaligus upaya memperlihatkan bagaimana kebaya tetap relevan ketika dikenakan, dirawat, dan kisahnya terus diteruskan.

3 dari 5 halaman

Kisah Dara dan Perspektif Personal tentang Kebaya

Sebuah film pendek dirilis untuk merayakan Hari Kebaya Nasional (Bakti Budaya Djarum Foundation)

Jalan Pulang berkisah tentang Dara, seorang creative director muda yang dipercaya me-rebranding rumah mode kebaya legendaris milik Madame Yati. Berbagai gagasan modern yang ia tawarkan justru ditolak, membuatnya kembali mempertanyakan cara pandangnya terhadap kebaya.

Pencariannya membawanya pulang ke rumah sang ibu. Di sana, di tengah tumpukan kebaya lama yang hendak disumbangkan, Dara menemukan kembali kenangan, kasih sayang, serta jejak perjalanan hidup keluarganya. Temuan itu mengubah cara pandangnya dan menegaskan bahwa sehelai kebaya dapat menyimpan kisah yang melintasi waktu.

Disutradarai oleh Bramsky, film ini menghadirkan kisah yang lekat dengan keseharian. Alih-alih menyajikan sejarah kebaya secara harfiah, Jalan Pulang mengajak penonton menemukannya melalui hubungan antargenerasi yang hangat dan emosional.

“Melalui Jalan Pulang, saya ingin mengajak penonton melihat kebaya bukan sebagai benda yang hanya dikenakan pada momen tertentu, melainkan sebagai saksi perjalanan hidup. Di balik setiap lipatan kainnya ada kenangan, ada rumah, ada ibu, ada keluarga, dan ada identitas yang sering kali baru kita sadari nilainya ketika kita mencoba mencarinya kembali. Saya berharap film ini membuat kita tidak hanya ingin mengenakan kebaya, tetapi juga ingin mendengar dan meneruskan cerita yang dibawanya,” ujar Bramsky, Sutradara Jalan Pulang.

4 dari 5 halaman

Para Pemain dan Suara Karakter

Sebuah film pendek dirilis untuk merayakan Hari Kebaya Nasional (Bakti Budaya Djarum Foundation)

Sejumlah sineas dipercaya menghidupkan cerita dengan kehangatan. Sheila Dara Aisha memerankan karakter Dara, sementara aktris senior Widyawati hadir memperkuat dinamika antargenerasi. Asri Welas tampil sebagai Madame Yati, dan Sharon Sitania dihadirkan sebagai representasi generasi muda yang menjadi jembatan antara tradisi dan masa kini.

Sheila Dara Aisha menuturkan pengalamannya berinteraksi dengan kebaya sejak kecil. Ia menyampaikan, “Bagi saya, kebaya tidak pernah sekadar pakaian. Sejak kecil, saya melihat kebaya selalu hadir dalam momen-momen penting bersama keluarga, sehingga tanpa disadari ia menjadi bagian dari banyak kenangan yang saya miliki.”

Bagi Sheila Dara, film ini membuatnya kembali menyadari bahwa di balik setiap kebaya selalu ada cerita tentang rumah, keluarga, dan perjalanan hidup yang membentuk diri. Jalan Pulang terasa sangat personal dan emosional karena mengingatkan bahwa warisan yang paling berharga bukan hanya kebayanya, tetapi juga kisah yang menyertainya.

“Saya berharap setiap orang yang menonton Jalan Pulang bisa menemukan kembali kenangan mereka sendiri dan semakin mencintai kebaya, bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena makna yang dibawanya,” tutur Sheila.

5 dari 5 halaman

Tim Kreatif di Balik Layar dan Harapan

Sebuah film pendek dirilis untuk merayakan Hari Kebaya Nasional (Bakti Budaya Djarum Foundation)

Jalan Pulang lahir dari kolaborasi lintas disiplin. Skenario ditulis oleh Widya Arifianti dan Ayesha Alma Almera, sementara dunia visualnya dibangun melalui sentuhan Dita Gambiro sebagai penata artistik. Atmosfer emosional film diperkuat oleh tata suara karya Anhar Moha serta komposisi musik dari Ofel Obaja.

Penataan busana oleh Hagai Pakan menempatkan kebaya sebagai bagian penting dari perjalanan setiap karakter. Busana yang dikenakan tidak hanya menguatkan visual, tetapi juga menjadi elemen yang ikut bercerita, selaras dengan pesan film tentang kebaya yang menyimpan memori.

Lebih dari sekadar sebuah film pendek, Jalan Pulang menjadi ajakan untuk melihat kembali hubungan pribadi setiap orang dengan kebaya. Banyak kebaya yang diwariskan dari ibu ke anak, dari nenek ke cucu, atau dikenakan dalam momen-momen penting kehidupan. Di balik setiap helainya tersimpan kenangan yang membentuk identitas keluarga sekaligus menjadi bagian dari perjalanan budaya Indonesia.

Melalui kisah yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, Bakti Budaya Djarum Foundation berharap masyarakat—khususnya generasi muda—dapat memandang kebaya sebagai warisan yang terus hidup karena dikenakan, dirawat, dan ceritanya diteruskan.