Fimela.com, Jakarta - Dalam rangka merayakan Bulan Kemerdekaan Indonesia, The St. Regis Jakarta melanjutkan program kreatifnya dengan seniman ternama Indonesia, Eddy Susanto, untuk menghadirkan Kanvas Rasa: Indonesia in Ink & Sugar. Ini adalah sebuah pengalaman afternoon tea bernuansa Indonesia yang memadukan seni kontemporer dan gastronomi sebagai perayaan kekayaan warisan budaya Indonesia.
Sosok sentral dalam kolaborasi ini adalah Eddy Susanto, salah satu seniman kontemporer terkemuka Indonesia yang karyanya mengeksplorasi persinggungan antara warisan budaya Jawa dan sejarah seni global. Sebagai sosok kreatif di balik mural ikonik di The St. Regis Bar Jakarta, Eddy secara piawai memadukan tradisi Wayang dengan sejarah musik jazz di Indonesia. Dikenal karena gaya visualnya yang khas, ia telah meraih pengakuan internasional melalui berbagai pameran di Singapore Biennale, Galeri Nasional Indonesia, serta Giudecca Art District di Venesia yang berlangsung bersamaan dengan Venice Biennale ke-59.
Bahkan baru-baru ini, ia dianugerahi penghargaan UOB Painting of the Year ke-15 dalam kategori *Established Artist* (Seniman Mapan) pada tahun 2025, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu seniman kontemporer paling disegani di Indonesia.
Terinspirasi oleh karya "Sembilan Mata Hari Centhini", interpretasi artistik Eddy Susanto terhadap Serat Centhini jadi pengalaman afternoon tea yang penuh makna, mengangkat salah satu mahakarya sastra paling berharga dari tanah Jawa, yang mendokumentasikan warisan pengetahuan lintas generasi mencakup filosofi, ritual, seni, hingga tradisi kuliner.
Kanvas Rasa: Indonesia in Ink & Sugar
Dengan menerjemahkan narasi abadi tersebut menjadi sebuah perjalanan multisensori, Executive Pastry Chef Kevin Lee menghadirkan Kanvas Rasa: Indonesia in Ink & Sugar, sebuah koleksi kreasi hidangan manis dan gurih yang menafsirkan ulang cita rasa khas Indonesia melalui perspektif kontemporer.
Setiap hidangan istimewa ini menjadi layaknya kanvas yang dapat dinikmati, menghidupkan kembali berbagai kisah, kenangan, dan kekayaan budaya Nusantara. Seperti Lemper Ayam Bakar, Otak Otak, Sosis Solo, Tauge Goreng, Tahu Isi Udang,Daging Serundeng, Srikaya Brioche, Bika Ambon Honey Cake, Kacang Hijau Croquembouche, Kemangi Strawberry, Dadar Gulung, Aksara Merdeka Lapis Legit.
Tersedia mulai tanggal 1 hingga 31 Agustus 2026 di The Drawing Room, pengalaman afternoon tea yang hadir dalam waktu terbatas ini merayakan Bulan Kemerdekaan Indonesia melalui tradisi, cita rasa, dan narasi abadi yang terus menginspirasi berbagai generasi.