Ini Pentingnya Menjaga Hubungan Sosial untuk Kesehatan Mental

Revania ImmanuelaDiterbitkan 09 September 2026, 16:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Punya banyak kesibukan terkadang membuat kita tanpa sadar semakin jarang berinteraksi dengan orang lain. Pulang kerja langsung istirahat, sibuk dengan tugas, atau memilih menghabiskan waktu sendiri setelah menjalani hari yang melelahkan memang sesekali dibutuhkan. Namun, bukan berarti hubungan sosial perlu sepenuhnya ditinggalkan. Tetap terhubung dengan orang lain merupakan salah satu hal yang penting untuk mendukung kesehatan mental.

Dilansir dari American Psychological Association, penelitian psikologi menunjukkan bahwa hubungan pertemanan yang sehat dan stabil dapat berperan penting terhadap kesejahteraan seseorang. Orang yang memiliki teman atau orang terdekat untuk berbagi juga cenderung memiliki kepuasan hidup yang lebih baik dan risiko mengalami depresi yang lebih rendah. Hubungan sosial juga dapat memberikan rasa ditemani dan didukung ketika seseorang menghadapi berbagai situasi dalam hidup.

Hubungan sosial tidak selalu berarti harus sering bertemu atau menghabiskan waktu bersama dalam jumlah besar. Mengirim pesan kepada sahabat, menelepon orang tua, makan siang bersama rekan kerja, atau sekadar berbincang dengan tetangga juga bisa menjadi bentuk interaksi sosial. Hal-hal sederhana tersebut dapat membuat hari terasa sedikit lebih ringan.

Yang terpenting, hubungan sosial yang dijaga bukan tentang seberapa banyak orang yang kita kenal, tetapi seberapa nyaman kita ketika menjadi diri sendiri bersama mereka. Memiliki beberapa orang yang bisa dipercaya terkadang jauh lebih berarti daripada memiliki banyak kenalan tetapi merasa sendirian. Hubungan yang sehat dan suportif juga dapat memberikan rasa aman serta menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan mental.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Mulai dari Hal Sederhana untuk Menjaga Hubungan Sosial

Di tengah rutinitas yang padat, menjaga koneksi dengan orang lain sering kali terlupakan. Padahal, interaksi sederhana dapat memberikan ruang untuk berbagi cerita, mendapatkan dukungan, dan membuat kita merasa tidak menghadapi semuanya sendirian. (Foto/Dok: Magnific)

Menjaga hubungan sosial tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Kita tidak perlu selalu menghadiri acara, bertemu banyak orang, atau membuat jadwal hangout setiap minggu. Terkadang, sebuah pesan singkat seperti “Kamu gimana hari ini?” sudah cukup untuk menunjukkan bahwa kita masih peduli dan ingin tetap terhubung.

Bagi sebagian orang, berbicara dengan orang terdekat juga bisa menjadi cara untuk melepaskan beban setelah menjalani hari yang panjang. Menceritakan hal yang menyenangkan, mengeluhkan pekerjaan, atau sekadar membicarakan sesuatu yang sedang disukai dapat memberikan jeda dari rutinitas. Kita juga bisa merasa lebih lega ketika memiliki seseorang yang mau mendengarkan tanpa langsung menghakimi.

Selain berbicara, menghabiskan waktu bersama juga bisa menjadi bentuk perhatian. Tidak harus selalu pergi ke tempat yang mahal. Ngopi bersama, berjalan sore, menonton film di rumah, makan malam sederhana, atau berolahraga bersama bisa menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan.

Namun, menjaga hubungan sosial bukan berarti harus memaksakan diri untuk selalu bersosialisasi. Setiap orang memiliki kebutuhan dan batasan yang berbeda. Ada kalanya kita memang membutuhkan waktu sendiri untuk beristirahat dan mengisi kembali energi. Hal tersebut juga wajar.

Kuncinya adalah menemukan keseimbangan. Berikan diri sendiri ruang untuk menikmati waktu sendirian, tetapi jangan sampai terlalu lama menarik diri dari orang-orang yang sebenarnya berarti dalam hidup. Ketika mulai merasa terlalu terisolasi, cobalah membuka kembali komunikasi secara perlahan.

3 dari 3 halaman

Tidak Perlu Menunggu Momen Spesial untuk Terhubung

Hubungan sosial yang sehat bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dengan meluangkan waktu untuk orang-orang terdekat, kita dapat membangun lingkungan yang membuat kehidupan terasa lebih hangat dan suportif. (Foto/Dok: Magnific)

Ada banyak cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menjaga hubungan sosial tetap dekat. Salah satunya adalah tidak menunggu orang lain menghubungi lebih dulu. Sesekali, cobalah mengirim pesan atau menanyakan kabar teman yang sudah lama tidak ditemui. Percakapan kecil bisa menjadi awal untuk kembali membangun kedekatan.

Kamu juga bisa membuat waktu khusus untuk bertemu dengan orang terdekat. Tidak perlu terlalu sering atau membuat rencana yang rumit. Satu kali makan bersama dalam beberapa minggu atau video call di akhir pekan sudah bisa menjadi kesempatan untuk saling bertukar cerita.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah belajar menjadi pendengar yang baik. Ketika seseorang bercerita, tidak selalu berarti mereka membutuhkan solusi. Terkadang, mereka hanya ingin didengarkan dan merasa bahwa apa yang mereka rasakan cukup berarti untuk dibagikan. Memberikan perhatian penuh saat berbicara juga dapat membuat hubungan terasa lebih dekat.

Jangan lupa untuk menjaga kualitas hubungan. Hubungan sosial yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, dihargai, dan didukung, bukan justru membuat kita terus-menerus merasa tertekan. Karena itu, penting untuk mengenali hubungan mana yang membuat kita merasa nyaman dan mana yang justru menguras energi.

Sahabat Fimela, menjaga kesehatan mental tidak hanya tentang bagaimana kita merawat diri sendiri. Memiliki koneksi dengan orang lain juga bisa menjadi bagian dari keseharian yang mendukung kesejahteraan. Jadi, sesibuk apa pun harimu, tidak ada salahnya meluangkan sedikit waktu untuk menyapa, mendengarkan, dan hadir bagi orang-orang yang berarti.