Bon Parfumeur Hadirkan Signature Collection dengan Identitas Visual Baru

najwa maulidinaDiterbitkan 11 September 2026, 12:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Parfum biasanya dikenal lewat aromanya. Namun, sebelum mencium wanginya, ada satu hal yang lebih dulu menarik perhatian, yaitu tampilan botol. Bon Parfumeur membawa ide tersebut ke dalam Signature Collection, koleksi yang menghadirkan evolusi pada identitas visual rumah parfum asal Prancis tersebut.

Bon Parfumeur memperkenalkan Signature Collection sebagai perkembangan dari identitas visualnya dengan warna sebagai elemen utama. Permainan warna tersebut dibuat untuk menonjolkan karakter eau de parfum sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih artistik dan sensorial.

Bagi Bon Parfumeur, warna sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Warna telah menjadi bagian dari identitas rumah parfum ini dan kini dikembangkan menjadi sebuah bahasa visual. Setiap warna lacquer pada botol dibuat untuk memberikan kedalaman sekaligus merepresentasikan jiwa dari wewangian yang ada di dalamnya. Menariknya, pendekatan ini membuat botol parfum terasa seperti lebih dari sekadar kemasan. Warna, bentuk, dan materialnya menjadi bagian dari pengalaman sebelum seseorang benar-benar mencium aromanya.

Konsep tersebut juga sejalan dengan karakter Bon Parfumeur sebagai rumah parfum independen dan artistik. Koleksinya terinspirasi dari perjalanan serta kenangan sang founder, Ludovic Bonneton, sehingga setiap wewangian memiliki cerita dan karakter tersendiri. Dengan Signature Collection, Bon Parfumeur ingin membuat parfum terasa seperti sebuah karya seni yang tidak hanya menarik untuk dikenakan, tetapi juga untuk dilihat. Warna pun menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan emosi yang mungkin akan ditemukan dari sebuah wewangian.

What's On Fimela
2 dari 3 halaman

Signature Collection Jadikan Warna sebagai Bahasa Parfum

Bukan sekadar botol cantik, warna pada Signature Collection dirancang untuk ikut menceritakan karakter setiap wewangian. (Foto/Dok: Bon Parfume)

Warna punya cara sendiri untuk menyampaikan kesan. Ada warna yang terasa hangat, ada yang memberikan kesan segar, sementara warna lainnya bisa terlihat lebih misterius atau elegan. Ide inilah yang menjadi bagian penting dari Signature Collection milik Bon Parfumeur.

Pada koleksi terbaru ini, setiap warna lacquer pada botol tidak dipilih hanya untuk mempercantik tampilan. Warna tersebut menjadi representasi dari karakter parfum yang ada di dalamnya, mulai dari facet hingga keluarga olfaktori dan cerita yang menjadi inspirasinya. Konsep tersebut membuat pengalaman memilih parfum terasa sedikit berbeda. Sebelum menyemprotkan wewangian ke kulit, mata sudah lebih dulu mendapatkan gambaran melalui warna botol. Ada hubungan antara tampilan visual dengan aroma yang kemudian dikenakan.

Bon Parfumeur juga tetap mempertahankan sistem penomoran yang menjadi ciri khasnya. Angka pada setiap parfum menjadi penghormatan terhadap sistem penomoran yang digunakan para perfumer, sementara nama parfum kini membantu memperlihatkan inspirasi di balik masing-masing kreasi. Pendekatan ini terasa cocok untuk pencinta parfum yang melihat wewangian sebagai bagian dari ekspresi diri. Parfum tidak hanya dipakai karena wanginya enak, tetapi juga bisa menjadi bagian dari mood, memori, hingga cerita yang ingin dibawa sepanjang hari.

Bahkan, Ludovic Bonneton melihat fragrance sebagai cara untuk menangkap emosi dan menyimpan memori. Pengalamannya tinggal di Colombia, misalnya, turut membentuk ketertarikannya pada aroma tropis seperti cocoa, coffee, dan bunga. Dari sini, parfum terasa semakin dekat dengan pengalaman personal. Satu aroma bisa mengingatkan pada perjalanan, seseorang, atau bahkan sebuah momen tertentu. Signature Collection pun membawa pendekatan tersebut ke dalam tampilan yang bisa langsung dilihat melalui warna.

3 dari 3 halaman

Parfum yang Terlihat Seperti Bagian dari Koleksi Seni

Signature Collection menghadirkan botol dengan tampilan baru yang membuat parfum terasa seperti bagian dari koleksi seni personal. (Foto/Dok: Bon Parfume)

Perubahan tampilan pada Signature Collection membuat Bon Parfumeur ingin membawa pengalaman menikmati parfum ke arah yang lebih visual. Setiap botol dibuat dengan material lacquer yang memberikan kesan lebih dalam dan sensual, sekaligus membuat warna menjadi elemen yang mudah dikenali.

Dalam koleksi ini, botol parfum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan wewangian. Tampilan visualnya juga menjadi bagian dari identitas setiap kreasi. Warna yang terlihat sebelum parfum digunakan menjadi semacam pengantar untuk mengenal karakter aroma yang ada di dalamnya. Pendekatan seperti ini membuat parfum terasa menarik bahkan ketika sedang tidak digunakan. Botol dengan warna yang khas bisa ditempatkan di meja rias atau rak sebagai bagian dari dekorasi personal. Bagi pencinta fragrance, tampilannya pun bisa menjadi salah satu alasan untuk mengoleksi lebih dari satu aroma.

Signature Collection sendiri tersedia dalam dua ukuran, yaitu 30 ml dengan harga Rp1.300.000 dan 100 ml dengan harga Rp2.300.000. Koleksi ini kini tersedia di seluruh Bon Parfumeur stores. Di balik tampilan barunya, Bon Parfumeur tetap membawa pendekatan yang berangkat dari cerita, perasaan, perjalanan, dan kenangan. Setiap kreasi dikembangkan melalui kolaborasi dengan perfumer serta penggunaan bahan-bahan yang dipilih secara khusus.

Hal ini membuat Signature Collection terasa seperti perpaduan antara wewangian dan ekspresi visual. Aroma menjadi sesuatu yang dikenakan, sementara botol dan warnanya menjadi bagian dari cara parfum tersebut memperkenalkan dirinya. Pada akhirnya, memilih parfum memang bisa sesederhana memilih aroma yang disukai. Namun, bagi mereka yang menikmati sisi artistik dari fragrance, Signature Collection menawarkan cara lain untuk melihat parfum: sebagai pengalaman yang bisa dinikmati oleh hidung sekaligus mata.

Penulis: Najwa Maulidina