Mengenal Hubungan Parasosial, Saat Penggemar Merasa Dekat dengan Idola

Eastara VigaskaDiterbitkan 15 Agustus 2026, 23:14 WIB

Fimela.com, Jakarta - Hubungan parasosial merupakan bentuk kedekatan satu arah yang dapat dirasakan penggemar terhadap figur publik, termasuk idola. Perasaan ini dapat muncul ketika seseorang rutin mengikuti aktivitas idola melalui media sosial, wawancara, video, maupun berbagai konten lainnya. Paparan yang terus-menerus membuat sosok idola terasa semakin familiar dalam kehidupan sehari-hari. 

Penggemar mungkin merasa mengetahui kepribadian, kebiasaan, hingga kehidupan pribadi idolanya berdasarkan berbagai hal yang dibagikan kepada publik. Bahkan, sebagian penggemar dapat merasa seolah memiliki hubungan personal dengan idolanya meskipun tidak pernah berinteraksi secara langsung atau saling mengenal dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Dilansir dari Encyclopaedia Britannica, hubungan parasosial menggambarkan hubungan yang dirasakan seseorang dengan figur media meskipun tidak terjadi interaksi sosial secara langsung. Meski demikian, kedekatan tersebut tetap bersifat satu arah. Karena itu, penggemar perlu memahami bahwa apa yang terlihat melalui konten belum tentu menggambarkan kehidupan idola secara keseluruhan. Kesadaran ini membantu menjaga batas antara kekaguman, keterikatan emosional, dan hubungan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

2 dari 3 halaman

Mengapa Penggemar Bisa Merasa Dekat dengan Idola?

Hubungan satu arah ini dapat terasa nyata meski idola dan penggemar tidak saling mengenal secara personal. (Foto/Dok: Pexels)

Media sosial membuat batas antara figur publik dan penggemar terasa semakin dekat. Melalui unggahan, siaran langsung, vlog, hingga cerita tentang aktivitas sehari-hari, idola dapat membagikan sisi kehidupan yang sebelumnya sulit diketahui oleh penggemar. Dilansir dari Psychology Today, paparan berulang terhadap figur publik dapat membuat seseorang merasa semakin familiar dan memiliki keterikatan emosional terhadap sosok tersebut.

Interaksi digital juga dapat memperkuat perasaan tersebut. Ketika idola membalas komentar, menyapa penggemar dalam siaran langsung, atau membagikan pengalaman pribadi, penggemar dapat merasa seolah mendapat perhatian secara langsung.

Padahal, interaksi tersebut belum tentu menunjukkan adanya hubungan personal atau kedekatan emosional yang nyata di antara keduanya, karena respons tersebut dapat ditujukan kepada banyak penggemar dan tidak selalu bersifat khusus secara pribadi.

Selain itu, kesamaan minat dan pengalaman juga dapat membuat penggemar merasa lebih terhubung dengan idola. Misalnya, ketika idola menceritakan pengalaman yang dianggap relatable, penggemar dapat merasa memahami atau memiliki kesamaan dengannya. Dari sinilah hubungan parasosial dapat berkembang dan membuat penggemar merasa semakin dekat dengan sosok yang mereka kagumi.

3 dari 3 halaman

Parasocial Relationship Tidak Selalu Berdampak Negatif bagi Penggemar

Memahami batas antara kekaguman dan hubungan nyata dapat membantu menjaga keterikatan dengan idola tetap seimbang. (Foto/Dok: Pexels)

Hubungan parasosial tidak selalu memberikan dampak negatif bagi penggemar. Dilansir dari Cleveland Clinic, hubungan dengan figur publik dapat memberikan rasa terhubung dan menjadi salah satu bentuk dukungan sosial. Mengikuti perjalanan karier idola, misalnya, dapat memberikan hiburan, motivasi, atau semangat ketika menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, keterikatan tersebut tetap perlu dijaga agar tidak mengganggu kehidupan nyata. Penggemar perlu menyadari bahwa apa yang ditampilkan idola melalui media sosial merupakan bagian dari kehidupan yang dibagikan kepada publik dan belum tentu menggambarkan keseluruhannya.

Perasaan mulai perlu diperhatikan ketika seseorang terlalu bergantung pada idola untuk mendapatkan kebahagiaan, mengabaikan hubungan dengan orang di sekitarnya, atau mengalami tekanan emosional berlebihan akibat kehidupan pribadi idolanya. Hubungan parasosial pada dasarnya dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan selama penggemar tetap mampu membedakan antara kekaguman dan hubungan personal.

Dengan begitu, dukungan terhadap idola tetap dapat dinikmati tanpa mengesampingkan kehidupan serta hubungan di dunia nyata, termasuk keluarga, pertemanan, pekerjaan, pendidikan, dan kebutuhan pribadi sehari-hari.