4 Teknik Pilates yang Perlu Dikuasai agar Workout Lebih Efektif

Vinsensia DianawantiDiterbitkan 26 September 2026, 08:00 WIB

Fimela.com, Jakarta - Pilates kini menjadi salah satu pilihan olahraga yang banyak diminati perempuan. Gerakannya memang terlihat sederhana dan tidak selalu melibatkan aktivitas berintensitas tinggi, tetapi setiap gerakan Pilates membutuhkan presisi, kontrol, serta koordinasi tubuh yang baik.

Itulah mengapa Pilates bukan sekadar soal bergerak atau berkeringat. Teknik yang tepat justru menjadi bagian penting untuk mendapatkan manfaat latihan secara optimal.

Natasha Sally Darmawan, Founder sekaligus Instruktur Halcyon Studio Surabaya, menjelaskan bahwa Pilates merupakan olahraga low-impact yang menekankan presisi gerakan. Latihan ini berfokus pada penguatan otot inti, perbaikan postur, fleksibilitas, serta koordinasi antara tubuh dan pikiran.

Sejumlah penelitian terbaru juga menunjukkan potensi manfaat Pilates terhadap kebugaran dan fungsi tubuh. Salah satu studi pada perempuan dewasa menemukan bahwa program Pilates selama delapan minggu berkaitan dengan peningkatan fleksibilitas dan daya tahan otot serta perubahan pada aspek postur tulang belakang.

Lantas, teknik apa saja yang perlu diperhatikan agar latihan Pilates tidak sekadar mengikuti gerakan, tetapi benar-benar dilakukan dengan proper?

 

2 dari 4 halaman

1. Kuasai Teknik Pernapasan

Ilustrasi Pilates dan Yoga | pixabay.com

Dalam Pilates, pernapasan bukan sekadar aktivitas untuk mengatur ritme. Koordinasi antara napas dan gerakan membantu tubuh bekerja secara lebih terkontrol.

Menurut Natasha, teknik pernapasan membantu mengoptimalkan aktivasi otot core, sekaligus meningkatkan kontrol pada area tulang rusuk dan pelvis. Dengan koordinasi yang baik, setiap gerakan dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Karena itu, jangan terburu-buru mengejar jumlah repetisi. Perhatikan pola napas dan bagaimana tubuh merespons setiap gerakan.

2. Fokus pada Aktivasi Otot Core Bagian Dalam

Salah satu prinsip penting dalam Pilates adalah melatih otot core sebagai pusat stabilitas tubuh. Otot-otot tersebut membantu menopang tulang belakang, menjaga keseimbangan, sekaligus memberikan kontrol ketika tubuh bergerak.

Natasha menggambarkan otot core bagian dalam seperti “korset” yang membantu menopang tubuh. Aktivasi yang tepat kemudian dipadukan dengan kontrol gerakan untuk membuat latihan menjadi lebih efektif.

Menariknya, riset terbaru terhadap berbagai bentuk latihan core menemukan bahwa latihan Pilates termasuk salah satu pendekatan yang menunjukkan manfaat terhadap nyeri dan fungsi pada orang dengan nyeri punggung bawah kronis nonspesifik. Namun, hasil penelitian tersebut tetap perlu dipahami sesuai kondisi dan tujuan latihan masing-masing individu.

 

3 dari 4 halaman

3. Lakukan Gerakan secara Slow and Controlled

Ilustrasi Pilates (Foto: Unsplash/Ahmet Kurt)

Pilates bukan olahraga yang mengharuskan seseorang bergerak secepat mungkin. Justru, gerakan yang perlahan dan terkontrol menjadi bagian penting dari latihan.

Teknik slow and controlled movement membantu melatih kekuatan sekaligus kontrol otot, termasuk ketika otot berada dalam posisi memanjang. Dengan tempo yang lebih terkontrol, seseorang juga dapat lebih mudah memperhatikan posisi tubuh dan kualitas setiap gerakan.

Menurut Natasha, pendekatan ini berperan dalam meningkatkan muscular control dan movement quality, sekaligus membantu menciptakan tampilan tubuh yang lebih toned. Jadi, jangan terkecoh dengan gerakan Pilates yang terlihat mudah. Tantangannya justru terletak pada kemampuan mempertahankan kontrol dari awal hingga akhir gerakan.

4. Perhatikan Axial Elongation untuk Postur Lebih Tegak

Teknik berikutnya adalah axial elongation, yaitu upaya memanjangkan tulang belakang secara aktif dengan menciptakan ruang di antara ruas-ruas tulang belakang.

Menurut Natasha, teknik ini membantu meningkatkan kesadaran tubuh dan mengurangi kebiasaan tubuh untuk collapsing. Hasilnya, tubuh diarahkan untuk berada dalam posisi yang lebih tegak, panjang, dan seimbang.

Konsep kesadaran terhadap posisi tubuh juga menjadi bagian penting dalam latihan yang berfokus pada postur. Studi mengenai Pilates pada perempuan dewasa menunjukkan adanya perubahan pada aspek tertentu dari postur tulang belakang setelah program latihan selama delapan minggu, meski penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami dampaknya secara lebih luas.

 

 

4 dari 4 halaman

Pilates Bukan Sekadar Mengejar Body Goals

Berikut teknik pilates yang wajib dikuasai agar workout lebih efektif

Keempat teknik tersebut menunjukkan bahwa Pilates lebih dari sekadar olahraga untuk mendapatkan bentuk tubuh tertentu. Pernapasan, aktivasi core, kontrol gerakan, hingga kesadaran terhadap postur menjadi bagian yang saling berkaitan.

Karena itu, bagi pemula, mempelajari teknik dasar dengan benar dapat menjadi langkah penting sebelum mengejar gerakan yang lebih kompleks. Natasha juga menyarankan agar latihan dilakukan dengan arahan instruktur yang berpengalaman sehingga gerakan dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi tubuh masing-masing.

Konsistensi pun tidak kalah penting. Alih-alih hanya mengejar perubahan fisik dalam waktu singkat, Pilates dapat menjadi bagian dari rutinitas untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan tubuh—mulai dari cara bernapas, bergerak, hingga mempertahankan postur.

Bagi yang ingin mencoba berbagai jenis latihan Pilates, Halcyon Studio yang memasuki usia ke-16 tahun akan menggelar Class Anniversary dengan empat jenis kelas dalam tujuh sesi khusus, yaitu Reformer, Tower, Stability Chair, dan Total Barre.