Power Dressing, Gaya Berpakaian untuk Tampil Lebih Percaya Diri

najwa maulidinaDiterbitkan 15 Agustus 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pakaian bukan hanya soal penampilan. Bagi sebagian perempuan, busana tertentu dapat memberikan perasaan berbeda ketika dikenakan, terutama saat menghadapi momen yang membutuhkan rasa percaya diri. Setelan yang rapi, sepatu favorit, atau pakaian dengan potongan yang disukai dapat membuat penampilan terasa lebih siap dan meyakinkan.

Dilansir dari Vogue, penelitian awal mengenai hubungan pakaian dan psikologi menunjukkan bahwa pakaian yang dikenakan dapat mempengaruhi cara seseorang mendekati dan berinteraksi dengan dunia. Fenomena tersebut dikenal sebagai enclothed cognition, yaitu ketika makna atau asosiasi terhadap suatu pakaian dapat mempengaruhi cara berpikir dan berperilaku seseorang.

Vogue juga mengangkat pengalaman sejumlah perempuan dari berbagai bidang mengenai pakaian yang membantu mereka tampil lebih maksimal dalam situasi profesional. Beberapa di antaranya memiliki busana tertentu yang menjadi pilihan ketika menghadapi pertemuan penting atau wawancara kerja. 

Hal tersebut menunjukkan bahwa konsep power dressing tidak harus mengikuti satu formula. Tidak ada keharusan untuk selalu mengenakan blazer, setelan jas, atau sepatu hak tinggi agar terlihat berwibawa.

Justru, pakaian yang paling memberikan rasa percaya diri dapat berbeda bagi setiap perempuan. Ada yang merasa lebih siap dengan busana berpotongan tegas, sementara yang lain merasa lebih nyaman dengan gaya sederhana yang mencerminkan kepribadiannya.

Pada akhirnya, power dressing dapat menjadi cara sederhana untuk membangun rasa percaya diri melalui pakaian yang terasa tepat bagi diri sendiri.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Tidak Harus Mahal, yang Penting Bikin Kamu Merasa Percaya Diri

Memilih busana yang sesuai dengan gaya personal dapat membuat penampilan terasa lebih nyaman sekaligus meningkatkan rasa percaya diri. (Foto/Dok: Pexels)

Istilah power dressing sering kali dikaitkan dengan busana formal, terutama setelan jas atau pakaian dengan potongan tegas. Gambaran tersebut memang memiliki kaitan dengan sejarah mode, tetapi konsepnya kini menjadi lebih luas.

Pilihan busana yang memberikan rasa percaya diri tidak harus terlihat formal. Hal yang lebih penting adalah bagaimana pakaian tersebut memberikan rasa nyaman dan membantu seseorang menampilkan karakter personalnya.

Pakaian dan psikologi, sejumlah perempuan menceritakan busana yang menjadi pilihan mereka ketika ingin tampil maksimal dalam pekerjaan. Ada yang memilih sepatu hak tinggi, sementara lainnya mengandalkan merek atau pakaian tertentu yang membuat mereka merasa lebih percaya diri.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa hubungan antara pakaian dan rasa percaya diri bersifat personal. Sebuah pakaian mungkin memberikan kesan profesional bagi satu orang, tetapi belum tentu memberikan perasaan yang sama bagi orang lain.

Karena itu, membangun gaya power dressing dapat dimulai dengan mengenali pakaian yang paling sesuai dengan kebutuhan. Untuk menghadiri presentasi, misalnya, kemeja dengan celana berpotongan rapi dapat menjadi pilihan. Sementara untuk acara yang lebih santai, celana denim dengan blazer atau aksesori yang tepat dapat memberikan kesan serupa.

Memilih pakaian berdasarkan karakter diri juga dapat membantu mengurangi keinginan untuk terus mengikuti tren. Ketika busana terasa sesuai dengan diri sendiri, perhatian dapat lebih terarah pada aktivitas yang sedang dijalani.

Dengan begitu, power dressing bukan tentang terlihat paling mencolok, melainkan menemukan gaya yang membantu menghadirkan rasa percaya diri.

3 dari 3 halaman

Bangun Power Outfit yang Sesuai dengan Gaya Personal

Daripada mengikuti aturan tertentu, pilih busana yang nyaman, sesuai karakter, dan membuat penampilan terasa lebih siap. (Foto/Dok: Pexels)

 

Setiap perempuan dapat memiliki definisi power outfit yang berbeda. Bagi sebagian orang, pakaian andalan mungkin berupa setelan dengan potongan yang rapi. Bagi yang lain, dress sederhana, kemeja favorit, atau sepatu tertentu justru dapat memberikan rasa percaya diri yang lebih besar.

Beberapa perempuan memiliki pakaian khusus yang mereka kaitkan dengan performa terbaik dalam situasi profesional. Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa pakaian dapat memiliki makna personal yang kemudian mempengaruhi cara seseorang membawa dirinya. 

Karena itu, tidak ada salahnya memiliki beberapa pilihan busana yang dapat diandalkan untuk situasi tertentu. Pakaian untuk wawancara kerja dapat dibuat lebih formal, sedangkan untuk presentasi atau pertemuan santai dapat disesuaikan dengan suasana dan karakter pribadi.

Namun, rasa percaya diri tetap tidak hanya berasal dari pakaian. Busana dapat menjadi salah satu elemen yang membantu seseorang merasa lebih siap, tetapi kemampuan, pengalaman, dan persiapan tetap menjadi bagian penting ketika menghadapi suatu situasi.

Pada akhirnya, power dressing dapat dimaknai sebagai kebebasan untuk memilih pakaian yang membuat diri sendiri merasa nyaman dan percaya diri. Tidak perlu selalu mengikuti gambaran klasik mengenai perempuan berkuasa dengan setelan formal.

Sebab, ketika pakaian terasa sesuai dengan karakter, penampilan dapat menjadi lebih natural. Dari sana, rasa percaya diri pun dapat muncul dengan sendirinya.

Jadi, power dressing bukan sekadar tentang pakaian yang terlihat berwibawa, tetapi tentang menemukan busana yang membantu menampilkan versi diri yang paling percaya diri.

Penulis: Najwa Maulidina