Sukses

Fashion

Pesona Ayu Ariel Tatum Jadi Tamu Kondangan di Royal Wedding Mangkunegaran, Pakai Kebaya Rancangan Didiet Maulana

Fimela.com, Jakarta - Resepsi pernikahan bernuansa kerajaan di Pura Mangkunegaran, Surakarta, berlangsung khidmat dan dihadiri tamu-tamu istimewa. Salah satunya adalah aktris Ariel Tatum. Ia hadir memenuhi undangan GRAy Retno Astrini untuk resepsi pernikahan putri bungsunya, BRAy YM Tunku Aishah Johara Binti Tunku Abu Bakar, dengan Muhammad Idris Ismail Yahya, yang digelar di kompleks istana bersejarah tersebut.

Kehadiran Ariel Tatum malam itu menjadi sorotan, terutama karena pilihan busananya sepanjang acara. Penampilannya memberi pengingat bahwa kebaya modern bisa hadir dalam beragam interpretasi tanpa meninggalkan akar tradisi, sekalipun dipakai sebagai tamu dan bukan mempelai.

Untuk momen spesial ini, Ariel Tatum kembali mempercayakan busananya pada Didiet Maulana melalui label Svarna by IKAT Indonesia—desainer yang sama yang juga merancang busana kedua mempelai. Keputusan tersebut menciptakan benang merah visual antara pakaian tamu dan pengantin, sehingga keseluruhan rangkaian resepsi terasa selaras dari satu detail ke detail berikutnya.

Sebagai figur publik yang dikenal selektif dalam memilih busana formal, pilihan Ariel terhadap rancangan Svarna juga menegaskan preferensinya pada label lokal yang mengangkat nilai budaya Nusantara dalam setiap koleksinya.

Rangkaian Detail 'Kebaya Rangkai Mawar' Pilihan Ariel Tatum

Kebaya yang dikenakan Ariel diberi nama "Kebaya Rangkai Mawar". Busana ini hadir dalam nuansa pink muda dengan motif mawar pink yang menghiasi keseluruhan kainnya secara halus, namun tetap terbaca detailnya saat dilihat dari dekat. Pilihan motif bukan sekadar dekorasi; mawar pink dihadirkan sebagai lambang kemurnian, ketulusan, dan kesucian hati—nilai yang selaras dengan suasana sakral pernikahan pada malam itu. Warna pink muda pun menghadirkan kesan lembut dan hangat, berbeda dari citra formal-kaku yang kerap melekat pada busana pesta.

Detail desain kebaya dirancang cermat. Bagian neckline dibentuk menyerupai untaian kalung yang jatuh manis di bahu Ariel, sehingga memberi ilusi aksesori tanpa memerlukan perhiasan berlebih di area leher dan bahu. Siluetnya membuat penampilan tetap terasa mewah, bahkan tampak dari kejauhan.

Pada punggung, kebaya ini memiliki bukaan yang terinspirasi panel kebaya kutubaru. Elemen tersebut dilengkapi tali satin dengan hiasan manik-manik di bagian ujungnya, menawarkan sentuhan elegan saat dilihat dari belakang. Rangkaian detail ini menandai pemikiran menyeluruh Didiet Maulana—tidak hanya pada tampilan depan, tetapi juga pada keseluruhan siluet dari berbagai sudut.

Kontras Manis: Kain Sogan Batik Tulis sebagai Padanan

Untuk padanan, Ariel memilih kain sogan batik tulis. Warna sogan yang lebih gelap sengaja dihadirkan untuk memberi kontras pada kebaya pink muda, menghasilkan perpaduan yang tetap serasi meski datang dari dua nuansa berbeda. Gelap dan lembut saling melengkapi, menciptakan komposisi warna yang harmonis.

Riasan wajahnya dikerjakan langsung oleh Ariel. Ia memadukannya dengan tatanan rambut gelung yang dikepang dan dibentuk cepol. Gaya rambut tersebut dihiasi ornamen emas berukir dengan detail bunga mawar yang sejalan dengan tema busananya. Sentuhan personal ini memperkaya keseluruhan tampilan, terlebih riasan yang dikerjakan sendiri kerap memunculkan karakter khas si pemakai.

Sentuhan akhir tampak pada bros emas yang disematkan pada bagian kancing depan kebaya, dipilih senada dengan tas mungil berbahan metalik yang ia bawa malam itu. Dari potret yang beredar, Ariel berpose di tengah taman yang rimbun maupun di ambang pintu bergaya kolonial. Payet halus pada kebayanya berkilau lembut setiap kali tertimpa cahaya lampu taman di sekitarnya.

Sentuhan Riasan Effortless di Malam Purnama

Malam itu, bulan purnama turut menghiasi langit Mangkunegaran dan menambah suasana sakral rangkaian resepsi. Kehadiran Ariel Tatum dimaknai sebagai tambahan doa syukur bagi kedua mempelai, sejalan dengan ucapan yang disampaikan Didiet Maulana lewat unggahannya di media sosial.

Penampilan Ariel menjadi salah satu sorotan di antara deretan tamu undangan. Ia memperlihatkan bagaimana busana adat modern tetap relevan dan personal, bahkan ketika hadir sebagai tamu pada pernikahan bernuansa kerajaan. Kesederhanaan riasan yang ia kerjakan sendiri memberi kesan hangat dan bersahaja, berpadu serasi dengan kemewahan detail kebayanya.

Melalui "Kebaya Rangkai Mawar", Ariel Tatum menegaskan bahwa keanggunan tidak selalu soal menjadi pusat perhatian. Ini juga tentang menghormati momen serta nilai yang dirayakan malam itu—sebuah penampilan yang lahir dari penghormatan kepada tuan rumah dan kepercayaan pada tangan perancang yang memahami filosofi di balik setiap helai kain yang ia rancang.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

Loading