Sukses

FimelaMom

Tidur Bersama Bayi Lebih Aman Room Sharing atau Bed Sharing?

Fimela.com, Jakarta - Bagi orang tua baru, memilih tempat tidur bayi bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga berkaitan dengan keselamatan. Dua istilah yang sering muncul adalah room sharing dan bed sharing. Room sharing berarti bayi tidur di kamar yang sama dengan orang tua, tetapi menggunakan tempat tidur terpisah seperti boks atau bassinet. Sementara bed sharing berarti bayi tidur di permukaan yang sama dengan orangtua.

Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP), pengaturan yang direkomendasikan adalah room sharing tanpa bed sharing. Bayi sebaiknya tidur di tempat tidur khusus bayi yang diletakkan dekat dengan tempat tidur orang tua, idealnya setidaknya selama enam bulan pertama.

Pengaturan ini dapat menurunkan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) hingga sekitar 50 persen dibandingkan tidur di ruang terpisah.

Selain membantu orang tua memantau bayi, posisi tidur yang berdekatan juga memudahkan proses menyusui dan menenangkan bayi. Sehingga, tidur dekat bayi tidak harus berarti berbagi kasur. Dapat juga dengan Room sharing yang menawarkan kedekatan sekaligus memberikan permukaan tidur yang lebih aman bagi bayi.

Mengapa Bed Sharing Perlu Diwaspadai?

Keinginan untuk tidur seranjang dengan bayi cukup umum, terutama karena orang tua ingin lebih mudah menyusui, menenangkan, atau memantau si kecil. Namun, bed sharing memiliki sejumlah risiko yang perlu diperhatikan. Ketika bayi tidur di kasur orang dewasa, terdapat kemungkinan wajah atau tubuhnya tertutup selimut, terjepit di antara kasur dan bagian tempat tidur, atau tidak sengaja tertindih.

Risiko tersebut menjadi lebih tinggi dalam kondisi tertentu. Ketika bayi berusia di bawah empat bulan, bayi yang lahir prematur atau memiliki berat lahir rendah, serta bayi yang berbagi tempat tidur dengan orang yang merokok memiliki risiko lebih besar ketika bed sharing.

Risiko juga meningkat apabila orang tua sangat lelah atau berada di bawah pengaruh alkohol, obat tertentu, maupun zat lain yang dapat menurunkan kewaspadaan. Permukaan tempat tidur juga sangat penting. Sofa, kursi berlengan, atau permukaan empuk lainnya sangat berbahaya untuk tempat tidur bayi.

Karena itu, meskipun terlihat nyaman dan memudahkan orang tua berada dekat dengan bayi, bed sharing tidak direkomendasikan sebagai pengaturan tidur rutin bayi.

Menciptakan Pola Tidur yang Aman untuk Bayi

Jika ingin bayi tetap dekat sepanjang malam, orang tua dapat menempatkan boks atau bassinet di samping tempat tidur. Dengan begitu, bayi tetap berada dalam jangkauan orang tua tanpa harus tidur di kasur yang sama. Pengaturan ini juga memudahkan orang tua untuk memantau bayi, menyusui, mengganti popok, atau menenangkannya ketika terbangun pada malam hari.

Tempat tidur bayi sebaiknya memiliki permukaan yang rata dan kokoh. Area tidur juga perlu dibuat kosong dari bantal, selimut longgar, boneka, bumper, atau benda lembut lainnya yang dapat menutupi wajah dan mengganggu pernapasan bayi. Hindari pula menidurkan bayi di sofa, kursi berlengan, atau permukaan empuk karena bayi dapat terjebak di sela-sela permukaan tersebut.

Jika bayi dibawa ke tempat tidur orang tua untuk menyusu atau ditenangkan, pastikan bayi dikembalikan ke tempat tidurnya setelah selesai. Orang tua juga perlu menghindari tidur bersama bayi ketika sedang sangat lelah atau setelah mengonsumsi alkohol maupun obat yang menyebabkan kantuk.

Dengan memperhatikan langkah-langkah tersebut, orang tua tetap dapat membangun kedekatan dengan bayi sekaligus menciptakan lingkungan tidur yang lebih aman dan nyaman.

Follow Official WhatsApp Channel Fimela.com untuk mendapatkan artikel-artikel terkini di sini.

What's On Fimela
Loading